Creationz
IndoForum Junior E
- No. Urut
- 6396
- Sejak
- 10 Sep 2006
- Pesan
- 1.516
- Nilai reaksi
- 261
- Poin
- 83
YOGYAKARTA, JUMAT--Guru besar Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Sutikno bersama mahasiswanya, Helmy Mulyanto MSi berhasil menemukan bukti baru yang menguatkan hipotesis bahwa danau purba Borobudur telah terbentuk sejak masa Pleistosen (zaman prasejarah).
"Berdasarkan hasil analisis palinologi terhadap sedimen batu lempung berwarna kecoklatan di sekitar Candi Borobudur ditemukan beberapa fosil tumbuhan komunitas danau bagian atas yang berasal dari zaman Pleistosen," kata Helmy Murwanto saat menyampaikan hasil penelitian mereka dalam "First International Symposium on Borobudur Cultural Landscape Heritage" yang diselenggarakan UNESCO di Yogyakarta, Jumat.
Dia mengatakan, para ahli sepakat menyimpulkan bahwa Candi Borobudur dibangun di atas dataran tinggi yang berada di tengah-tengah danau, yang menggambarkan bunga teratai di tengah telaga sebagai perwujudan tempat kelahiran Sang Budha.
Namun, kata dia, hingga saat ini masalah waktu terbentuknya danau purba yang pernah mengelilingi Candi Borobudur tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli.
Beberapa ahli meyakini danau tersebut merupakan danau bentukan akibat letusan kuat Gunung Merapi pada 1006 M yang menyebabkan terbendungnya Sungai Progo karena bagian puncaknya merosot ke arah barat daya (Kedu selatan).
"Sedangkan pandangan yang lain mempercayai bahwa danau tersebut telah ada sejak zaman prasejarah, jauh sebelum Candi Borobudur dibangun," katanya.
Menurut Helmy, penemuan ini menjadi sebuah terobosan baru yang mematahkan beberapa penelitian sebelumnya yang tidak menemukan fosil tumbuhan komunitas danau di sekitar bangunan candi.
Tentunya, hasil penelitian ini masih perlu dikembangkan dengan penelitian lanjutan guna menyempurnakannya. "Berubahnya danau menjadi daratan yang mengelilingi candi saat ini dikarenakan seringnya tumpukan material letusan Gunung Merapi mengendap di danau yang lambat laun mengakibatkan danau menjadi kering," kata Helmy.
"Berdasarkan hasil analisis palinologi terhadap sedimen batu lempung berwarna kecoklatan di sekitar Candi Borobudur ditemukan beberapa fosil tumbuhan komunitas danau bagian atas yang berasal dari zaman Pleistosen," kata Helmy Murwanto saat menyampaikan hasil penelitian mereka dalam "First International Symposium on Borobudur Cultural Landscape Heritage" yang diselenggarakan UNESCO di Yogyakarta, Jumat.
Dia mengatakan, para ahli sepakat menyimpulkan bahwa Candi Borobudur dibangun di atas dataran tinggi yang berada di tengah-tengah danau, yang menggambarkan bunga teratai di tengah telaga sebagai perwujudan tempat kelahiran Sang Budha.
Namun, kata dia, hingga saat ini masalah waktu terbentuknya danau purba yang pernah mengelilingi Candi Borobudur tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli.
Beberapa ahli meyakini danau tersebut merupakan danau bentukan akibat letusan kuat Gunung Merapi pada 1006 M yang menyebabkan terbendungnya Sungai Progo karena bagian puncaknya merosot ke arah barat daya (Kedu selatan).
"Sedangkan pandangan yang lain mempercayai bahwa danau tersebut telah ada sejak zaman prasejarah, jauh sebelum Candi Borobudur dibangun," katanya.
Menurut Helmy, penemuan ini menjadi sebuah terobosan baru yang mematahkan beberapa penelitian sebelumnya yang tidak menemukan fosil tumbuhan komunitas danau di sekitar bangunan candi.
Tentunya, hasil penelitian ini masih perlu dikembangkan dengan penelitian lanjutan guna menyempurnakannya. "Berubahnya danau menjadi daratan yang mengelilingi candi saat ini dikarenakan seringnya tumpukan material letusan Gunung Merapi mengendap di danau yang lambat laun mengakibatkan danau menjadi kering," kata Helmy.


