yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Ratusan warga Dusun Tugu, Desa Tugu, Kecamatan Sayung,Demak menggeruduk Pendopo Kabupaten Demak, Rabu (1/7). Mereka berunjuk rasa lantaran mencium adanya penyimpangan dalam pencairan beras raskin serta bantuan lain di desanya.
Dengan menumpang beberapa mobil pikup serta truk, mereka berangsur berdatangan.
Dalam aksinya, ratusan massa itu memprotes ketidakberesan pada pencairan beras miskin di desanya. Di sisi lain, mereka juga mempertanyakan penyaluran danang Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tidak optimal.
Menurut Koordinator Aksi, Ali Maskan, di Desa Tugu ada 465 RTS penerima raskin. Namun dari hasil pantauan pihaknya, setiap periode yang harusnya dibagikan 2925 Kilogram beras selalu dipotong 600 Kilogram.
"Dan ternyata beras tak dibagi rata. Diduga dijual untuk kepentingan sendiri. BLT juga dipotong Rp 10 ribu hingga 20 ribu per KK dengan alasan untuk transport angkut armada truk maupun pengadaan tempat sampah. BLT juga dipotong seratus ribu dengan alasan dibagikan kepada penerima pemerataan. Jika tak mau akan dicoret dari daftar penerima utama menjadi penerima pemerataan, " terang Ali.
Ali menambahkan, unjuk rasa sekaligus meminta Bupati agar sudi memeriksa perangkat desa Tugu yang diduga bertanggung jawab atas penyelewengan sejumlah bantuan dari pemerintah itu.
"Kami minta ini diusut tuntas. Kami minta Kadus Tugu, Maksum dicopot dari jabatannya, " tegasnya.
Selanjutnya perwakilan pendemo diterima oleh Kabag Perekonomian Setda KabupatenDemak, Suhas Bukit. Dirinya selaku Sekretaris Pengawasan dan Pendistribusian Raskin mengaku telah berulang kali menerima laporan dari masyarakat terkait hal itu.
"Pemerintah daerah sudah menerima semua laporan tersebut. Kami berjanji akan menuntaskan kasus ini dengan memeriksa yang bersangkutan, " terang Bukit.
Dengan menumpang beberapa mobil pikup serta truk, mereka berangsur berdatangan.
Dalam aksinya, ratusan massa itu memprotes ketidakberesan pada pencairan beras miskin di desanya. Di sisi lain, mereka juga mempertanyakan penyaluran danang Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tidak optimal.
Menurut Koordinator Aksi, Ali Maskan, di Desa Tugu ada 465 RTS penerima raskin. Namun dari hasil pantauan pihaknya, setiap periode yang harusnya dibagikan 2925 Kilogram beras selalu dipotong 600 Kilogram.
"Dan ternyata beras tak dibagi rata. Diduga dijual untuk kepentingan sendiri. BLT juga dipotong Rp 10 ribu hingga 20 ribu per KK dengan alasan untuk transport angkut armada truk maupun pengadaan tempat sampah. BLT juga dipotong seratus ribu dengan alasan dibagikan kepada penerima pemerataan. Jika tak mau akan dicoret dari daftar penerima utama menjadi penerima pemerataan, " terang Ali.
Ali menambahkan, unjuk rasa sekaligus meminta Bupati agar sudi memeriksa perangkat desa Tugu yang diduga bertanggung jawab atas penyelewengan sejumlah bantuan dari pemerintah itu.
"Kami minta ini diusut tuntas. Kami minta Kadus Tugu, Maksum dicopot dari jabatannya, " tegasnya.
Selanjutnya perwakilan pendemo diterima oleh Kabag Perekonomian Setda KabupatenDemak, Suhas Bukit. Dirinya selaku Sekretaris Pengawasan dan Pendistribusian Raskin mengaku telah berulang kali menerima laporan dari masyarakat terkait hal itu.
"Pemerintah daerah sudah menerima semua laporan tersebut. Kami berjanji akan menuntaskan kasus ini dengan memeriksa yang bersangkutan, " terang Bukit.