Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Direktur Utama PT bunk Central Asia (Tbk) Jahja Setiaatmadja mengakui kondisi ekonomi Indonesia yang lesu pada kuartal I-2015 berdampak kepada sektor perbankan.
Menurut dia, ada bisnis nasabahnya yang sampai menurun 30 persen. "Kuartal 1 ini lemah (pertumbuhan sektor perbankan), saya kira semua perbankan begitu... saya tidak tahu setiap saya keliling ketemu nasabah, bisnis (mereka) lesu. Bahkan sektor pendukung properti seperti kaca, gelas itu drop 30 persen," ujar Jahja di Jakarta, Kamis (9/4/2015).
Menurut dia, banyak nasabahnya yang kaget karena penjualan bisnisnya menjadi menurun. Jahja pun tak tahu persis apa yang terjadi terhadap sektor rill tersebut. "Padahal kan UMR saja naik, apakah APBN dan APBD belum cair sehingga tidak ada dorongan itu (ekonomi), tapi kenyataan dilapangan pinjaman kredit atau industri semua nya turun," kata dia.
Meski begitu dia tak bisa membandingkan penurunan sektor perbankan kuartal I-2015 dengan kuartal I-2014 lalu.