• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Diterjang Puting Beliung, Rumah Terhempas 15 Meter

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
0406123-puting-beliung-620X310.jpg

Lima desa di Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo, diterjang banjir dan puting beliung Kamis (21/3/2013) sore kemarin. Banjir dan puting beliung tersebut merusak sedikitnya 244 rumah dan melukai dua orang warga.

Kelima desa yang diterjang puting beliung dan banjir itu sebagian besar dihuni oleh para transmigran dari Pulau Jawa. Kelimanya antara lain Desa Marga Mulyo, Gandasari, Makmur Abadi, Suka Makmur, dan Desa Molohu.

Kerusakan paling parah terjadi di Desa Marga Mulyo. Sebanyak 14 rumah rusak berat dan 28 rumah rusak ringan di desa tersebut. Kebanyakan rumah yang rusak adalah semi permanen. Sebagian besar berdinding papan.

Dari pantauan Kompas.com di lapangan, beberapa rumah ada yang terhempas hingga 15 meter dari fondasinya. Selain rumah, dua bangunan sekolah juga ambruk akibat bencana ini. Satu sekolah adalah sekolah taman kanak-kanak pendidikan usia dini (TK-PAUD), sementara satu lagi taman pengajian Al Quran (TPA).

Puting beliung disertai hujan deras terjadi pukul 15.30 kemarin. Warga mengaku terkejut dengan kejadian yang datang secara tiba-tiba itu.

"Saya kurang begitu paham. Tahu-tahu puing-puing rumah saya sudah tapiaro (berserakan)," kata Sukadi (51), salah seorang warga Marga Mulyo yang rumahnya rusak total dihantam puting beliung.

Nyamih (45), warga Marga Mulyo yang lain, mengaku, merasakan angin puting beliung cukup lama. "Angin kencang lumayan lama. Satu jam tadi," kata perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini. Beruntung Nyamih dan keluarganya berhasil menyelamatkan diri sebelum bagian belakang rumahnya ambruk.

Sementara itu, Sukadi kurang beruntung. Kakinya terluka karena tak sengaja menginjak beling saat dia mencoba menyelamatkan diri.

Selain puting beliung, banjir juga melanda sebagian wilayah Kecamatan Tolangohula. Ketinggian banjir masih mencapai 20 cm. Namun, menurut kesaksian warga, sampai malam ini permukaan air semakin lama semakin tinggi.

Pejabat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD) Provinsi Gorontalo menyatakan, air yang meluap berasal dari bendungan irigasi. Namun, mereka belum bisa memastikan apakah bendungan tersebut jebol atau tidak.

"Yang pasti, kalau situasinya bertambah parah, warga akan kami evakuasi. Tenda pengungsi dan dapur umum sudah kami siapkan di kantor kecamatan," kata Abdul Bari Yahya, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo.

Sebanyak 96 personel gabungan BPBD dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Gorontalo dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan pengoperasian dapur umum.

Abdul Bari menambahkan, pihaknya belum bisa memperkirakan berapa total kerugian yang dialami warga akibat bencana ini. Namun, dia memastikan 717 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Adapun dua orang warga yang terluka yaitu Sukadi, warga Marga Mulyo terluka di kaki, dan Syamsuri, warga Makmur Abadi, terluka di kepala. "Selain itu 66 hektar sawah milik warga ikut rusak akibat terendam banjir," tutup Abdul Bari.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.