Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
DIA PASANGANMU. BUKAN MAINANMU
Pernah mainin mainan yg jenaka nan imut saat masih kecil? Semacam boneka berbentuk princess atau animal. Pernah? Saya yakin kita semua pernah memainkannya. Apa yg kita lakukan dengan mainan itu? Saya pun yakin jawabannya adalah menggendongnya kemanapun kita pergi, memeluknya saat tidur, & meletakkannya di tempat terbaik. Dan, berapa lama kita memuja mainan itu? Saya yakin tak selamanya. Saat ada mainan baru yg lebih kinclong, lebih asyik untuk dilihat, & lebih enak untuk dipeluk, mainan lama akan dibiarkan tergeletak & berdebu di pojok ruangan. Menyedihkan. Sungguh menyedihkan.
Beberapa orang yg saya temui, sering memperlakukan pasangannya layaknya boneka. Di saat awal perjumpaan, bahagianya setengah hidup. Memujanya setinggi langit. Merawatnya bak porselen China. Tak ada waktu untuk berpisah dengannya. Hingga suatu ketika.....
Hingga suatu ketika ada seseorang yg lebih menarik, lebih asyik diajak ngobrol, & lebih nyaman berada didekatnya. Sosok yg pelan tetapi pasti akan menggantikan seseorang yg sudi berjuang mulai awal. Sosok yg akan siap menciptakan sosok lama tersingkir dari ingatan & hati. Pathetic.
Manusia bukan boneka. Manusia tak ada yg sempurna. Selalu ada sisi kelemahan selain kelebihannya. Selalu ada yg dapat dilengkapi dari pasangannya. Hubungan mungkin akan suatu saat menjemukan. Akan ada konflik di satu masa. Akan tetapi, ini hubungan antara manusia dengan manusia. Bukan manusia dengan boneka. Ada komunikasi di sana. Ada kompromi di sana. Ada saling memperbaiki.
Pencarian boneka baru takkan pernah usai. Akan sering ada boneka baru yg lebih menarik. Lantas, mengapa tak menciptakan seseorang yg selama ini mendampingi kita tetap jadi sosok yg kita banggakan di antara kelebihan & kelemahannya? Sosok yg tetap menganggap kita sebagai manusia. Bukan boneka.
Last but not least, manusia dewasa akan mencari sosok dewasa untuk jadi teman hidupnya. Dan cuma bocah yg terus-menerus mencari boneka dalam hidupnya.
Hari ini 16:01
Pernah mainin mainan yg jenaka nan imut saat masih kecil? Semacam boneka berbentuk princess atau animal. Pernah? Saya yakin kita semua pernah memainkannya. Apa yg kita lakukan dengan mainan itu? Saya pun yakin jawabannya adalah menggendongnya kemanapun kita pergi, memeluknya saat tidur, & meletakkannya di tempat terbaik. Dan, berapa lama kita memuja mainan itu? Saya yakin tak selamanya. Saat ada mainan baru yg lebih kinclong, lebih asyik untuk dilihat, & lebih enak untuk dipeluk, mainan lama akan dibiarkan tergeletak & berdebu di pojok ruangan. Menyedihkan. Sungguh menyedihkan.
Beberapa orang yg saya temui, sering memperlakukan pasangannya layaknya boneka. Di saat awal perjumpaan, bahagianya setengah hidup. Memujanya setinggi langit. Merawatnya bak porselen China. Tak ada waktu untuk berpisah dengannya. Hingga suatu ketika.....
Hingga suatu ketika ada seseorang yg lebih menarik, lebih asyik diajak ngobrol, & lebih nyaman berada didekatnya. Sosok yg pelan tetapi pasti akan menggantikan seseorang yg sudi berjuang mulai awal. Sosok yg akan siap menciptakan sosok lama tersingkir dari ingatan & hati. Pathetic.
Manusia bukan boneka. Manusia tak ada yg sempurna. Selalu ada sisi kelemahan selain kelebihannya. Selalu ada yg dapat dilengkapi dari pasangannya. Hubungan mungkin akan suatu saat menjemukan. Akan ada konflik di satu masa. Akan tetapi, ini hubungan antara manusia dengan manusia. Bukan manusia dengan boneka. Ada komunikasi di sana. Ada kompromi di sana. Ada saling memperbaiki.
Pencarian boneka baru takkan pernah usai. Akan sering ada boneka baru yg lebih menarik. Lantas, mengapa tak menciptakan seseorang yg selama ini mendampingi kita tetap jadi sosok yg kita banggakan di antara kelebihan & kelemahannya? Sosok yg tetap menganggap kita sebagai manusia. Bukan boneka.
Last but not least, manusia dewasa akan mencari sosok dewasa untuk jadi teman hidupnya. Dan cuma bocah yg terus-menerus mencari boneka dalam hidupnya.
Hari ini 16:01