Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Selamat pagi, siang, sore, & malam wahai para makhluk tiga dimensi. Mengapa saya menyebut Anda semua makhluk tiga dimensi? Itu karena secara visual tubuh Anda memiliki tiga poros kebebasan gerak yakni maju mundur, kanan kiri, & atas bawah. Tiga poros inilah yg akhirnya kita kenal sebagai panjang, lebar, & tinggi.
Saya, Anda, & semua benda yg ada di dunia ini, adalah benda tiga dimensi. Namun, siapa yg dapat menjamin bahwa semuanya adalah benda tiga dimensi?
Dua regu ilmuwan yg berasal dari Eropa & Amerika berhasil menemukan bukti akan adanya suatu dimensi yg lebih tinggi daripada yg selama ini kita tinggali. Karena ini dimensi yg lebih tinggi maka katakan saja ini dimensi keempat (4D). Kedua regu ini mempelajari perilaku partikel cahaya yg bergerak melalui gelas khusus. Dari percobaan itulah mereka menemukan adanya sebuah penyimpangan (distorsi).
Tim Eropa pun mencoba membekukan sebuah atom dalam suhu nol absolut (0K). Suhu nol absolut berarti tak ada lagi pergerakan yg mungkin terjadi. Meski begitu saat regu Eropa mencoba menembakkan laser ke atom tersebut, terdapat gejolak yg sesuai dengan efek Kuantum Hall 4D. inilah yg jadi dasar yg menggiring opini pada keberadaan dimensi yg lebih tinggi.
Nah, kalau yg namanya dimensi keempat itu ada, mengapa kita tak dapat melihatnya?
Bayangkan sebuah benda dua dimensi, untuk contoh sederhana coba bayangkan selembar kertas. Kertas itu punya panjang, punya lebar, tetapi tak punya tinggi. Lalu letakkan sebuah apel di atasnya, apakah kertas itu dapat melihat keseluruhan apel? Tidak, yg dapat kertas itu lihat hanyalah pantat apel itu saja. seperti itulah kalau dimensi rendah mencoba melihat dimensi yg lebih tinggi.
Singkatnya, benda dua dimensi cuma dapat melihar proyeksi dari benda tiga dimensi. Namun itu artinya kita(3D) semestinya dapat melihat proyeksi dari benda 4D. Sama seperti manusia yg dapat menciptakan bayangan, benda 4D semestinya dapat menciptakan semacam bayangan yg berwujud 3D. salah satu analogi dari benda 4D yg kita kenal saat ini (dan mungkin yg paling terkenal) adalah Tesseract.
Okay, cukup dengan penjelasan ilmiah, mari masuk ke semesta hipotesis. Jika dimensi keempat memang ada, apa gunanya?
Jika benda 3D memiliki poros panjang, lebar, & tinggi, maka poros apa yg akan mewakili dimensi keempat? Jawaban paling populer adalah ruang(volume). Jika manusia melangkahkan kaki, maka manusia berpindah satu kaki. Lalu bagaimana kalau manusia melangkahkan kaki di dimensi yg lebih tinggi? Melangkahkan satu kaki di satuan ruang memungkinkan manusia untuk bergerak sangaaaaaaaaaaaaaatt jauh kalau diukur mengpakai penggaris tiga dimensi. Singkatnya, dimensi keempat memungkinkan manusia untuk berteleportasi. Inilah sebabnya Tesseract di film Avenger memiliki kemampuan ruang.
Itu cuma satu kemungkinan. Menurut Anda, apa yg mungkin ada di dimensi itu?
Coba Anda bayangkan sebuah makhluk yg tak dapat kita lihat secara langsung (hanya proyeksinya) & dapat berpindah tempat layaknya berteleportasi. Makhluk apakah itu? Jin, malaikat, hantu, iblis, alien, & mungkin juga Tuhan. Jika teori ini benar maka pertanyaan mengapa kita tak dapat melihat makhluk halus terjawab sudah. Bukan karena mereka tidak terlihat tetapi dimensinya memang lebih tinggi dari diri kita sendiri.
Gimana? Bisa bayangin? Ini masih dimensi keempat, mungkin saja ada dimensi kelima, keenam, atau malah dimensi kesepuluh di atasnya lagi. Jika semua itu memang benar maka dunia yg kita tinggali ini ternyata amatlah kecil layaknya ujung rambut dari seekor beruang.
Namun, well, ini semua cuma teori semata. Ada atau tidaknya dimensi keempat sama sekali tak ada pengaruhnya dalam kehidupan kita karena segala hal dalam hidup ini sudah berjalan sebagaimana mestinya. Namun kalau teknologi teleportasi dengan prinsip dimensi keempat dapat ditemukan well, seluruh perusahaan peberbangan harus segera mencari bisnis baru.
Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya.
sumursumur Hari ini 08:31