yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Nanan pun mengaku, hingga kini belum ditemukan adanya indikasi dinamit yang dicuri itu akan digunakan untuk aksi teror. "Indikasi belum ada, mungkin dipikir sembako karena itu tidak ada tulisan dinamitnya," kata Nanan saat ditemui di Teras Kita, Jakarta, Senin (29/7/2013).
Kata dia, petugas akan terus mengusut hilangnya 250 dinamit saat dalam perjalanan di kawasan Bogor. "Bukan kita lalai, tetap harus diwaspadai," tegasnya.
Dijelaskannya, untuk menggunakan dinamit tersebut membutuhkan alat lain. "Kan enggak ada detonatornya, harapan mohon (media) positifnya, jadi dikirain dodol," jelasnya.
Sebelumnya, dua dus berisi 250 dinamit hilang dalam perjalanan dari gudang bahan peledak PT MNK Subang ke lokasi tambang PT Batusarana Persada di Desa Rengas Jajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Saat dalam perjananan, truk sempat berhenti ke gudang PT MNK di Marunda, Jakarta Utara. Kemudian, dari Marunda ada dua truk yang diberangkat lagi. Sehingga total empat truk jalan beriringan.
Empat truk tersebut mengangkut bahan peledak dengan jenis amonium nitrat sebanyak 30 ribu kilogram, dinamit 2 ribu kilogram atau 80 dus, dan detonator listrik sebanyak 4 ribu unit.