• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Dilema Pengemudi Transportasi Online

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0


Dilema Pengemudi Transportasi Online
ilustrasi transportasi online (google.com)​

SAHABATKASKUS - Sebuah pendapat biasanya didasarkan pada data data pendukung, untuk menguatkan pendapat tersebut,
Dithread kali ini saya akan mengemukakan sebuah pendapat yg dasarnya cuma pada kebingungan atas situasinya.
Dimana orang orang yg terlibat begitu banyak, & pendiri kegiatan tersebut banyak diapresiasi.
Saya tidak dapat paham dikarenakan saya tidak ada dasar pengetahuan atau pendidikan dibidang ekonomi, jadi saya harap dari thread ini ada yg paham soal ekonomi & sejenisnya dapat meluruskan apa yg jadi pendapat atas kebingungan yg saya rasakan.

Transportasi online, itulah yg jadi pembahasan kali ini, sebenarnya kebingungan saya itu dimulai dari mulai berkembangnya transportasi online, semakin bingung lagi setelah pendiri salah satu transportasi online mendapat apresiasi atas prestasinya.

Kebingungan itu dimulai ketika awal sekali seorang teman lama mengajak untuk ikut bergabung sebagai kawan transportasi online, diawal pembicaraan saya tertarik juga, apalagi seolah sifatnya tidak terikat, jadi saya beranggapan boleh jugalah ini.
Sebab hitungan sederhana saya (maklum bukan ekonom hehehehe) kalaulah saya berangkat kerja melalui sebuah jalan yg ada orang mau ikut & membayar (bukan nebeng hehehehe) tentulah itu menguntungkan setidaknya perjalanan saya sendiri artinya dibiayai untuk bahan bakarnya, ya cuma sesederhana itu sih pemikiran saya.

Namun setelah akan ikut mendaftar sebagai kawan ternyata banyak aturan yg berlaku, artinya ini sedikit membingungkan karena sebagai kawan namun pekerjaan nya diatur & dimonopoli dalam pelaksanaannya. Maksudku kan semestinya untuk sebuah kemitraan ada nilai yg sama dalam kemitraan ini, namun saya lihat seperti ada keharusan untuk mengantarkan pelanggan yg sudah diatur oleh pihak perusahaan.
Kalau seperti itu dalam hitungan sederhana saya tentulah tidak menguntungkan buat pengemudi.

Akhirnya saya urung mendaftar, & teman saya yg menemani untuk saya mendaftar bertanya kenapa tidak jadi ?, Agar tidak menyinggung perasaan waktu itu saya alasan tiba tiba ditelepon perusahaan tempat saya kerja ada emergency, gitu aja saya hinggakan. Dan sepertinya hal itu dimaklumi nya.

Namun belakangan dia sering mempertanyakan kapan jadi daftar, & sering menunjukkan kalau ia dapat pemasukan sekitar satu jutaan perhari (pada waktu itu transportasi online belum seramai sekarang). Saya tetap tidak tertarik hingga akhirnya dia tak pernah menghubungi lagi mungkin sebal kesaya atau gimana.

Ke tidak tertarikan saya adalah karena, dengan jumlah yg didapat tersebut dikurangi jumlah operasional kendaraan bergerak rasanya tidak menguntungkan, saya sudah hinggakan kalau itu sepertinya tidak menguntungkan kan nilainya apalagi belum dikurangi modal, tetapi teman saya mengatakan kalau bahan bakar cuma habis sekitar 200 ribuan katanya (mobil teman saya ini LCGC).
Saya tidak berargumen lanjut karena dapat aja jadi ribut dengan teman sendiri.
Karena kalau saya sih kalkulasi modal bukan cuma bahan bakar, tetapi kehausan ban , & jam kerja oli serta jam kerja mesin.

Saya rasa hal itu tidak menguntungkan sama sekali kepada pengemudi transportasi online tersebut, tetapi sangat menguntungkan untuk pelanggan transportasi online sendiri.
Sementara pengemudi transportasi online akhirnya akan terbelenggu dilingkaran pekerjaan itu, kendaraannya hancur lalu beli kredit lagi kerja banting tulang bayar kredit kendaraan yg bakal jadi kendaraan hancur.

Jadi hingga saya tulis thread ini saya masih bingung bagaimana sih hitungannya dianggap menguntungkan pekerjaan transportasi online itu.
Apakah IFers ada yg dapat menjelaskan bagaimana hitung hitungannya kalau transportasi online itu menguntungkan buat pengemudi nya.


emoticon-Rate 5 Star
+
emoticon-Blue Guy Cendol (L)

Rate - Cendol​


Penulis sutanjuga
Referensi : pengalaman pribadi
Gambar : Google​
Hari ini 18:49
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.