• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ditemukan Batu Berbentuk Sapi di Kebun Warga

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
ljGmT.jpg
Penemuan batu jajar menyerupai badan sapi membuat heboh warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Diduga batuan tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Tatar Galuh.

Batuan tersebut ditemukan di kebun milik Hendari, warga Dusun Sodong, Desa Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis. Posisinya terkubur di kedalaman dua meter.

Batu-batu ditemukan dalam bentuk serpihan. Bagian yang besar menyatu dengan jajaran batu lainnya. Sebagian batu lainnya membentuk badan sapi. Beberapa serpihan batu berukuran kecil juga berserakan di sekitar batu yang lebih besar.

Menurut Hendari, batu jajar itu ditemukannya tanpa sengaja dua pekan lalu. Saat itu, ia sedang istirahat setelah mencari pelepah daun kelapa. Saat istirahat itulah dia melihat ujung batu pipih yang muncul ke permukaan tanah.

Karena penasaran, ia pun menggali tanah itu hingga ditemukan batu berukuran besar. Saat galian mencapai dua meter, ia menemukan batu lainnya dalam posisi tersusun.

Sementara itu, Juru Pelihara Situs Kabupaten Ciamis, Saripin Hidayat, Senin (14/10/2013), menduga, bebatuan mirip badan dan kepala sapi itu ada kaitannya dengan dua situs cagar budaya. Lokasinya dua kilometer dari situs Gunung Susuru dan Situs Budaya Ciung Wanara Karangkamulyan. Dua situs itu masuk dalam dukumen peninggalan sejarah Kerajaan Tatar Galuh.

Kepala Bidang Kebudayaan dan Sejarah, Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ciamis, Agus Yani, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah batu jajar itu merupakan peninggalan Kerajaan Tatar Galuh.

Hanya saja, bila dilihat dari tumpakannya yang tersusun, ia menduga prosesnya tidak alami, melainkan buatan manusia.

Penemuan bebatuan itu sudah disampaikan ke tim terkait. Rencananya, dalam waktu dekat, tim arkeolog dari Pemprov Jawa Barat akan melakukan penelitian.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.