• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Dilema PJJ & Belajar Beradaptasi dengan Keadaan

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Dilema PJJ & Belajar Beradaptasi dengan Keadaan


"Anak-anak kita bersua lagi ya dalam pembelajaran jadak jauh, bagaimana liburan kemarin?"

"Tidak ke mana-mana, Bu. Hanya di rumah saja main ke sawah & sekitarnya."

Ilustrasi di atas menggambarkan sapaan seorang guru kepada murid-muridnya melalui pembelajaran sejara virtual atau PJJ.

Jauh hari sebwlum liburan usai, mereka sudah berharap berjumpa dengan teman-temannya & menukmati bangku sekolah kembali. Namun surat edaran dari wali kota memupus asa mereka. Pembelajaran untuk semester dua tetap dalam jaringan alias PJJ.

Ada positif & negatifnya ketika harus PJJ. Dari segi posutif, anak mempunyai waktu luang yg banyak untuk dapat mengembangkan kreatifitasnya mengembangkan kemampuan lain yg dimiliki. Ada waktu pula untuk belajar hal lain yg belum dikuasai, intensitas bersama orang tua makin terjaga, mereka penuh dalam supervisi orang tua,

Dampak negatif pun akan ada mengiringi mungkin tidak semua orang tua mengalami tetapi pasti ada. Dampak negatif itu antara lain, bermain gawai yg berlebihan, disiplin mengerjakan tugas mulai kendor, pengeluaran biaya lebih banyak untuk kuota. Tidak dapat mengerjakan kegiatan pembelajaran yg sifatnya berkelompok, menyepelwhkan waktu belajar, kurang interaksi dwngan teman, berlomba bermain di dunia maya atau sosial media.

Kerinduan anak-anak untuk belajar dengan sistem tatap muka sebenarnya bukan cuma rindu menerima pelajaran langsung dari guru, selain itu mereka rindu berjumpa dengan teman-temannya. Interaksi secara virtual mungkin menyenangkan tetapi makin hari makin membosankan. Bayangkan bila mereka terkurung terus di dalam rumah, cuma berjumpa dengan orang yg sama. Walau berbagai hiburan virtual menjanjikan tidak akan dapat mengubah kebiasaan manusia yg lebih bahagia berkomunikasi secara langsung.

Bahkan satu atau dua jam pertemuan untuk menyampaikan ilmu saja masih ditiadakan demi kesehatan. Sedang orang tua & siswa memerlukan diadakannya pembelajaran dengan tatap muka. Setidaknya untuk olah raga.

Selama satu tahun pelajaran olah raga cuma berlangsung secara virtual, bagaimana dapat menyehatkan anak-anak. Kita dapat melihat pemandian biasa tetap ramai, tempat wisata juga masih banyak orang. Kalau berpikir membuka fasilitas biasa karena alasan ekonomi. Mengapa fasilitas belajar tidak diizinkan demi pendidikan?

Banyak akhirnya orang tua murid mencari bimbingan belajar, untuk menolong kerja orang tua selama masa belajar di rumah. Bukan orang tua tidak dapat mengajari tetapi anak-anak cenderung lebih disiplin bila diajari orang lain, selain mengalihkan aktivitas mereka dari gawai.

Masyarakat selaku orang tua, barharap ada solusi tepat untuk para pelajar, tidak mungkin seterusnya akan dilakukan belajar dalam jaringan, bagaimana dengan siswa sekolah kejuruan yg wajib praktik?
Bagi anak sekolah dasar dua atau tiga jam masuk sekolah bergantian itu sangat berarti. Mengapa ada berita ancaman lencopotan jabagan sebagai kepala sekolah bila tetap mengerjakan pembelajaran dengan tatap muka? (entah benar entah hoax)

Bagi beberapa orang mudah menghadapi anak-anaknya ketika belajar di rumah, dengan prinsip tanpa gawai, mereka dapat memakai komputer & menonton TV sebagai hiburan. Coba dilirik ke belakang, tidak semua orang mempunyai komputer di rumahnya, tidak semua orang mempunyai televisi, & kalaupun ada acaranya full sinetron & berita politik.

Setiap hari orang tua berjibaku dengan sifat anak yg harap sering dituruti kemauannya, berbagai tip sudah disebar untuk orang tua, tetapi bila cuma sisi orang tua saja yg memahami tetap akan tidak sejalan. Seandainya anak datang ke sekolah beberapa jam cuma mendapat nasehat & motivasi belajar dari guru mungkin akan tertanam & diingat.
Korona memang tidak main-main tetapi tidak ada salahnya bila dapat bersahabat dengan keadaan itu. Agar pikiran tetap jernih & sehat, waspada perlu tetapi hindari rasa takut yg berlebihan.

Semoga ada kemudahan dalam menyelesaikan masalah ini, belajar & beradabtasi dengan keadaan adalah hal terpenting, baik dari jaman dahulu hingga saat ini. Menekankan sabar & tenang menghadapi segala masalah, adalah kunci utama melewati masa sulit.


Salam



Januari, 07012021
Tulisan perdana di tahun ini, opini sendiri
sumber gambar pixabah Hari ini 08:28
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.