yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Katak Berwarna seperti Jeruk
Katak Borneo
Katak tutul
Katak Koboi
![]()
Katak berwarna kuning seperti jeruk ditemukan di bagian barat Panama. Penemuannya dipublikasikan di jurnal Zookeys baru-baru ini.
Ilmuwan terkejut ketika menemukan dan memegang katak ini. Mereka menjumpai bahwa warna kuning katak melekat atau tertinggal di jari mereka. Katak jeruk ini dinamai Diasporus citrinobapheus. Pada masa dewasanya, katak ini hanya berukuran 2 cm sehingga sulit ditemukan.
"Walau kami mengetahui bahwa panggilan kawin pejantan spesies ini berbeda dari yang pernah kami dengar sebelumnya, usaha besar dibutuhkan sampai akhirnya bisa menjumpainya di vegetasi," kata Andreas Hertz, pemimpin tim peneliti dari Senckenberg Research Institute di Frankfurt am Main, Jerman.
Jenis katak ini adalah anggota dari famili katak hujan besar yang dalam tahap perkembangannya tak mengalami masa kecebong.
Nama citrinobapheus yang diberikan, dalam bahasa Yunani berarti "pewarna kuning", didasarkan pada warna kuning yang ditinggalkan pada jari peneliti.
"Kita tak bisa mengatakan bahwa pewarna ini bagus untuk pertahanan dari predator karena kita tak menemukan zat racun di situ," kata Hertz seperti dikutip Mongabay, Selasa (22/5/2012).
Hertz mengungkapkan bahwa pewarna mungkin saja tak memiliki fungsi apa pun. Namun, bisa juga pewarna memang berfungsi menghalau predator dengan memiliki rasa pahit walau tak beracun.
Katak Borneo
![]()
Ilmuwan dari Universiti Sarawak Malaysia, Indraneil Das, menemukan spesies baru katak Borneo.
Katak tersebut berukuran hanya 4-5 sentimeter. Katak itu pertama kali ditemukan dalam ekspedisi ke Gunung Sinai, wilayah Sarawak, Malaysia, pada 2010. Spesies katak yang sama lalu ditemukan juga di Kubah National Park.
Saat ini, proses publikasi sedang dilakukan. Hasil temuan Das tengah ditinjau ulang.
Das menemukan jenis katak tersebut di lantai hutan yang tertutup dedaunan kering. Habitat katak yang seperti tersembunyi, kata Das, membuat katak ini mungkin belum ditemukan sebelumnya.
"Adalah suara katak ini yang sangat unik. Suaranya memiliki nada yang tinggi, keras, dan berulang-ulang," kata Das seperti dikutip AFP, Jumat (18/5/2012).
Selain jenis katak ini, Das juga mengaku menemukan beberapa jenis katak lain. Ia tengah mengidentifikasi jenis lain tersebut. Ia berharap dapat memublikasikan untuk bisa menunjukkan kekayaan Borneo.
Sebelumnya, Das menemukan kodok berkaki kurus dan kodok pelangi Borneo yang hampir tak ditemukan selama 90 tahun. Das juga menemukan katak terkecil yang cuma sebesar biji kacang polong.
Borneo merupakan salah satu pusat biodiversitas dunia. Wilayah ini mencakup wilayah Indonesia, Brunei, dan Malaysia.
Katak tutul
![]()
Jeremy Feinberg dari Rutgers University di New Jersey menemukan katak jenis baru di New York. Semula, katak tersebut dikira spesies katak tutul yang sudah dikenal. Namun, analisis suara dan DNA mengungkap bahwa katak itu ternyata spesies berbeda.
Feinberg mengungkapkan, katak tutul biasanya memiliki suara yang panjang. Sementara itu, spesies katak baru ini memiliki suara yang pendek dan repetitif.
"Ketika saya pertama kali mendengar suara katak ini, suaranya begitu berbeda. Saya tahu ini sesuatu yang salah," kata Feinberg seperti dikutip BBC, Rabu (14/3/2012).
Katak tersebut saat ini bisa ditemukan di State Mainland dan New Jersey.
Dengan menganalisis habitat dan sebarannya, ilmuwan percaya bahwa habitat katak itu tersebar di seluruh New York dengan pusat populasi di Yankees Stadium, tempat katak itu pertama kali ditemukan.
Penemuan spesies baru ini dipublikasikan di jurnal Molecular Phylogenetics and Evolution yang diterbitkan baru-baru ini. Penemuan dihasilkan atas kerja sama University of California, Rutgers, UC Davis; dan University of Alabama.
Brad Shaffer, salah satu anggota tim peneliti, mengatakan, "Untuk sebuah spesies baru yang lama tak dikenali di wilayah ini, ini sangat mengagumkan."
Menurutnya, penemuan ini menunjukkan bahwa di kota sebesar apa pun, spesies baru tetap dapat ditemukan dan bisa lenyap alias punah jika tak ada upaya konservasi.
Katak Koboi
![]()
Spesies yang diduga baru lainnya adalah katak koboi (Hypsiboas sp) yang memiliki jumbai putih pada kaki, seperti celana koboi, dan semacam taji di telapak kaki. Katak ini ditemukan di salah satu cabang pohon di Sungai Kutari.