Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sudah berhari-hari pikiran ini terus merenung & meresapi nasihat dari Kiai Saleh Darat Semarang, namun tetap saja tak dapat menemukan arti dari kalimat tersebut. Ya Rabb, dosa apa gerangan yg menciptakan hati ini jadi keras sehingga untuk mengerti saja tidak dapat.
Apabila rasa penasaran itu memuncak, saya lantas bertanya kepada orang yg lebih luas ilmunya, namun tetap saja jawaban mereka tidak pula menciptakan saya jadi paham. Bila putus asa hampir menyapa, saya alihkan rasa itu dengan munajat.
"Ya Allah, lapangkan dada ini supaya dapat memahami keindahan nasihat para ulama. Kami memang bukan orang alim, tetapi kami juga harap mengikuti jalan mereka."
Sampai akhirnya tabir itu sedikit tersibak, dibantu oleh orang-orang yg ikhlas menyampaikan. Benar-benar sedap yg teramat dalam dapat mengerti hikmah yg disuguhkan para ulama setelah pencarian berhari-hari.
Apa yg saya maksud adalah kalimat yg tertulis dalam kitab Syarah Al-Hikam karangan Kiai Saleh Darat Semarang kurang lebihnya secara ringkas seperti ini.
"Orang yg mencari kekayaan kepada dunia, yg didapatkan hanyalah kemiskinan. Karena kalau engkau mendapat uang 10 dirham, sejatinya engkau sudah kehilangan 100 dirham. Padahal sebelum engkau mendapatkannya, engkau adalah orang yg kaya."
Inilah titik awal pertanyaan saya, karena kalimat tersebut betul-betul tak dapat saya mengerti sedikitpun. Bagaimana caranya kita bertambah harta tetapi bertambah miskin?
Dari mana hitung-hitungannya kita mendapat uang 10 juta tetapi justru kehilangan 100 juta? Betapa dangkal pikiran ini hingga-hingga sering menemukan jalan buntu dalam memahami makna nasihat tersebut.
Alhamdulillah di ujung pencarian, Allah masih mengijinkan diri ini untuk sedikit mengerti hikmahnya. Memang masih banyak rahasia yg belum terungkap, namun sekurangnya yg sedikit ini sudah mencukupi untuk kehidupan kita.
Sesungguhnya Kiai Saleh sedang membahas tentang dunia yg melalaikan kita dari Allah. Dunia yg didefinisikan dalam kitab Al-Hikam,
,
"Apa yg tampak dari dunia adalah tipuan & apa yg tersembunyi darinya mengandung pelajaran. Jangan ikuti nafsu yg cuma mengejar tampak luarnya saja, ikutilah kalbu yg melihat pelajaran di baliknya."
Dunia memang pandai menipu manusia. Apa yg kelihatan seperti uang 10 juta tidak selamanya jadi kenikmatan. Apabila uang itu diperoleh dengan jalan haram, sesungguhnya uang itu bukanlah nikmat.
Tandanya uang itu tidak berkah, apabila melahirkan nafsu serakah pada manusia. Ia segera berpikir kalau usahanya dapat menghasilkan 10 juta tentu ia juga dapat mencapai 100 juta dengan usaha yg lebih keras lagi.
Sehingga yg terjadi ada perasaan "kehilangan" dalam benaknya karena uang 100 juta itu seolah miliknya di masa depan yg kelak akan ia raih. Mulailah orang itu berusaha semakin keras mengejar "kehilangannya" hingga ia lupa bahwa rezeki yg 10 juta itu belum lagi ia nikmati.
Jika sudah demikian, sejatinya dunia yg ia dapatkan tak menciptakannya jadi kaya, justru dirinya semakin merasa miskin (tidak puas). Inilah salah satu makna dari nasihat Kiai Saleh, kalau engkau mendapat uang 10 dirham sejatinya engkau sudah kehilangan 100 dirham.
Semua dapat terjadi saat kita mengejar dunia dengan jalan yg tidak diridhai oleh Allah. Jangan mencari kekayaan kepada dunia, tetapi carilah kepada Allah. Sehingga kaya harta yg diperoleh menyebabkan kaya hati.
Salam Bertumbuh.
Ada rezeki baru kalau kita mau mencoba kehidupan yg baru! Hari ini 16:09
Apabila rasa penasaran itu memuncak, saya lantas bertanya kepada orang yg lebih luas ilmunya, namun tetap saja jawaban mereka tidak pula menciptakan saya jadi paham. Bila putus asa hampir menyapa, saya alihkan rasa itu dengan munajat.
"Ya Allah, lapangkan dada ini supaya dapat memahami keindahan nasihat para ulama. Kami memang bukan orang alim, tetapi kami juga harap mengikuti jalan mereka."
Sampai akhirnya tabir itu sedikit tersibak, dibantu oleh orang-orang yg ikhlas menyampaikan. Benar-benar sedap yg teramat dalam dapat mengerti hikmah yg disuguhkan para ulama setelah pencarian berhari-hari.
Apa yg saya maksud adalah kalimat yg tertulis dalam kitab Syarah Al-Hikam karangan Kiai Saleh Darat Semarang kurang lebihnya secara ringkas seperti ini.
"Orang yg mencari kekayaan kepada dunia, yg didapatkan hanyalah kemiskinan. Karena kalau engkau mendapat uang 10 dirham, sejatinya engkau sudah kehilangan 100 dirham. Padahal sebelum engkau mendapatkannya, engkau adalah orang yg kaya."
Inilah titik awal pertanyaan saya, karena kalimat tersebut betul-betul tak dapat saya mengerti sedikitpun. Bagaimana caranya kita bertambah harta tetapi bertambah miskin?
Dari mana hitung-hitungannya kita mendapat uang 10 juta tetapi justru kehilangan 100 juta? Betapa dangkal pikiran ini hingga-hingga sering menemukan jalan buntu dalam memahami makna nasihat tersebut.
Alhamdulillah di ujung pencarian, Allah masih mengijinkan diri ini untuk sedikit mengerti hikmahnya. Memang masih banyak rahasia yg belum terungkap, namun sekurangnya yg sedikit ini sudah mencukupi untuk kehidupan kita.
Sesungguhnya Kiai Saleh sedang membahas tentang dunia yg melalaikan kita dari Allah. Dunia yg didefinisikan dalam kitab Al-Hikam,
,
"Apa yg tampak dari dunia adalah tipuan & apa yg tersembunyi darinya mengandung pelajaran. Jangan ikuti nafsu yg cuma mengejar tampak luarnya saja, ikutilah kalbu yg melihat pelajaran di baliknya."
Dunia memang pandai menipu manusia. Apa yg kelihatan seperti uang 10 juta tidak selamanya jadi kenikmatan. Apabila uang itu diperoleh dengan jalan haram, sesungguhnya uang itu bukanlah nikmat.
Tandanya uang itu tidak berkah, apabila melahirkan nafsu serakah pada manusia. Ia segera berpikir kalau usahanya dapat menghasilkan 10 juta tentu ia juga dapat mencapai 100 juta dengan usaha yg lebih keras lagi.
Sehingga yg terjadi ada perasaan "kehilangan" dalam benaknya karena uang 100 juta itu seolah miliknya di masa depan yg kelak akan ia raih. Mulailah orang itu berusaha semakin keras mengejar "kehilangannya" hingga ia lupa bahwa rezeki yg 10 juta itu belum lagi ia nikmati.
Jika sudah demikian, sejatinya dunia yg ia dapatkan tak menciptakannya jadi kaya, justru dirinya semakin merasa miskin (tidak puas). Inilah salah satu makna dari nasihat Kiai Saleh, kalau engkau mendapat uang 10 dirham sejatinya engkau sudah kehilangan 100 dirham.
Semua dapat terjadi saat kita mengejar dunia dengan jalan yg tidak diridhai oleh Allah. Jangan mencari kekayaan kepada dunia, tetapi carilah kepada Allah. Sehingga kaya harta yg diperoleh menyebabkan kaya hati.
Salam Bertumbuh.
Ada rezeki baru kalau kita mau mencoba kehidupan yg baru! Hari ini 16:09