Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kabar Sore. Bisa buat berkumpul dari kalangan atas hingga menengah kebawah sekalipun, tak merogoh kocek dompet terlalu banyak. Sangat Familiar karena sejak dahulu sudah ada, dengan berbagai macam menu masakan.
Menu tersebut merupakan makanan khas Tegal yg sudah turun temurun & diperkirakan ada sejak setengah zaman yg lalu. Karena namanya mengandung unsur nama kota yaitu Kota Tegal, warung ini dipercaya bahwa orang Tegal lah yg perdana kali membudayakan bisnis ini.
Dihimpun dari berbagai sumber, konon warteg mulai muncul pada tahun 1960-an saat pengelolaan infrastruktur ibu kota berjalan pesat ketika itu. Banyak warga Tegal merantau ke ibu kota untuk mencari pekerjaan sebagai kuli bangunan.
Di sela-sela waktu, para istri kuli yg sudah terlebih dulu memiliki usaha warung makan di Kota Tegal memanfaatkan waktu & kesempatan bisnis yaitu dengan menyediakan layanin masakan di letak proyek.
Warteg merupakan salah satu usaha masakan lokal berskala mikro yg menyediakan berbagai macam sajian makanan khas daerah Tegal dari Jawa Tengah dengan harga yg terjangkau bagi masyarakat. Penyajiannya makanannya sangat sederhana, yaitu secara prasmanan atau dilayani dengan tipe makanan yg bervariasi mulai dari sayur hingga lauk. Tidak ada yg spesifik.
Kehadiran warteg di ibu kota dimulai sejak tahun 1970-an & diinisiasi oleh anggota komunitas yg berasal dari daerah Sidapurna & Sidakaton, Tegal. Para pemiliknya kemudian bergabung dalam asosiasi Koperasi Warung Tegal atau Kowarteg untuk mengembangkan bisnis mereka di Jakarta.
Secara sosial budaya, warteg tidak cuma jadi sarana untuk memenuhi kebutuhan makan & minum, tetapi juga sebagai tempat banyak orang untuk saling bertukar berbagai informasi mulai dari hal-hal yg remeh temeh hingga tentang politik.
Semakin menarik tampilan Warteg di zaman sekarang, hingga Istilah Touchscreen yg biasa di handphone Android berlaku juga di Warteg. Hehehehe Warteg Touchscreen Hari ini 15:30