Satu1bet
IndoForum Banned
- No. Urut
- 282831
- Sejak
- 27 Mar 2014
- Pesan
- 1
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 1
Sudah beberapa kali kita bercerita tentang masalah kegemukan, tetapi belum sekalipun kita bercerita tentang bagaimana mengatasi kegemukan tersebut. Banyak cara yang dikatakan dapat mengatasi kegemukan, antara lain dengan pengaturan diet, dengan melakukan berbagai jenis senam dan olahraga, dengan mempergunakan alat-alat tertentu dan lain sebagainya. Begitu banyak alat yang dikatakan dapat mengurangi kegemukan ini, tanpa harus bersusah payah menguras tenaga dengan berolahraga atau menahan diri dengan diet yang ketat. Berbagai iklan tentang penggunaan alat-alat seperti ini dapat dilihat melalui surat kabar, majalah ataupun TV. Banyak janji yang dikemuk akan, banyak kemudahan yang dikatakan dapat mengurangi kegemukan tersebut, tetapi bagaimanapun kita harus berhati-hati dalam penggunaan alat-alat tadi. Anda harus siap untuk kecewa, kalau sekiranya hasil yang anda peroleh tidaklah seperti yang digambarkan dalam iklan-iklan tadi. Kalau dulunya kegemukan merupakan suatu lambang kemakmuran dan merupakan suatu kebanggaan, rasanya sekarang tidak lagi demikian. Bukan saja karena orang sudah tahu tentang penyakit-penyakit yang berkaitan erat dengan kegemukan, disertai dengan risiko yang mungkin ditimbukannya, tetapi juga memang sekarang ini kegemukan sendiri sudah dianggap mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kegemukan akan menghalangi gerakan yang cepat dan lincah, kesukaran ketika naik maupun turun tangga, kesulitan ketika berada dikendaraan umum, dan lain sebagainya. Bukan itu saja, kegemukan khususnya bagi kalangan kaum wanita, sudah dianggap sangat tidak menyenangkan dari segi penampilan dan estetika.
Jadi orang sekarang sudah ingin menurunkan berat badannya, disamping kuatir akan penyakit-penyakit yang diakibatkan kegemukan, atau agar lebih mudah bergerak melakukan aktivitas, tetapi juga agar kelihatan lebih menarik dan lebih serasi dalam penampilannya.
Jenis kegemukan
Jenis kegemukan dapat dilihat dari penimbunan lemak di daerah tertentu dari tubuh kita. Banyaknya penimbunan lemak ini diukur dari lingkar dada, lingkar lengan, lingkar paha, selain juga dengan mengukur berat badan dan tinggi badan seseorang.
Dari pengukuran inilah kita dapat membagi kegemukan itu atas:
1. Kegemukan eksogen
Kegemukan jenis yang satu ini bisanya disebabkan oleh faktor-faktor diluar tubuh, misalnya disebabkan oleh masukan makanan yang berlebihan. Dengan demikian kebutuhan akan kalori jauh dari kebutuhan tubuh yang semestinya, sehingga terjadi penumpukan lemak dibagian tubuh tertentu yang menyebabkan kegemukan itu.
Pada jenis kegemukan eksogen ini timbunan lemak selalu kelihatan dibagian atas tubuh kita, mulai dari bagian perut terus keatas atau juga dibagian pinggul luar.
2. Kegemukan endogen
Dalam hal ini kegemukan terjadi bukan saja oleh karena masuknya makanan secara berlebihan, tetapi juga disebabkan adanya faktor-faktor dalam tubuh sendiri yang berperan menambah kegemukan tadi, Faktor tersebut misalnya factor hormonal, faktor genetik/faktor keturunan dan sebagainya.
Diet mengatasi kegemukan
Salah satu cara yang paling baik untuk mengatasi kegemukan, adalah dengan pengaturan diet. Dengan pengaturan diet ini, bukan saja kegemukan dapat diatasi, tetapi juga diharapkan dengan cara ini tidak akan menyebabkan suatu hal apapun yang bisa merugikan tubuh. Tetapi tentunya pengaturan diet ini tidak bisa sembarangan, sehingga bukan saja akan menyebabkan badan kita menjadi kurus kering, tetapi juga kesehatan kita bisa sangat terganggu.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kita mencoba menurunkan berat badan, untuk mengurangi kegemukan tersebut dengan cara diet.
Hal-hal yang harus diperhatikan itu, antara lain :
1. Zat gizi yang kita makan harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Yang dikurangi adalah jumlah kalori yang masuk yang umumnya berasal dari makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak.
2. Walaupun kita melakukan diet, seharusnya makanan yang dihidangkan memenuhi selera dan kebiasaan makanan sehari-hari. Jangan pula karena melakukan diet ini makanan yangdihidangkan itu-itu saja, tanpa penampilan atau bentuk yang menarik lagi.
3. Jangan sekali-sekali kita melakukan diet sedemikian ketatnya, sehingga kita menjadi terlalu lapar atau menjadi terlalu letih dan lelah.
4. Bagaimanapun diet yang harus dijalankan, seharusnyalah bahan yang dipakai merupakan bahan yang mudah didapatkan dimana-mana. Jangan dipakai bahan atau jenis makanan yang langka, yang sukar didapatkan dipasar -pasar.
5. Suatu hal yang juga harus diperhatikan, bahwa dengan diet ini kita bukan menyiksa tubuh dengan mengurangi makan. Tujuan melaksanakan diet ini bukan saja untuk mengurangi berat badan, tetapi juga untuk memperbaiki kesehatan secara keseluruhan. Dengan diet yang kita lakukan jangan sampai timbulpenyakit yang lain, seperti misalnya penyakit maag, penyakit kurang darah, tekanan darah menjadi rendah, dan lain sebagainya.
Ada beberapa jenis diet yang dapat dilakukan untuk mengatasi kegemukan ini, seperti :
Diet puasa
Diet ini merupakan cara yang paling efektip dalam menurunkan berat badan yang berlebihan, apalagi kalau cara pengobatan yang lainnya untuk mengatasi kegemukan tadi sudah tidak berhasil. Tetapi apa yang dikatakan sebagai diet puasa ini, tidaklah sama dengan tata cara puasa yang selama ini pernah kita lakukan. Bahkan karena diet puasa ini sedemikian ketatnya, penderita sebaiknya mendapat perawatan yang intensif dirumah sakit.
Diet puasa ini sendiri terdiri dari 2 jenis :
1. Puasa penuh
Dengan puasa penuh bukanlah berarti bahwa penderita tidak makan atau tidak minum sama sekali. Dengan diet puasa penuh ini jumlah kalori yang diberikan bisa sampai nol kkal/harinya, artinya makanan yang diberikan sedemikian komposisinya, sehingga sama sekali tidak mempunyai nilai kalori apapun. Untuk itu tahapan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Kepada penderita mula-mula diberikan diet dengan jumlah kkal/harinya selama 2-5 hari. Jumlah kalori ini sudahlebih kecil dari kebutuhan normal setiap hari, untuk melihat bagaimana reaksi tubuh penderita dengan pengurangan kalori yang masuk. Bila tidak didapatkan hal-hal yang mengkhawatirkan maka diet selanjutnya dapat dilakukan.
b. Diberikan suatu jenis diet yang sama sekali tidak mengandung nilai kalori/enersi, nilai kalorinya adalah 0 kkal/hari. Jenis makanan seperti ini hanya mengandung vitamin, mineral dan air semata-mata. Terkadang boleh pula diberikan teh atau kopi tanpa gula sama sekali. Diet seperti ini bisa diberikan selama 2- 3 minggu, selama tidak didapatkan efek samping yang tidak diharapkan.
c. Diberikan sejenis diet dengan jumlah kalori yang ditingkatkan secara berangsur-angsur sebanyak 600 kkal/hari, sampai penderita dapat mengikutinya dengan baik. Jika sekiranya dengan tahapan ini berat badan yang diinginkan belum lagi tercapai, maka setelah beberapa hari dilakukan diet dengan 600 kkal/hari, ulangi lagi diet 0 kkal/hari selama 2-3 minggu, lalu kembali berangsur – angsur dengan diet sampai 600 kkal/hari dan seterusnya.
2. Diet puasa tidak sepenuhnya
Diet yang berikut ini diberikan untuk menghindarkan kerusakan jaringan tubuh yang berlebihan. Diet yang diberikan sampai mengandung 0 kkal/harinya seperti pada diet puasa penuh yang diatas. Untuk itu langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Mula-mula diberikan kepada penderita makanan yang mengandung sekitar 1500 kkal/hari selama 2-5 hari, untuk melihat bagaimana reaksinya dengan penurunan jumlah kalori makanan ini. Jika reaksi penderita sama sekali tidak mengkuatirkan maka langkah berikutnya dapat dijalankan.
b. Diberikan makanan yang mengandung enersi sekitar 120 -400 kkal/ hari, yang berasal dari zat gizi protein 40 – 10 gram/ hari atau 1,5 g/ kg berat badan. Makanan yang diberikan dapat dalam bentuk daging yang tidak berlemak, ayam yang tidak berlemak ataupun berbagai jenis ikan. Diet seperti ini dilakukan selama 2-3 minggu. Bila berat badan yang normal seperti yang diinginkan sudah tercapai, maka jumlah energi yang diberikan ditingkatkan secara berangsur-angsur, sesuai kebutuhan yang diperlukan. Bila berat badan yang diinginkan belum tercapai, ulangi lagi prosedur diet ini sejak semula dan setelah itu beristirahat beberapa hari.
Dengan diet puasa ini, penurunan berat badan bisa tercapai lebih cepat dalam waktu yang relatip singkat, sehingga penderita akan bisa melihat hasilnya tidak terlampau lama pula. Begitupun ada beberapa efek samping yang mungkin timbul, apalagi dengan puasa penuh tadi, seperti misalnya : perasaan lemah, sakit kepala, tidak bisa buang air besar, penurunan tekanan darah ataupun bangkitnya penyakit rematik dan timbulnya anemia.
Disamping itu bisa pula timbul gangguan psikis seperti mudah tersinggung, mudah marah dan depresi. Diet puasa seperti ini tidak dapat pula dilakukan untuk menurunkan berat badan pada anak-anak yang terlalu gemuk.
Diet rendah kalori berimbang
Dengan diet rendah kalori dan berimbang ini diharapkan penurunan berat badan bisa berlangsung secara perlahan-lahan, sekitar 0,5-1 kg/minggunya. Diet ini masih mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh, tetapi tentunya dengan jumlah kalori yang lebih kecil, bisa sampai 12% dari total jumlah kalori yang normal.
Perbandingan pemberian zat gizi adalah sebagai berikut :
1. Protein diberikan dalam jumlah sekitar 20% dari jumlah energi yang diberikan.
2. Karbohidrat 45-55% dari total kalori, terutama berupa karbohidrat kompleks yang bisa diperoleh dari kentang, roti, jagung ataupun gandum. Gula sederhana ataupun gula murni seperti yang didapatkan dalam gula pasir, gula tebu ataupun gula merah dan pemakaian alkohol, harus dihindarkan.
3. Sisa kalori yang selebihnya sekitar 30% dari jumlah kalori total yang dibutuhkan, diberikan dalam bentuk lemak. Batasi pemberian mentega dan minyak kelapa. Kalau perlu ganti dengan jenis minyak yang mengandung lemak tidak jenuh, seperti minyak jagung, minyak kacang tanah ataupun minyak kedele.
Dengan melakukan diet seperti ini yang juga berarti penurunan konsumsi makanan sehari-hari, kemungkinan besar jumlah vitamin dan mineral akan kurang dari kebutuhan. Karenanya dianjurkan pula untuk menelan vitamin B-kompleks atau vitamin C dan vitamin lainnya dengan dosis yang cukup setiap harinya.
Di samping itu ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan dengan diet rendah kalori dan berimbang ini, antara lain :
- Makanan tetap diberikan 3 kali sehari seperti biasanya.
- Hindari makanan kudapan diantara waktu makan yang telah dijadwalkan. Makanan kudapan seperti inilah yang biasanya mengandung kalori dengan jumlah yang tinggi, sehingga keberhasilan diet ini menjadi terganggu.
- Penderita diberikan pengertian dengan baik tentang jenis makanan yang mempunyai kalori yang rendah yang baik untuk penurunan berat badannya.
- Sebagai bahan pengganti untuk gula dapat diberikan berbagai jenis gula yang mengandung kalori yang rendah atau sama sekali tidak mengandung kalori. Gula jenis ini banyak dijual dipasar dengan berbagai jenis nama dan merek, seperti yang bisa anda lihat melalui iklan-iklan. Dapat pula dipakai sakarin (kepala gula) sebagai pengganti gula pasir yang biasa, dimana kadar manisnya sakarin ini 500 kali lebih manis dari gula biasa.
Diet rendah kalori dan berimbang ini, sebaiknya disertai pula dengan peningkatan makanan yang mengandung serat dalam jumlah yang besar. Serat banyak didapatkan dalam berbagai jenis sayuran buah-buahan dan kacang-kacangan beserta hasil olahannya seperti tahu dan tempe. Jenis sayuran dan buah-buahan seperti tomat, tauge atau ketimun dapat pula dikonsumsi dalam jumlah yang besar tanpa harus menghitung jumlah kalorinya.
Kegemukan akan menghalangi gerakan yang cepat dan lincah, kesukaran ketika naik maupun turun tangga, kesulitan ketika berada dikendaraan umum, dan lain sebagainya. Bukan itu saja, kegemukan khususnya bagi kalangan kaum wanita, sudah dianggap sangat tidak menyenangkan dari segi penampilan dan estetika.
Jadi orang sekarang sudah ingin menurunkan berat badannya, disamping kuatir akan penyakit-penyakit yang diakibatkan kegemukan, atau agar lebih mudah bergerak melakukan aktivitas, tetapi juga agar kelihatan lebih menarik dan lebih serasi dalam penampilannya.
Jenis kegemukan
Jenis kegemukan dapat dilihat dari penimbunan lemak di daerah tertentu dari tubuh kita. Banyaknya penimbunan lemak ini diukur dari lingkar dada, lingkar lengan, lingkar paha, selain juga dengan mengukur berat badan dan tinggi badan seseorang.
Dari pengukuran inilah kita dapat membagi kegemukan itu atas:
1. Kegemukan eksogen
Kegemukan jenis yang satu ini bisanya disebabkan oleh faktor-faktor diluar tubuh, misalnya disebabkan oleh masukan makanan yang berlebihan. Dengan demikian kebutuhan akan kalori jauh dari kebutuhan tubuh yang semestinya, sehingga terjadi penumpukan lemak dibagian tubuh tertentu yang menyebabkan kegemukan itu.
Pada jenis kegemukan eksogen ini timbunan lemak selalu kelihatan dibagian atas tubuh kita, mulai dari bagian perut terus keatas atau juga dibagian pinggul luar.
2. Kegemukan endogen
Dalam hal ini kegemukan terjadi bukan saja oleh karena masuknya makanan secara berlebihan, tetapi juga disebabkan adanya faktor-faktor dalam tubuh sendiri yang berperan menambah kegemukan tadi, Faktor tersebut misalnya factor hormonal, faktor genetik/faktor keturunan dan sebagainya.
Diet mengatasi kegemukan
Salah satu cara yang paling baik untuk mengatasi kegemukan, adalah dengan pengaturan diet. Dengan pengaturan diet ini, bukan saja kegemukan dapat diatasi, tetapi juga diharapkan dengan cara ini tidak akan menyebabkan suatu hal apapun yang bisa merugikan tubuh. Tetapi tentunya pengaturan diet ini tidak bisa sembarangan, sehingga bukan saja akan menyebabkan badan kita menjadi kurus kering, tetapi juga kesehatan kita bisa sangat terganggu.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kita mencoba menurunkan berat badan, untuk mengurangi kegemukan tersebut dengan cara diet.
Hal-hal yang harus diperhatikan itu, antara lain :
1. Zat gizi yang kita makan harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Yang dikurangi adalah jumlah kalori yang masuk yang umumnya berasal dari makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak.
2. Walaupun kita melakukan diet, seharusnya makanan yang dihidangkan memenuhi selera dan kebiasaan makanan sehari-hari. Jangan pula karena melakukan diet ini makanan yangdihidangkan itu-itu saja, tanpa penampilan atau bentuk yang menarik lagi.
3. Jangan sekali-sekali kita melakukan diet sedemikian ketatnya, sehingga kita menjadi terlalu lapar atau menjadi terlalu letih dan lelah.
4. Bagaimanapun diet yang harus dijalankan, seharusnyalah bahan yang dipakai merupakan bahan yang mudah didapatkan dimana-mana. Jangan dipakai bahan atau jenis makanan yang langka, yang sukar didapatkan dipasar -pasar.
5. Suatu hal yang juga harus diperhatikan, bahwa dengan diet ini kita bukan menyiksa tubuh dengan mengurangi makan. Tujuan melaksanakan diet ini bukan saja untuk mengurangi berat badan, tetapi juga untuk memperbaiki kesehatan secara keseluruhan. Dengan diet yang kita lakukan jangan sampai timbulpenyakit yang lain, seperti misalnya penyakit maag, penyakit kurang darah, tekanan darah menjadi rendah, dan lain sebagainya.
Ada beberapa jenis diet yang dapat dilakukan untuk mengatasi kegemukan ini, seperti :
Diet puasa
Diet ini merupakan cara yang paling efektip dalam menurunkan berat badan yang berlebihan, apalagi kalau cara pengobatan yang lainnya untuk mengatasi kegemukan tadi sudah tidak berhasil. Tetapi apa yang dikatakan sebagai diet puasa ini, tidaklah sama dengan tata cara puasa yang selama ini pernah kita lakukan. Bahkan karena diet puasa ini sedemikian ketatnya, penderita sebaiknya mendapat perawatan yang intensif dirumah sakit.
Diet puasa ini sendiri terdiri dari 2 jenis :
1. Puasa penuh
Dengan puasa penuh bukanlah berarti bahwa penderita tidak makan atau tidak minum sama sekali. Dengan diet puasa penuh ini jumlah kalori yang diberikan bisa sampai nol kkal/harinya, artinya makanan yang diberikan sedemikian komposisinya, sehingga sama sekali tidak mempunyai nilai kalori apapun. Untuk itu tahapan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Kepada penderita mula-mula diberikan diet dengan jumlah kkal/harinya selama 2-5 hari. Jumlah kalori ini sudahlebih kecil dari kebutuhan normal setiap hari, untuk melihat bagaimana reaksi tubuh penderita dengan pengurangan kalori yang masuk. Bila tidak didapatkan hal-hal yang mengkhawatirkan maka diet selanjutnya dapat dilakukan.
b. Diberikan suatu jenis diet yang sama sekali tidak mengandung nilai kalori/enersi, nilai kalorinya adalah 0 kkal/hari. Jenis makanan seperti ini hanya mengandung vitamin, mineral dan air semata-mata. Terkadang boleh pula diberikan teh atau kopi tanpa gula sama sekali. Diet seperti ini bisa diberikan selama 2- 3 minggu, selama tidak didapatkan efek samping yang tidak diharapkan.
c. Diberikan sejenis diet dengan jumlah kalori yang ditingkatkan secara berangsur-angsur sebanyak 600 kkal/hari, sampai penderita dapat mengikutinya dengan baik. Jika sekiranya dengan tahapan ini berat badan yang diinginkan belum lagi tercapai, maka setelah beberapa hari dilakukan diet dengan 600 kkal/hari, ulangi lagi diet 0 kkal/hari selama 2-3 minggu, lalu kembali berangsur – angsur dengan diet sampai 600 kkal/hari dan seterusnya.
2. Diet puasa tidak sepenuhnya
Diet yang berikut ini diberikan untuk menghindarkan kerusakan jaringan tubuh yang berlebihan. Diet yang diberikan sampai mengandung 0 kkal/harinya seperti pada diet puasa penuh yang diatas. Untuk itu langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Mula-mula diberikan kepada penderita makanan yang mengandung sekitar 1500 kkal/hari selama 2-5 hari, untuk melihat bagaimana reaksinya dengan penurunan jumlah kalori makanan ini. Jika reaksi penderita sama sekali tidak mengkuatirkan maka langkah berikutnya dapat dijalankan.
b. Diberikan makanan yang mengandung enersi sekitar 120 -400 kkal/ hari, yang berasal dari zat gizi protein 40 – 10 gram/ hari atau 1,5 g/ kg berat badan. Makanan yang diberikan dapat dalam bentuk daging yang tidak berlemak, ayam yang tidak berlemak ataupun berbagai jenis ikan. Diet seperti ini dilakukan selama 2-3 minggu. Bila berat badan yang normal seperti yang diinginkan sudah tercapai, maka jumlah energi yang diberikan ditingkatkan secara berangsur-angsur, sesuai kebutuhan yang diperlukan. Bila berat badan yang diinginkan belum tercapai, ulangi lagi prosedur diet ini sejak semula dan setelah itu beristirahat beberapa hari.
Dengan diet puasa ini, penurunan berat badan bisa tercapai lebih cepat dalam waktu yang relatip singkat, sehingga penderita akan bisa melihat hasilnya tidak terlampau lama pula. Begitupun ada beberapa efek samping yang mungkin timbul, apalagi dengan puasa penuh tadi, seperti misalnya : perasaan lemah, sakit kepala, tidak bisa buang air besar, penurunan tekanan darah ataupun bangkitnya penyakit rematik dan timbulnya anemia.
Disamping itu bisa pula timbul gangguan psikis seperti mudah tersinggung, mudah marah dan depresi. Diet puasa seperti ini tidak dapat pula dilakukan untuk menurunkan berat badan pada anak-anak yang terlalu gemuk.
Diet rendah kalori berimbang
Dengan diet rendah kalori dan berimbang ini diharapkan penurunan berat badan bisa berlangsung secara perlahan-lahan, sekitar 0,5-1 kg/minggunya. Diet ini masih mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh, tetapi tentunya dengan jumlah kalori yang lebih kecil, bisa sampai 12% dari total jumlah kalori yang normal.
Perbandingan pemberian zat gizi adalah sebagai berikut :
1. Protein diberikan dalam jumlah sekitar 20% dari jumlah energi yang diberikan.
2. Karbohidrat 45-55% dari total kalori, terutama berupa karbohidrat kompleks yang bisa diperoleh dari kentang, roti, jagung ataupun gandum. Gula sederhana ataupun gula murni seperti yang didapatkan dalam gula pasir, gula tebu ataupun gula merah dan pemakaian alkohol, harus dihindarkan.
3. Sisa kalori yang selebihnya sekitar 30% dari jumlah kalori total yang dibutuhkan, diberikan dalam bentuk lemak. Batasi pemberian mentega dan minyak kelapa. Kalau perlu ganti dengan jenis minyak yang mengandung lemak tidak jenuh, seperti minyak jagung, minyak kacang tanah ataupun minyak kedele.
Dengan melakukan diet seperti ini yang juga berarti penurunan konsumsi makanan sehari-hari, kemungkinan besar jumlah vitamin dan mineral akan kurang dari kebutuhan. Karenanya dianjurkan pula untuk menelan vitamin B-kompleks atau vitamin C dan vitamin lainnya dengan dosis yang cukup setiap harinya.
Di samping itu ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan dengan diet rendah kalori dan berimbang ini, antara lain :
- Makanan tetap diberikan 3 kali sehari seperti biasanya.
- Hindari makanan kudapan diantara waktu makan yang telah dijadwalkan. Makanan kudapan seperti inilah yang biasanya mengandung kalori dengan jumlah yang tinggi, sehingga keberhasilan diet ini menjadi terganggu.
- Penderita diberikan pengertian dengan baik tentang jenis makanan yang mempunyai kalori yang rendah yang baik untuk penurunan berat badannya.
- Sebagai bahan pengganti untuk gula dapat diberikan berbagai jenis gula yang mengandung kalori yang rendah atau sama sekali tidak mengandung kalori. Gula jenis ini banyak dijual dipasar dengan berbagai jenis nama dan merek, seperti yang bisa anda lihat melalui iklan-iklan. Dapat pula dipakai sakarin (kepala gula) sebagai pengganti gula pasir yang biasa, dimana kadar manisnya sakarin ini 500 kali lebih manis dari gula biasa.
Diet rendah kalori dan berimbang ini, sebaiknya disertai pula dengan peningkatan makanan yang mengandung serat dalam jumlah yang besar. Serat banyak didapatkan dalam berbagai jenis sayuran buah-buahan dan kacang-kacangan beserta hasil olahannya seperti tahu dan tempe. Jenis sayuran dan buah-buahan seperti tomat, tauge atau ketimun dapat pula dikonsumsi dalam jumlah yang besar tanpa harus menghitung jumlah kalorinya.
Terakhir disunting oleh moderator: