• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Dinas Pasar Ragu Tertibkan PKL Jensud

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
ilustrasi_koridor_jensud_yok.jpg

SOLO – Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Koridor Jenderal Sudirman (Jensud) menimbulkan gejolak tersendiri bagi Pemkot. Hingga kini, Dinas Pengelola Pasar (DPP) Solo masih ragu menertibkan PKL tersebut lantaran belum tersedianya lokasi pindah.

Menurut Kepala DPP Solo, Subagiyo, jumlah PKL yang mengais rupiah di Koridor Jensud terdata 32 orang dengan mayoritas pedagang kuliner. Pihaknya mengakui kawasan Jensud idealnya steril dari PKL, terlebih PKL yang menggelar dhasaran. Namun pihaknya belum bisa melakukan penertiban karena terbentur lokasi pemindahan. “Kami tidak bisa asal memindahkan, masih dicari lokasi alternatif,” ujarnya saat ditemui wartawan di Gandekan, Jebres, Jumat (12/4/2013).

Berdasarkan pantauan, PKL di kawasan Jensud-Pasar Gede mulai menjamur menjelang malam hari. PKL tersebar di beberapa ruas jalan seperti Jl Jensud, Jl RE Martadinata dan Jl Mayor Kusmanto. Di siang hari, PKL juga terlihat di sekitar Pasar Gede. Subagiyo mengatakan penertiban PKL di kawasan tersebut perlu diselaraskan dengan konsep penataan kota.

“Kami akan berkoordinasi dengan DTRK (Dinas Tata Ruang Kota) terkait penataan PKL. Termasuk untuk mencari lokasi baru,” tuturnya.

Sejauh ini, ungkapnya, PKL diusulkan berpindah di kawasan Museum Keris di Sriwedari. Hanya, usulan tersebut masih dikaji lebih dalam. Selain museum belum berdiri, Subagiyo mengaku masih menghitung dampak sosial jika PKL dipindah ke lokasi itu.

Sementara itu, Kepala DTRK Solo, Ahyani, mengatakan penertiban PKL di kawasan Jensud perlu dilakukan merujuk konsep tata ruang kota. Pihaknya menilai aktivitas berdagang di kawasan itu selama ini cukup merugikan lingkungan.

“Kalau malam, banyak warga yang membuang sampah di Kali Pepe dekat jembatan. Sisa berjualan juga kadang tidak dibersihkan,” tukasnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.