Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
BONN, - Informasi terbaru menunjukkan bahwa ukuran Bumi lebih kecil daripada hasil pengukuran sebelumnya. Meski hanya berbeda beberapa milimeter, mungkinkah Bumi mengecil?
Jawabannya tentu bisa ya dan bisa tidak. Untuk saat bukan pilihan tersebut yang paling penting, tapi setidaknya hasil pengukuran terbaru merupakan upaya para ahli untuk menentukan diameter Bumi secara lebih presisi untuk mendukung penelitian di berbagai bidang.
"Mungkin perbedaannya sangat kecil, namun hal tersebut sangat penting untuk menentukan posisi satelit yang mengukur naik turunnya muka air laut," ujar Dr. Axel Nothnagel, ketua tim peneliti dari Bonn, Jerman. Ia menyatakan data yang presisi diperlukan untuk mempelajari perubahan iklim.
Menurutnya tingkat ketelitiannya harus dalam milmeter. Sebab, jika stasiun-stasiun pemantau di permukaan Bumi yang dilacak satelit tidak akurat dalam ukuran milimeter, hasil pengukuran satelit tidak akan akurat pula.
Untuk mengukur diameter Bumi secara presisi, para ahli geodesi di Bonn tersebut menggunakan sistem transmisi gelombang radio di permukaan Bumi. Gelombang radio yang dipancarkan dapat diterima di 70 teleskop radio yang tersebar di berbagai lokasi di seluruh dunia.
Karena jarak antarstasiun penerima gelombang tersebut sangat jauh, tejadi delay (jeda) waktu pengiriman dan penerimaan. Dari perbedaan waktu inilah, para peneliti dapat mengukur jarak antarlokasi. Nothnagel mengatakan, tingkat ketelitiannya mencapai 2 milimeter untuk setiap 1000 kilometer
Prosedur seperti ini dikenal dengan teknik VLBI (Very Long Baseline Interferometry). Teknik serupa juga dipakai untuk mengukur pergerakan benua, seperti memperlihatkan hasil bahwa Benua Eropa dan wilayah Amerika Utara bergerak menjauh dengan kecepatan 18 milimeter setiap tahun.
Sedangkan, hasil pengukuran yang dilakukan para peneliti dalam proyek pengukuran diameter Bumi menunjukkan hasil 5 milimeter lebih kecil daripada hasil pengukuran terakhir 5 tahun lalu. Diameter Bumi yang terukur saat ini mencapai 12.756, 274 kilometer.
yg jelas dari barat ke timur itu makin besar...
1. sentrifugal rotasi bumi...
2. grafitasi matahari... yg deket khatulistiwa...
3. es kutub utara selatan, mencair..
jadi sebenarnya bumi itu gak bulat...
tapi semakin lonjong di khatulistiwa..
nda lah,itu masi ber miliar2 tahun lagi kalau gitu.
dan manusia mungkin udah migrasi smua
g perna denger kalau pertamanya itu bumi mengalami pembesaran(masa muda lah) setelah sampai puncak nya(miliar2 tahun) bumi mulai mengecil (menua) walaupun perlahan2 tapi pasti /swt
gw dulu pernah ntn di discovery chanel ttg pergerakan lempeng bumi, bahwa tiap tahun lempeng bumi bergerak sekian mm, mgkn itu jg salah satu penyebabnya kali yahh /hmm
klo lumpur sidoarjo tuh mengakibatkan pergerakan dan pergeseran lapisan tanah terutama d bagian jawa timur sehingga sekarang d daerah sidoarjo semakin banyak tanah yang ambles /swt /swt