yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
SEMARANG- Petugas Polrestabes Semarang dibantu jajaran Polsek Lamper terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi kasus perampokan yang menewaskan disainer kondang Rio Surharsa, di Jalan Nangka 2 nomor 5 Semarang.
Dari hasil autopsi yang dilakukan di RS Polisi Bhayangkara Semarang, diketahui ada total 46 tusukan di tubuh disainer muda tersebut. Selain membunuh, pelaku juga membawa mobil Honda Jazz warna merah B 8937 MG, milik korban.
Kapolrestabes Semarang, Kompes Pol Ellan Subilan mengatakan, kondisi korban sangat memprihatinkan, sejumlah luka tusukan ditemukan di tubuhnya." Saat ditemukan korban memakai kemeja serta celana pendek berwarna merah. Posisinya telungkup. Korban mengalami 22 luka tusukan di punggung, sembilan di dada, delapan di leher kiri dan tujuh di leher kanan," kata Ellan, Sabtu (8/12/2012) siang.
"Melihat dari lukanya, korban kemungkinan ditusuk menggunakan pisau lipat, luka tusukan tidak dalam. Pelaku kami perkirakan lebih dari satu," tambah Ellan.
Saksi Roni Setya Kurniawan (31), warga jalan Nangka 2 nomor 2 RT 03/ 02, Kelurahan Lamper Kidul, Kecamatan Semarang Selatan, yang tak lain adalah tetangga korban, mengaku terkejut mengetahui tetangganya telah tewas.
"Saya baru saja bertemu dengannya tadi malam, sekira kira-kira pukul 23.00 WIB. Waktu ketemu mas Rio dibonceng seorang pria, kalau tidak salah seminggu ini mas Rio terlihat bersama-sama pria itu," cerita Roni.
Roni juga sempat mendengar kabar bahwa petugas keamanan sempat nyaris ditabrak mobil Jazz merah B 8937 MG meluncur kencang keluar gang sekira pukul 01.00 WIB dini hari.
"Kalau tidak salah penjaga malam saat itu sempat hampir tertabrak. Petugas tidak menyangka itu mobil mas Rio yang dibawa kabur pelaku," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Rio Suharsa (37) desainer muda berbakat asal Semarang ditemukan karyawannya, tewas bersimbah darah di rumah kontrakan. Korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB, saat para karyawan akan memulai bekerja di rumah kontrakan Rio yang juga sekaligus dijadikan tempat kerja selama tiga tahun ini.