Dilarang Berlayar di Laut Jawa, Sumatera,dan Kalimantan
Selasa, 02/01/2007
TUBAN (SINDO) – Menteri Perhubungan (Menhub) Hatta Radjasa mengeluarkan maklumat larangan untuk berlayar bagi kapal di perairan Laut Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.
Maklumat ini keluar setelah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Senopati Nusantara akibat cuaca buruk. Sementara data terakhir hingga tadi malam, sebanyak 199 penumpang KM Senopati berhasil ditemukan, sementara 429 lainnya masih hilang. Menurut Hatta, maklumat itu dikeluarkan setelah adanya rekomendasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) yang mengatakan bahwa cuaca perairan tidak aman untuk berlayar.
”Kita sudah keluarkan dan melarang kapal berlayar, kecuali kalau cuaca sudah membaik,” katanya saat meninjau evakuasi KM Senopati di Tuban,kemarin. Hatta menjelaskan, pelarangan itu akan berlaku hingga 6 Januari 2007 mendatang. Bahkan,dalam maklumat itu,beberapa daerah sudah disebut termasuk risiko tinggi untuk dilayari.Daerah itu termasuk sepanjang Laut Jawa,Sumatera,Kalimantan,dan Sulawesi.”
Semua daerah sudah didata untuk pelarangan itu,” tegasnya. Mengenai tenggelamnya KM Senopati, Menhub mengatakan dugaan sementara murni karena cuaca yang buruk. Hal itu sesuai dengan keterangan penumpang dan pemilik kapal. Meski demikian, pihaknya telah menerjunkan Tim KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) untuk melakukan investigasi.”Kita sudah terjunkan KTNT. Dan kita tunggu hasilnya,”tegas Hatta.
Hatta menegaskan, total penumpang yang tercatat sesuai tiket adalah 545, tetapi ada tiga orang tidak berangkat dan membatalkan berlayar. Jumlah itu ditambah dengan 54 kru kapal serta 29 orang sopir dan kernet. ”Jadi total sebanyak 628 orang,” terangnya. Menurut Ketua KNKT Setio Rahardjo, dari total keseluruhan penumpang sebanyak 545 orang ditambah 83 kru kapal, 199 berhasil ditemukan.
”Masih ada 429 orang yang belum ditemukan. Dari 83 kru kapal, yang baru diketahui selamat sebanyak dua orang. Satu orang kru yang selamat berada di Rembang, kondisinya kurang baik, lalu seorang lagi di Semarang dalam kondisi yang baik,”jelas Setio kepada SINDO. Menurut Setio,KNKT bersama SAR terus mencari korban-korban lainnya yang belum ditemukan.
Sementara itu, Kepala Subbidang Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Pusat Ahmad Zakir membenarkan bahwa berdasarkan pantauan BMG, akan terjadi badai buruk di beberapa laut di Indonesia. Badai yang terjadi berupa gelombang pasang setinggi 2,5 meter yang sangat rawan bagi kapal-kapal yang berlayar di laut. Karena itu, dia merekomendasikan semua jenis kapal ukuran apa pun agar tidak beroperasi di laut-laut hasil pantauan BMG.
Dia menyebutkan, beberapa laut yang berbahaya antara lain Laut Jawa, Flores, Natuna, Pantai Selatan Jawa, Pantai Selatan Nusa Tenggara, Lampung Selatan, Selat Karimata, perairan utara Papua, Laut Maluku, Halmahera, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Selat Sunda. ”Berdasarkan pantauan akan terjadi gelombang pasang setinggi 2,5 meter.Karena itu,BMG meminta kapal-kapal dengan ukuran apa pun agar tidak berlayar,” katanya. Dia menambahkan, perkiraan kondisi ini akan terjadi sejak 30 Desember hingga 6 Januari mendatang. Kondisi berikutnya,BMG akan melakukan pemantauan kembali guna memastikan perkembangan yang terjadi.
sumber : Koran SINDO, Satu Koran Segala Berita - Dilarang Berlayar di Laut Jawa, Sumatera,dan Kalimantan
Selasa, 02/01/2007
TUBAN (SINDO) – Menteri Perhubungan (Menhub) Hatta Radjasa mengeluarkan maklumat larangan untuk berlayar bagi kapal di perairan Laut Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.
Maklumat ini keluar setelah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Senopati Nusantara akibat cuaca buruk. Sementara data terakhir hingga tadi malam, sebanyak 199 penumpang KM Senopati berhasil ditemukan, sementara 429 lainnya masih hilang. Menurut Hatta, maklumat itu dikeluarkan setelah adanya rekomendasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) yang mengatakan bahwa cuaca perairan tidak aman untuk berlayar.
”Kita sudah keluarkan dan melarang kapal berlayar, kecuali kalau cuaca sudah membaik,” katanya saat meninjau evakuasi KM Senopati di Tuban,kemarin. Hatta menjelaskan, pelarangan itu akan berlaku hingga 6 Januari 2007 mendatang. Bahkan,dalam maklumat itu,beberapa daerah sudah disebut termasuk risiko tinggi untuk dilayari.Daerah itu termasuk sepanjang Laut Jawa,Sumatera,Kalimantan,dan Sulawesi.”
Semua daerah sudah didata untuk pelarangan itu,” tegasnya. Mengenai tenggelamnya KM Senopati, Menhub mengatakan dugaan sementara murni karena cuaca yang buruk. Hal itu sesuai dengan keterangan penumpang dan pemilik kapal. Meski demikian, pihaknya telah menerjunkan Tim KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) untuk melakukan investigasi.”Kita sudah terjunkan KTNT. Dan kita tunggu hasilnya,”tegas Hatta.
Hatta menegaskan, total penumpang yang tercatat sesuai tiket adalah 545, tetapi ada tiga orang tidak berangkat dan membatalkan berlayar. Jumlah itu ditambah dengan 54 kru kapal serta 29 orang sopir dan kernet. ”Jadi total sebanyak 628 orang,” terangnya. Menurut Ketua KNKT Setio Rahardjo, dari total keseluruhan penumpang sebanyak 545 orang ditambah 83 kru kapal, 199 berhasil ditemukan.
”Masih ada 429 orang yang belum ditemukan. Dari 83 kru kapal, yang baru diketahui selamat sebanyak dua orang. Satu orang kru yang selamat berada di Rembang, kondisinya kurang baik, lalu seorang lagi di Semarang dalam kondisi yang baik,”jelas Setio kepada SINDO. Menurut Setio,KNKT bersama SAR terus mencari korban-korban lainnya yang belum ditemukan.
Sementara itu, Kepala Subbidang Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Pusat Ahmad Zakir membenarkan bahwa berdasarkan pantauan BMG, akan terjadi badai buruk di beberapa laut di Indonesia. Badai yang terjadi berupa gelombang pasang setinggi 2,5 meter yang sangat rawan bagi kapal-kapal yang berlayar di laut. Karena itu, dia merekomendasikan semua jenis kapal ukuran apa pun agar tidak beroperasi di laut-laut hasil pantauan BMG.
Dia menyebutkan, beberapa laut yang berbahaya antara lain Laut Jawa, Flores, Natuna, Pantai Selatan Jawa, Pantai Selatan Nusa Tenggara, Lampung Selatan, Selat Karimata, perairan utara Papua, Laut Maluku, Halmahera, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Selat Sunda. ”Berdasarkan pantauan akan terjadi gelombang pasang setinggi 2,5 meter.Karena itu,BMG meminta kapal-kapal dengan ukuran apa pun agar tidak berlayar,” katanya. Dia menambahkan, perkiraan kondisi ini akan terjadi sejak 30 Desember hingga 6 Januari mendatang. Kondisi berikutnya,BMG akan melakukan pemantauan kembali guna memastikan perkembangan yang terjadi.
sumber : Koran SINDO, Satu Koran Segala Berita - Dilarang Berlayar di Laut Jawa, Sumatera,dan Kalimantan

