• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Disaat Daku Tua(suara hati orangtua)

tusuksate

IndoForum Activist A
No. Urut
48279
Sejak
14 Jul 2008
Pesan
20.342
Nilai reaksi
397
Poin
83

Disaat daku tua...


Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.

Disaat aku menumpahkan kuah sayuran dibajuku,
Disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,
Ingatlah saat-saat bagaimana aku mengajarimu, membimbingmu
untuk melakukannya

Disaat saya dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan
yang membosankan,

Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku,
dimasa kecilmu, Daku harus mengulang dan mengulang terus sebuah
cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbua dalam mimpi.

Disaat saya membutuhkanmu untuk memandikanku,
Janganlah menyalahkanku.

Ingatkah dimasa kecilmu, bagaimana daku dengan berbagaicara
membujukmu untuk mandi?

Disaat saya kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
Janganlah menertawaiku.

Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab setiap "mengapa" yang engkau ajukan di saat itu.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku
Bagaikan dimasa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan.

Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.
Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku,
asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku, daku telah bahagia.

Disaat engkau melihat diriku telah menua, janganlah bersedih.
Maklumilah diriku, dukunglah daku, bagaikan daku terhadapmu disaat engkau mulai belajar tentang kehidupanmu.

Disaat engkau menahan emosi saat daku melakukan kesalahan,
Dapatkah kau ingat senyum dan bahagiaku ketika kau dilahirkan?


Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku. Berilah daku cinta kasih dan kesabaranmu, Daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur, Didalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.
 

Disaat daku tua...


Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.

Disaat aku menumpahkan kuah sayuran dibajuku,
Disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,
Ingatlah saat-saat bagaimana aku mengajarimu, membimbingmu
untuk melakukannya

Disaat saya dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan
yang membosankan,

Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku,
dimasa kecilmu, Daku harus mengulang dan mengulang terus sebuah
cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbua dalam mimpi.

Disaat saya membutuhkanmu untuk memandikanku,
Janganlah menyalahkanku.

Ingatkah dimasa kecilmu, bagaimana daku dengan berbagaicara
membujukmu untuk mandi?

Disaat saya kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
Janganlah menertawaiku.

Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab setiap "mengapa" yang engkau ajukan di saat itu.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku
Bagaikan dimasa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan.

Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.
Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku,
asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku, daku telah bahagia.

Disaat engkau melihat diriku telah menua, janganlah bersedih.
Maklumilah diriku, dukunglah daku, bagaikan daku terhadapmu disaat engkau mulai belajar tentang kehidupanmu.

Disaat engkau menahan emosi saat daku melakukan kesalahan,
Dapatkah kau ingat senyum dan bahagiaku ketika kau dilahirkan?


Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku. Berilah daku cinta kasih dan kesabaranmu, Daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur, Didalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.

aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa broww ini dapat dari vihara kan hayooooooo ngaku!!! auhauhauhauha sebab nyokap gw juga dapet....dan gw juga terharu banget nih bacanya :d
 
^
Iya,hahaha gw sharing deh di sini....
 
terharu bgt nih bacanya.. hik2.. thx 4 this tread!
 
so nice... so touching...
memang cinta ortu sepanjang masa yah
 
/sob/sob ... Terharu dan pengen nangis bacanya ... /sob/sob
 
siklus kehidupan yang pasti...nice!
 
^
Kita gak bisa balas kebaikan orang tua sama kita, tapi toh anak kita nanti juga gak bakal bisa, hehehe adil kan...
 
nice post........gw ud pernah baca.........
pasti copas dari poster......gw pernah liat posternya..........neh TS pasti agama Budha.........
 
sumpah bkn bngong bcnya...
nice post tusuk sate..
 
merinding.......ding....ding......
duh....koq gw jadi sedih yah......
 
Ciat... tendang keatas lagi. untung aku search dulu kalo nga bakal repost nie....

BAGUS banget nie..... aku sebulan yang lalu ada dapet brosur yang bertuliskan ini semua. Terharu...... Sayangilah orang tua kamu selagi kamu dikasih kesempatan untuk bisa menyayanginya.
 
Mudah-mudahan gw bs sabar merawat ortu gw sekarang dan nanti /sob
 
itu apaan sich kok gua gak tau maksudnya wkwkwkwkwkw
 
Lupa ak pernah baca dimana......tapi, ini benar2 mengingatkan ak mengenai jasa ortu buat ak. Thank's for my parents
 
/sob ... jadi inget nyokap nih ... /sob
bermakna brader..../ok
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.