• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Dodol Susu Jadi Cara Baru Nikmati Susu

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
sbUjQ.jpg
Dua wanita setengah baya itu tampak asyik mengaduk sekitar 3 liter susu cair yang dipanaskan dalam sebuah wajan besar di dapur rumah yang berada di Dukuh Pentongan, Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, suatu pagi pekan ini. Sementara tiga wanita lainnya di ruangan yang sama, terlihat sedang memotong-motong adonan yang terbuat dari campuran susu, gula, tepung beras ketan dan tepung terigu, serta sedikit margarin.

Potongan-potongan adonan itu kemudian dimasukkan ke dalam sebuah kemasan berupa kotak kecil. Satu kotaknya berisi delapan potong. Dengan bahan 3 liter susu cair tersebut, bisa menghasilkan hingga 10 kotak kecil.

Ya, dari tangan-tangan terampil para wanita dari lereng Gunung Merapi yang tergabung dalam Kelompok Berdaya itulah, terbuatlah dodol susu. Dibutuhkan proses setidaknya hingga tiga jam lamanya hingga dodol susu selesai dibuat.
Produksi dodol susu tersebut mulai dirintis sekelompok wanita itu sejak 2010 lalu, pascaerupsi Gunung Merapi yang sempat juga meluluhlantakkan perekonomian masyarakat di kawasan itu. Susu sengaja mereka pilih sebagai bahan utama karena selain mudah diperoleh, mereka berharap dodol susu bisa menjadi salah satu produk oleh-oleh khas Boyolali karena kabupaten itu memang telah dikenal dengan sebutan Kota Susu. Meskipun mereka mengakui, Kabupaten Boyolali bukanlah daerah yang kali pertama memproduksi dodol susu. Produk serupa telah dibuat di daerah lain.

“Pernah diproduksi [dodol susu] di daerah lain, tapi menurut informasi, kurang bisa berkembang di sana,” ujar Ketua Kelompok Berdaya, Siti Ngaisyah. Selain rasa susu murni, Ngaisyah, sapaan akrabnya, mereka membuat inovasi rasa dodol susu, antara lain rasa susu jahe, susu strawberi dan susu coklat.
“Produk kami ini murni tanpa bahan pengawet. Dulu pernah kami melakukan uji coba dengan pengawet, justru produknya malah cepat berjamur. Sejak itu kami tidak lagi pakai bahan pengawet apapun,” bebernya. Dodol susu yang mereka buat, diakui Ngaisyah, bisa tahan hingga sekitar sepekan lamanya.

Salah seorang anggota Kelompok Berdaya, Murtiyah mengatakan mengingat kendala terbatasnya modal dan masih minimnya jaringan pemasaran, mengatakan sejauh ini produk tersebut baru dipasarkan di wilayah Selo. “Ya kami titip di beberapa toko oleh-oleh di Selo ini saja. Tapi selain itu, kami juga membuat dodol susu berdasarkan pesanan,” terangnya.

Dikatakan Murtiyah, mereka sempat mengajukan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali agar bisa mengembangkan produksi dodol susu tersebut, namun belum ada tindak lanjut dari aparat pemerintahan. “Sudah pernah kami mengajukan permohonan bantuan, terutama modal, tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya,” tutur Murtiyah.

Murtiyah berharap ada perhatian dari pemerintah agar produk dodol susu tersebut dapat dikembangkan di Boyolali.
 
dodol batu ya gan baru denger ane dodol susu boleh di coba tuh..
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.