yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Selain menemukan barang-barang yang diduga sebagai bahan peledak di kediaman Muhammad Toriq, 30, pihak Gegana juga menemukan sebuah kertas yang berisi tulisan senyawa kimia. Diduga, kertas tersebut adalah panduan perakitan bom.
"Tadi memang ditemukan beberapa benda yang hampir jadi rakitan, diduga mau dibuat bom tetapi bentuknya belum tahu. Memang ada kertas tulisan senyawa kimia dan barang-barang yang seperti paralon potong-potongan dan hampir jadi," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Toni Harmanto di TKP, Jalan Teratai 7, RT 02 RW 04, Tambora, Jakarta Barat, Rabu 5 September 2012.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto menambahkan, selain ditemukan lembaran petunjuk pembuatan bom, aparat juga menemukan detonator dan lembaran pembuatan racun.
"Selain lembaran petunjuk pembuatan bom, ditemukan juga lembaran pembuatan racun atau yang disebut bubur California," kata Rikwanto.
Sebelumnya, tim Gegana Polda Metro Jaya telah mengamankan 5 kardus dan 1 tas berwarna hijau di rumah Toriq. Pihak Kepolisian belum bisa memastikan berapa kuat ledakan dari bahan-bahan tersebut. Saat ini pihaknya masih dilakukan pengejaran kepada yang bersangkutan, serta mengamankan orangtua beserta istrinya ke Polsek Tambora.
Toriq Sudah Lama Masuk Radar Polisi
Muhammad Toriq, 30, orang yang diduga telah melakukan perakitan benda mirip bom masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Pasalnya ditemukan benda-benda persis bahan peledak di kediamannya di Jalan Teratai 7, RT 02 RW 04, Tambora, Jakarta Barat.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Suntana mengatakan jika Toriq merupakan orang yang selama ini menjadi pantauan polisi. Pasalnya, dia masuk dalam satu kelompok yang radikal.
"Saudara Toriq sendiri memang masuk dalam daftar masyarakat pantauan, termasuk masyarakat yang dipantau oleh kita memang pernah ikut dalam kelompok-kelompok tertentu. Tetapi kita belum tahu secara persis dia masuk kelompok apa," ujar Suntana di lokasi kejadian, Rabu 5 September 2012 malam.
Toriq, lanjut Suntana, sudah bergabung dengan kelompok tersebut sejak lama. Lelaki penjual pulsa dan servis handphone ini adalah salah satu warga yang masuk radar polisi. Suntana mengatakan, walaupun lahir dan besar di tempat tersebut, namun Toriq jarang bergaul dan tertutup.
Dia mengatakan, polisi tengah mengejar Toriq. "Petugas sudah disebar ke lapangan untuk mencari Toriq, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ditangkap," katanya.
Dari rumahnya siang tadi keluar asap tebal, yang lantas mengundang perhatian warga sekitar. Warga yang khawatir terjadi kebakaran lalu mendobrak rumah Toriq dan mengontak polisi. Dalam pemeriksaan polisi dan tim Gegana, ditemukan beberapa barang mirip bahan pembuat bom rakitan, salah satunya pipa berisi kabel.
Polisi mengatakan, tidak ada ledakan yang terjadi, hanya kepulan asap. Saat ini, barang bukti tengah diselidiki Gegana untuk mengetahui apakah itu bahan pembuat bom atau bukan.
"Tadi memang ditemukan beberapa benda yang hampir jadi rakitan, diduga mau dibuat bom tetapi bentuknya belum tahu. Memang ada kertas tulisan senyawa kimia dan barang-barang yang seperti paralon potong-potongan dan hampir jadi," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Toni Harmanto di TKP, Jalan Teratai 7, RT 02 RW 04, Tambora, Jakarta Barat, Rabu 5 September 2012.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto menambahkan, selain ditemukan lembaran petunjuk pembuatan bom, aparat juga menemukan detonator dan lembaran pembuatan racun.
"Selain lembaran petunjuk pembuatan bom, ditemukan juga lembaran pembuatan racun atau yang disebut bubur California," kata Rikwanto.
Sebelumnya, tim Gegana Polda Metro Jaya telah mengamankan 5 kardus dan 1 tas berwarna hijau di rumah Toriq. Pihak Kepolisian belum bisa memastikan berapa kuat ledakan dari bahan-bahan tersebut. Saat ini pihaknya masih dilakukan pengejaran kepada yang bersangkutan, serta mengamankan orangtua beserta istrinya ke Polsek Tambora.
Toriq Sudah Lama Masuk Radar Polisi
Muhammad Toriq, 30, orang yang diduga telah melakukan perakitan benda mirip bom masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Pasalnya ditemukan benda-benda persis bahan peledak di kediamannya di Jalan Teratai 7, RT 02 RW 04, Tambora, Jakarta Barat.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Suntana mengatakan jika Toriq merupakan orang yang selama ini menjadi pantauan polisi. Pasalnya, dia masuk dalam satu kelompok yang radikal.
"Saudara Toriq sendiri memang masuk dalam daftar masyarakat pantauan, termasuk masyarakat yang dipantau oleh kita memang pernah ikut dalam kelompok-kelompok tertentu. Tetapi kita belum tahu secara persis dia masuk kelompok apa," ujar Suntana di lokasi kejadian, Rabu 5 September 2012 malam.
Toriq, lanjut Suntana, sudah bergabung dengan kelompok tersebut sejak lama. Lelaki penjual pulsa dan servis handphone ini adalah salah satu warga yang masuk radar polisi. Suntana mengatakan, walaupun lahir dan besar di tempat tersebut, namun Toriq jarang bergaul dan tertutup.
Dia mengatakan, polisi tengah mengejar Toriq. "Petugas sudah disebar ke lapangan untuk mencari Toriq, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ditangkap," katanya.
Dari rumahnya siang tadi keluar asap tebal, yang lantas mengundang perhatian warga sekitar. Warga yang khawatir terjadi kebakaran lalu mendobrak rumah Toriq dan mengontak polisi. Dalam pemeriksaan polisi dan tim Gegana, ditemukan beberapa barang mirip bahan pembuat bom rakitan, salah satunya pipa berisi kabel.
Polisi mengatakan, tidak ada ledakan yang terjadi, hanya kepulan asap. Saat ini, barang bukti tengah diselidiki Gegana untuk mengetahui apakah itu bahan pembuat bom atau bukan.