Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Cangkeman.net -Di balik hingar bingar kemajuan teknologi & segeala hal yg menyertainya seperti revolusi industri, pengolahanbig data,dan segala hal-hal lainnya yg mungkin terdengar keren-keren, ternyata ada suatu problem akbar yg menyertainnya.
Para pekerja di saat ini banyak diberi ilusi semu tentang kerja-kerja kreatif yg dibungkus dengan kemajuan teknologi & alih-alih fleksibelitas.
Sering kan denger kalimat dari beberapa petinggi perusahan seperti, "Di sini mah kerjanya fleksibel kok."
Suatu kata-kata yg beraroma surga namun dapat jadi derita kalau kita tak berhati-hati. Fleksibelitas dalam pekerjaan mungkin jadi suatu keutungan sendiri untuk pekerja. Namun fakta di lapangan menunjukan banyak terjadi eksploitasi pekerja yg mengatasnamakan kefleksibelitasan.
Fleksibelitas kerapkali diartikan oleh perusahaan sebagai hal-hal yg lebih banyak menguntungkan perusahaan. Seperti bekerja di luar jobdeks pekerjaan, bekerja di luar jam kerja, hingga pekerja siap dihubungi kapanpun & di manapun.
Kini ada kecenderungan baru untuk para pekerja fleksibel yg di mana mereka jadi mengaburkan batas-batas spasial antara kantor & rumah. Tingkat stres & kehidupan rumah tangga memburuk karena padatnya jam kerja hingga pekerjaan kerap kali harus dibawa hingga ranah tempat tinggal.
Fleksibelitas dalam kerja yg menuntut kehadiran kapanpun juga menciptakan pekerja jadi sering was-was & bersifatanxiouskarena ia sering merasa khawatir kalau ia harus dihubungi oleh perusahaan kapanpun.
Situasi-situasi rentan & penuh eksploitasi ini sayangnya masih dianggap wajar, bahkan oleh negara. Dengan kemjuan teknologi yg menciptakan orang beranggapan bahwa kerja dapat dilakukan di mana aja & kapan aja, menciptakan orang tidak lagi dapat membedakan mana ranah kerja & ranah pribadi & mana waktu kerja & waktu personal.
Bahkan saya sering menemui beberapa pekerja yg memiliki pekerjaan ala-ala fleksibelitas itu akan kesulitan mengambil cuti. Alasannya, karena selama ini kerja dapat dari rumah, setiap hari tidak masuk kantor, lalu untuk apa cuit? Padahal, cuti adalah hak setiap pekerja. Tidak ada hak sedikitpun dari perusahaan untuk mengetahui pekerjannya mengpakai cuti untuk apa. Lagipula, walaupun sama-sama di rumah, waktu bekerja & waktu libur tentu saja sangat beda dirasakan.
Hal ini perlu jadi perhatian kita semua. Baik pihak perusahaan, pekerja, hingga pemerintah sebagai regulator supaya semua dapat memahami tentang batas-batas antara hak & kewajiban setiap pihak.
Tulisan ini ditulis oleh Fatio Nurul Efendi & pernah tayang di Cangkeman (https://www.cangkeman.net/2021/09/di-sini-kerjanya-fleksibel-kok.html ) pada tanggal 13 September 2021
Kemarin 23:29