ArRay
IndoForum Senior C
- No. Urut
- 98490
- Sejak
- 1 Jun 2010
- Pesan
- 5.107
- Nilai reaksi
- 142
- Poin
- 63
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas gangguan pelayanan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (6/8/2010) pagi tadi, sekitar pukul 4.02 WIB. "Tapi pagi terjadi gangguan listrik, interupt, selama 1,7 detik. Saat ini, kami sedang mengecek penyebab dari ganguan listrik tersebut," kata Tri.
Meski hanya dalam hitungan detik, kata Tri, padamnya aliran listrik itu telah mengakibatkan sistem komputerisasi check in dan sinar-X di bandara ikut padam. "Kami memiliki back-up listrik untuk yang prioritas, kapasitasnya 3000 kVA. Cuma itu kan karena komputerisasi, reset, butuh waktu," kata Tri.
Ia menjelaskan, total cadangan genset yang dimiliki Angkasa Pura II mencapai 7.300 kVA. Sebesar 3.000 kVA dipakai untuk kawasan prioritas dan sisanya untuk mengatasi listrik penerbangan/navigasi yang tidak boleh padam. "Dalam 1/10 detik pun tidak boleh mati," kata dia.
Kebetulan, lanjut Tri, pada saat terjadi interupt, bandara sedang memasuki kondisi puncak, di mana banyak penumpang berada di areal check in. "Penumpang sangat banyak pada subuh hari sehingga penumpang harus mengantre di X-ray," katanya.
Tri menjelaskan, kala itu pihaknya langsung melakukan demobilisasi petugas. Petugas di bagian kargo dan terminal III dipindahtugaskan ke terminal I dan II. Selanjutnya, setelah insiden ini, pihak Angkasa Pura II akan melakukan pemeriksaan mengenai penyebab kejadian itu.
Seperti yang telah diberitakan, sejak pukul 4.02 hingga pukul 6.05 WIB pelayanan di Bandara Soekarno-Hatta terganggu. Namun, saat berita ini diturunkan aktivitas penerbangan dan kepadatan penumpang terpantau telah kembali normal.
Terkait gangguan yang delay akibat peristiwa ini, tri mengatakan belum ada data yang diterimanya. "Otomatis, karena gangguan dari check in, ada banyak penerbangan yang delay, tapi belum ada laporan, mungkin sore baru ada," ujarnya.
Meski hanya dalam hitungan detik, kata Tri, padamnya aliran listrik itu telah mengakibatkan sistem komputerisasi check in dan sinar-X di bandara ikut padam. "Kami memiliki back-up listrik untuk yang prioritas, kapasitasnya 3000 kVA. Cuma itu kan karena komputerisasi, reset, butuh waktu," kata Tri.
Ia menjelaskan, total cadangan genset yang dimiliki Angkasa Pura II mencapai 7.300 kVA. Sebesar 3.000 kVA dipakai untuk kawasan prioritas dan sisanya untuk mengatasi listrik penerbangan/navigasi yang tidak boleh padam. "Dalam 1/10 detik pun tidak boleh mati," kata dia.
Kebetulan, lanjut Tri, pada saat terjadi interupt, bandara sedang memasuki kondisi puncak, di mana banyak penumpang berada di areal check in. "Penumpang sangat banyak pada subuh hari sehingga penumpang harus mengantre di X-ray," katanya.
Tri menjelaskan, kala itu pihaknya langsung melakukan demobilisasi petugas. Petugas di bagian kargo dan terminal III dipindahtugaskan ke terminal I dan II. Selanjutnya, setelah insiden ini, pihak Angkasa Pura II akan melakukan pemeriksaan mengenai penyebab kejadian itu.
Seperti yang telah diberitakan, sejak pukul 4.02 hingga pukul 6.05 WIB pelayanan di Bandara Soekarno-Hatta terganggu. Namun, saat berita ini diturunkan aktivitas penerbangan dan kepadatan penumpang terpantau telah kembali normal.
Terkait gangguan yang delay akibat peristiwa ini, tri mengatakan belum ada data yang diterimanya. "Otomatis, karena gangguan dari check in, ada banyak penerbangan yang delay, tapi belum ada laporan, mungkin sore baru ada," ujarnya.