• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Dikit-Dikit Kok Kena Mental?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Dikit-Dikit Kok Kena Mental?


Cangkeman.net -Cuma dicengin teman tongkrongan kok langsung mental ilness, kerja lembur, dimarahin bos, langsung ngerasa burn out butuh healing. Lagi nongkrong eh disuruh pulang sama ortu, langsung ngecap toxic parent. Giliran lagi cape terus disemangatin dikira toxic positifity. Etdahh nih orang pada kenapa sih yah.

Istilah-istilah di atas itu enggak dapat untuk langsung didiagnosikan kepada anda sendiri atau orang lain. Kalau emang punya masalah mental yah ada ahlinya seperti psikiater, misalnya. Nah datengin tuh ahlinya buat konsultasi, baru tuh anda dapat tau mental anda bermasalah atau enggak.

Makanya heran aja sama orang-orang yg dikit-dikit mental ilness cuma karena dibecandain teman masalah sepele itu biasanya becandanya gimana sih?

Efek dari diagnosis serampangan macam itu adalah timbulnya dogmatis yg dangkal & prematur. Cobadah lebih mengenal lingkungan kalian biar enggak dikit-dikit ngerasa kena mental. Kalaupun emang lingkunganmu gak baik yah dapat langsung tinggalin aja. Begitu juga dengan orang tua. Ajak ngobrol mereka baik-baik. Bangun kepercayaan mereka padamu. Jangan-jangan bukan orang tua anda yg toxic, tetapi kamunya aja yg enggak bertanggung jawab.

Kalau semua hal didiagnosikan serampangan seperti itu, yg ada malah anda merasa & akhirnya berperilaku seperti kondisi yg sebenarnya. Padahal kalau benar-benar didiagnosa juga perlu banyak faktor untuk memutuskan anda kenapa.

Arus sosial media yg semakin kencang juga harus diimbangi dengan pencerahan dalam kehidupan bersosial di dunia nyata. Kita juga harus memiliki peran & kepekaan kepada lingkungan sekitar supaya terbiasa dengan berbagai realitas hiruk pikuk dunia. Yah ga jenaka aja masa di dunia maya berhahahihi asik tetapi di dunia nyata jadi orang yg kaku & tak peduli kepada sekitar serta gampang tersinggungan.

Tulisan ini ditulis oleh Emrestu di Cangkeman pada tanggal 27 Januari 2022.
Hari ini 12:26
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.