yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
KLATEN–Seorang kakek bernama Marijan, 60, warga Dukuh Sawahan RT 002/RW 007, Desa Pasungan, Kecamatan Ceper, Klaten ditemukan tewas karena gantung diri di kandang kambing belakang rumahnya, Rabu (23/5/2012).
Marijan gantung diri dengan menggunakan seutas tali tambang. Menurut informasi yang dihimpun Solopos.com di lokasi kejadian, Marijan bunuh diri karena diduga depresi menghadapi masalah ekonomi dan penderita penyakit hernia cukup lama.
Istri Marijan, Mutiawaroh, 55, saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan suaminya sudah sejak lama mengidap penyakit hernia. “Suami saya tidak operasi karena tidak memiliki biaya,” ujar Mutiawaroh saat ditemui wartawan di rumah duka.
Selain itu aksi nekat Marrijan itu diduga lantaran menanggung malu. Pasalnya saat masih hidup, ia masih menggantungkan hidup kepada anak dan menantunya. Marijan, kata Mutiawaroh pernah mengaku malu karena makan masih menumpang ke anaknya.
Beberapa hari sebelumnya Marijan mengaku akan pergi ke Cepu untuk bekerja di sana. Ia pun pergi selama sehari ke sana. “Tapi baru sehari bekerja kok sudah pulang?” tutur Mutiawaroh.
Selasa (22/5/2012) malam, Marijan pulang ke rumah. Saat itu ia mengetuk pintu rumah berkali-kali, namun tidak ada orang yang membukakan pintu. Hal itu diduga karena tidak ada orang dalam rumah yang mendengar ketukan pintu. Karena tak dibukakan pintu, akhirnya Marijan memutuskan untuk tidur di kandang kambing. Tak dinyana, ternyata pagi tadi dia ditemukan sudah tergeletak di kandang kambing. Saat ditemukan, Marijan menggunakan sarung kotak-kotak dan kaus hijau lengan panjang.
“Karena tali tambangnya tidak kuat menahan tubuh, akhirnya talinya putus dan korban tergeletak di tanah,” ujar Kapolsek Ceper, AKP Sugeng Handoko, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Kalingga Rendra Raharja.
Aparat Polsek Ceper dan petugas Puskesmas Ceper memeriksa korban sekitar pukul 06.00 WIB. Dari pemeriksaan visum et repertum, tidak ada tanda penganiayaan di tubuh korban.
Marijan gantung diri dengan menggunakan seutas tali tambang. Menurut informasi yang dihimpun Solopos.com di lokasi kejadian, Marijan bunuh diri karena diduga depresi menghadapi masalah ekonomi dan penderita penyakit hernia cukup lama.
Istri Marijan, Mutiawaroh, 55, saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan suaminya sudah sejak lama mengidap penyakit hernia. “Suami saya tidak operasi karena tidak memiliki biaya,” ujar Mutiawaroh saat ditemui wartawan di rumah duka.
Selain itu aksi nekat Marrijan itu diduga lantaran menanggung malu. Pasalnya saat masih hidup, ia masih menggantungkan hidup kepada anak dan menantunya. Marijan, kata Mutiawaroh pernah mengaku malu karena makan masih menumpang ke anaknya.
Beberapa hari sebelumnya Marijan mengaku akan pergi ke Cepu untuk bekerja di sana. Ia pun pergi selama sehari ke sana. “Tapi baru sehari bekerja kok sudah pulang?” tutur Mutiawaroh.
Selasa (22/5/2012) malam, Marijan pulang ke rumah. Saat itu ia mengetuk pintu rumah berkali-kali, namun tidak ada orang yang membukakan pintu. Hal itu diduga karena tidak ada orang dalam rumah yang mendengar ketukan pintu. Karena tak dibukakan pintu, akhirnya Marijan memutuskan untuk tidur di kandang kambing. Tak dinyana, ternyata pagi tadi dia ditemukan sudah tergeletak di kandang kambing. Saat ditemukan, Marijan menggunakan sarung kotak-kotak dan kaus hijau lengan panjang.
“Karena tali tambangnya tidak kuat menahan tubuh, akhirnya talinya putus dan korban tergeletak di tanah,” ujar Kapolsek Ceper, AKP Sugeng Handoko, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Kalingga Rendra Raharja.
Aparat Polsek Ceper dan petugas Puskesmas Ceper memeriksa korban sekitar pukul 06.00 WIB. Dari pemeriksaan visum et repertum, tidak ada tanda penganiayaan di tubuh korban.