yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Adalah Ismail Hermana, warga asal Dusun Gondang Pusung, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY, yang mencoba memanfaatkan abu vulkanik menjadi batu bata ringan dan memiliki nilai ekonomis.
Menurutnya, gagasan pembuatan batu bata ringan ini terinspirasi dari kejadian erupsi Gunung Merapi tahun 2010 silam. Saat erupsi terjadi, Gunung Merapi banyak mengeluarkan material vulkanik seperti abu, pasir dan batu.
"Teman saya Pak Gozali namanya, melakukan penelitian selama 1 tahun tentang manfaat lain dari abu vulkanik Gunung Merapi. Ternyata abu vulkanik dapat dimafaatkan menjadi batu bata ringan," katanya, Senin, 24 Februari 2014.
Untuk diolah menjadi batu bata ringan, Ismail menyatakan perlu ada formula yang tepat. Tujuannya agar bisa menghasilkan batu bata ringan yang kuat dan ringan.
"Pada tahun 2012 kemarin penelitian dari Pak Gozali telah menemukan formula yang tepat dan bulan April 2013 usaha pembuatan batu-bata ringan mulai dilakukan," ucapnya.
Dalam sehari, produksi batu bata ringan berbahan abu vulkanik gunung api bisa mencapai 4-5 kubik. Satu kubik dijual dengan harga Rp700 ribu. Selama ini batu bata ringan yang diberi label Merapicon ini dipasarkan di Jawa Tengah hingga Bogor.
"Abu vulkanik Gunung Kelud hampir sama dengan abu vulkanik Gunung Merapi sehingga masih dapat digunakan untuk pembuatan batu bata ringan," ujar Ismai.