• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Dilahirkan Manusia, di Asuh Sosial Media

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Dilahirkan Manusia, di Asuh Sosial Media


Tak perlu narasi basa basi, kami langsung saja pada point. Terkait perilaku masyarakat kita, dalam penggunaan sosial media yg cenderung kebablasan. Ibaratnya OKB (Orang Kaya Baru) yg over konsumtive & harap sering tampil menunjukan eksistensinya, dengan cara apa pun, bahkan dengan cara yg paling norak sekalipun.

Misalnya, rasan-rasan di sosmed. Membuat postingan cuma berdasarkan rasa tidak suka, iri hati, dengki, yg pada akhirnya muncul prasangka-prasangka. Tanpa mempedulikan fakta & kebenarannya, yg penting posting supaya terlihat eksis & seolah-olah harap menunjukan "Saya Benar". Bahkan seorang tokoh agama sekalipun di curigai tanpa mencari-cari tau kebenaran & faktanya. Ketika di tegur, alasannya "ini kan kritik, kalau gak mau di kritik ya jangan bla, bla, bla. Mirisnya, kritik tak berlandaskan berfikir kritis. Ironinya hal-hal seperti ini dianggap hal biasa.

Akhirnnya, demi eksistensinya di sosmed, nilai-nilai yg diajarkan oleh orang tua & guru dikesampingkan, ini yg dinamakan manusia yg dilahirkan oleh manusia di didik sosial media. Yang penting eksis, persoalan nilai-nilai, itu urusan nanti. Begitulah kira-kira. Apalagi soal urusan Pilkada, dapat isu langsung lempar ga urus fakta & kebenarannya.

Demi keberpihakan & eksistensi, misal: soal upacara kemarin yg diselenggarakan salah satu pesantren yg dikomentari miring oleh beberapa akun di satu grup Facebook terpopuler di Situbondo. Sebelumnya, diketahui ada suatu postingan yg memuat dokumentasi foto upacara bendera memperingati HUT RI ke-75 di sebuah pesantren yg dihadiri oleh beberapa pejabat penting yg rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Namun, postingan tersebut ditanggapi miring oleh beberapa akun yg harap menggiring opini miring & cenderung memojokkan pesantren. Kemungkinan ini bentuk sentimen atau pengaruh iklim politik di Situbondo.

"Kolom Komentar yg awalnya untuk bertegur sapa, melepas rindu, & silaturahmi. Berubah jadi mimbar caci maki, menebar benci, & ada yg berujung jeruji" ~ Front Detngodethen Situbendeh.
Hari ini 13:27
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.