Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Assalamualaikum gan/sist
Di kesempatan malam hari ini ane coba tulis cerita terbaru, semoga cerita kali ini sedikit serem ya gan/sist dari cerita sebelumnya, gimana ceritanya?
Langsung aja cekibrooooottt
Kejadian ini saya alami di pertengahan Tahun 2011 ketika saya bekerja jadi OP (Operator Warnet) di salah satu warnet, I** NET ( nama warnet) di Kota Tangerang. Daerah C****** letaknya persis di Perumahan P*** B***.
Berhadapan persis dengan Makam kuburan K**** (nama makam)
Kebetulan saat itu saya mendapat shift jaga malam, selain saya yg berjaga di warnet tempatku bekerja ada dua orang temanku juga yg bekerja, tetapi kebetulan mereka berdua sedang libur.
Dan kebetulan saya yg di percaya sebagai yg memegang kunci warnet & mengatur jadwal, karna kami bekerja bertiga, salah satunya ada keponakan si yg empunya warnet, akupun menciptakan jadwal yg saya rasa efisien, saya buat satu dua atau satu hari kerja dua hari libur.
Diwarnet tempatku bekerja tepatnya di lantai tiga, lantai dasar di buat seperti swalayan, lantai dua di buat seperti gudang untuk menaruh stock barang, & di lantai tiga sendiri barulah warnet.
Di samping warnet tempatku ada ruko yg juga dibeli oleh perusahaan D***** Pizza (nama perusahaan) & di sebelahnya lagi kebetulan sudah hampir satu tahun kosong.
Minguu malam senin tepatnya saya sedang kedapatan shift malam, seperti biasa saya di meja operator sambil membaca thread yg ada di IndoForum.
**Jadi ane dulu sebenernya udah ngaskus dari tahun 2011, cuma bikin thread ngakak cuma akunnya lupa password sama email akhirnya bikin akun baru, & baru sekarang di tahun 2020 bulan agustus ini, ane coba belajar nulis cerita-cerita horror**
LANJUT
Dulu ketika anak-anak warnet kebanyakan main PB, Ghost & sebagainya, entah kenapa saya tidak sama sekali tertarik bermain game yg kebanyakan dari mereka mainkan, paling tidak saya cuma bermain poker di FB, Kaskus & Blogger.
Dharap angin malam yg masuk dari jendela yg berada tepat di belakangku jadi teman malamku, yg saya rasa hari itu sangat sepi & cuma beberapa orang saja yg sedang bermain warnet.
Dari 20 pc cuma ada lima orang yg datang bermain malam itu, dua dari tiga AC saya mulai matikan & menutup jendela di dekat pc nomor 7 & 8, pintu balkon tak lupa saya tutup.
Sekitar pukul 23.00 wib saya mendengar dua biling yg berbunyi, menandakan waktu mereka sudah habis, mereka berduapun beranjak dari tempat duduknya sambil berjalan keluar merekapun berteriak.
*Bro..balik ya
Ucap mereka berdua sambil mengangkat tangannya ke atas
*Oke bro hati-hati
Sahutku
Setelah mereka berdua turun, saya lantas membersihkan tempat dia bermain di pc nomor 3 & 4, setelah kubersihkan dari bekas minuman, asbak roko & menata bangku, setelah selesai saya kembali ke meja operator.
Sambil merokok akupun duduk sambil memandangi arah jalan dari jendela, sambil sesekali membuka biling & mengecek situs atau permainan apa yg sedang mereka buka, kebetulan warnet di tempatku bilingnya mengpakai B** NET (nama provider).
Aku mempunyai beberapa pelanggan tetap, kadang mereka booking terlebih dahulu via telepon, tetapi entah kebetulan hari itu mereka sedang tidak datang.
Sekitar pukul 00.00 Wib saya mendengar lagi suara biling berbunyi, & dua biling lagi-lagi berakhir, mereka beranjak sambil berjalan & menyapaku.
*Ayo Bro duluan
Ucap mereka berdua
*Yoii..Broo
Sahutku
Tinggal satu orang yg tersisa, tepat pukul 00.45 Wib bunyi bilingpun terdengar lagi, kebetulan itu dari Pc nomor 9 yg kebetulan di pakai oleh temanku, terkadang dia sering membuka paket malam, tetapi hari itu dia cuma bermain 2 jam saja, namanya sebut saja Irlay (nama di samarkan) Irlay tak langsung pulang dia menghampiriku & duduk sebentar seraya mengajakku berbincang.
*Lu masih jaga ?
Ucap Irlay
*Masihlah dul kan sampe pagi
Sahutku sambil menatap layar monitor
*Yaelah mau jagain apaan lu enggak ada yg maen, tutup aja udah.
Ucap Irlay sambil menyalakan sebatang rokok yg diambilnya dari rokok milikku.
*Yaudah sini aja lu temenin gua.
Sahutku
*Bukain biling ya hehe.
Ucapnya sambil bercanda
*Iya..yaudah maen sana nanti gua bukain biling.
Balasku sambil berjalan mengambil minuman F**** ( nama minuman softdrink ) yg saya ambil dari sokes yg ada di depan samping pintu kamar mandi
*Enggak aahh nanti pagi gua mau anter bokin (pacar) ngelamar kerja, mayan cuy daerah BSD bahaya kalo gua begadang.
Ucapnya sambil berdiri & beranjak untuk pamit pulang
*Balik duluan yaa gua. Hati-hati di temenin setan aahahaha.
Ucap Irlay sambil menakut-nakutiku
*Elu setan..hahah
Sahutku meledek
Ketika Irlay pulang keadaan menjadi, sepi hening cuma terdengar suara musik yg saya putar dengan volume rendah.
Akupun bingung mau mengerjakan apa?
Akhirnya saya memutuskan untuk membersihkan semua PC & membenarkan bangku, keyboard & lain-lain, tak selesai hingga di situ akupun melanjutkan menyapu semua ruangan.
Setelah saya rasa sudah selesai, akupun lanjut ketempatku, saat saya melihat jam tepatnya pukul 01.20 Wib, akupun cuma lanjut membalas pesan mesenger, membuka blog & kaskus.
Tak lama berselang waktu sudah menunjukkan pukul 01.30 Wib, tiba-tiba saya merasakan tubuhku merinding seolah-olah disamping kiriku ada sesuatu yg berdiri.
Akupun mencoba tidak menghiraukan & lanjut ke layar monitorku, disaat itu saya mencoba membuka jendela yg berada di pc nomor 7 & 8, akupun memilih untuk mematikan AC, dua jendelapun sudah terbuka.
Sekitar 15 menit seakan saya merasakan ruangan itu benar-benar sepi & hening dari jalan rayapun cuma beberapa kendaraan yg melintas.
Tepat pukul 02.00 Wib, saya mendengar suara orang yg berjalan menaiki anak tangga.
Suaranya benar-benar jelas, saya berfikir saat itu akan ada orang yg datang untuk bermain warnet,
Suara langkah kaki itu terdengar sangat jelas & berhenti tepat di depanku sekitar jarak 2 meter dari meja operator & anak tangga yg mengarah masuk ke warnet.
*Aaahh..sudahlah mungkin itu cuma perasaanku saja.
Batinku saat itu
Sekitar 5 menit berselang lagi-lagi saya mendengar suara langkah kaki itu lagi, & terus terdengar berjalan hingga di bagian tengah anak tangga, sambil kutatap layar monitor, saya sempat melirik ke arah tangga itu, saya menunggu sekitar 1 menit tetapi suara langkah kaki itupun tidak terdengar lagi & tidak ada orang yg datang.
Disela saya mengintip dari balik layar monitorku, justru saya merasa seperti ada seseorang yg sedang mengintipku juga, tetapi lagi-lagi saya tidak menghiraukan, walaupun kenyataan saya sudah mulai tidak nyaman dengan keadaan pada malam itu.
Sempat harap turun ke bawah tetapi badanku rasanya sangat amat berat untuk sekedar mengangkat kali saja rasanya berat, seperti ada sesuatu yg menahanku.
Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 02.15 Wib, degan sangat terpaksa & melawan rasa takut saya memberanikan ke kamar mandi untuk buang air kecil, kamar mandi letaknya tepat berada di samping meja operator dengan pintu yg menghadap ke pc terakhir yaitu pc nomor 20 berdekatan dengan sokes.
Pc nomor 18, 19, 20 kalau malam tiba sekitar pukul 22.00 Wib lampu sengaja saya matikan, cuma lampu tengah saja yg kubiarkan menyala jadi ruangan beberapa agak gelap, selesai buang air kecil akupun kembali ke meja operator.
Aku mencoba duduk tenang sambil berusaha melupakan hal yg baru saja terjadi,
Alunan musik slow rock barat tahun 90'an pun masih saya putar dengan volume rendah sambil mengerjakan aktifitas lagi di layar monitorku, membalas komentar & pesan-pesan dari mesenger.
Ketika dimana saya sedang asik & mencoba melupakan hal itu justru saya mendengar dari arah tangga seperti ada seseorang yg memanggilku.
*ndrong...
Suara itu seperti suara laki-laki yg suara itu asing & tidak pernah saya dengar sebelumnya.
**Gondrong adalah nama panggilanku karna waktu itu rambutku gondrong & hingga saat ini style rambutku masih tetap panjang atau gondrong sekitar se dada**
Sontak suara itu menciptakan saya kaget, dengan rasa penasaran saya berusaha menoleh ke kanan & ke kiri, berharap benar ada orang yg memanggilku.
Disaat saya berusaha memlncari sumber suara tersebut saya mematikan musik yg sedang saya putar, suara itupun tiba-tiba memanggilku lagi, suaranya halus tetapi sedikit seperti berteriak, saya bingung menjelaskan dibagian ini
*GONDROOONG.!!!
Aku sempat terdiam & coba menjawab.
*Hooyyy...Siapa itu..?!
Dua kali saya berucap & sedikit berteriak, suara itu justru menghilang, akupun memberanikan diri untuk memutuskan melihat ke bagian tangga, dari atas saya coba melihat kearah bawah, memperhatikan beberapa menit tetapi anehnya yg saya temukan cuma kegelapan di bagian tangga.
Entah siapa yg mematikan lampu tangga itu?! Karena setahuku lampu itu tidak pernah di matikan sebelum mentari terbit tetapi entahlah...ulah siapa yg mematikan lampu itu.
Ketika itu saya berniat untuk menyalakan lampunya tetapi karena tombol lampunya ada di bagian tengah bawah dekat tangga besi (sebelum tangga lantai dari luar ada tangga besi yg terhubung masuk ke dalam warnet) baru satu anak tangga saya injak tetapi akupun ragu untuk turun ke bawah karena saya merasa yg sedikit seperti ruangan yg hampa sunyi & sepi.
Akhirnya kuputuskan untuk kembali saja ke meja operator, musik sengaja kubiarkan mati, berharap kalau ada suara-suara lagi saya dapat mendengarnya dengan jelas.
Kucoba lihat kembali jam dilayar monitorku, di mana saat itu jam sudah menunjukkan pukul 02.30 Wib, yg saya rasa sudah kondusif & tidak ada lagi suara-suara yg entah dari mana asalnya.
Sekitar pukul 02.40 Wib saya mendengar kaca jendela dekat pc nomor 7 & 8 itu seperti ada yg melempar sesuatu dengan batu kecil.
*Traakk..
Suara yg saya dengar seperti suara yg mengenai bagian kacanya.
**Karna posisi jendela itu membukanya dari bawah & kalau di buka akan seperti bentuk segitiga atau bagian kacanya miring beberapa derajat & ada bagian cor-coran beton yg sedikit menjorong ke depan yg di pakai untuk memasang nama ruko tersebut**
Dari suara orang berjalan, suara memanggil hingga suara lemparan ke kaca, semakin menciptakan saya tidak nyaman & sangat risih, bingung antara bertahan di ruangan atau turun kebawah?!
Pada akhirnya akupin memutuskan untuk kembali le meja operator, tak lama berselang saya duduk, saya mulai di kejutkan lagi oleh suara lemparan baru, & dimana saya menemukan batu itu masuk ke ruangan warnet & sangat mustahil & sangat mustahil, kalau memang ada seseorang yg melempar batu hingga dapat masuk hingga ke dalam ruangan, karna melihat bangunan & posisi kaca ketika di buka saja rasanya sangat tidak mungkin batu itu dapat masuk ke ruangan di tambah ada bagian beton untuk pamplet nama ruko, posisi jendelapun terhalang oleh penghalang pembatas dari pc ke pc.
**Sekedar informasi posisi pc warnetnya leter U & setiap PC dibuat seperti ruangan kota & ada pembatas seperi sekat lagi di bagian depannya jadi yg bermain warnet kalau mau main warnet harus miring masuknya, yaa dapat di bilang safety warnetnya jadi mereka ngerasa nyaman karna tertutup di tambah pembatas antara pc lumayan tinggi yg dimana kalau posisiku berdiri saja hampir sebatas bahu hampir leher kalau posisi kita duduk mengpakai bangu yaa paling tidak cuma rambutnya saja yg terlihat**
**BENTAR GAN/SIST ANE MINUM SAMBIL NGUDUD DULU, PEGEL JUGA KALO NGETIK PAKE HP NGGA SELESAI-SELESAI PERASAAN**
Aku mencoba mencari batu yg saya dengar jatuh tepat di lantai, akupun menemukan batu itu persis berada di pc nomor 3 sedikit menjorong kedalam tepat di kali bangku, akupun mencoba mengambil batu itu, ukuran batu itu kecil kira-kira seukuran kelereng yan biasa di pakai anak-anak bermain kelereng.
*Waaaahh..enggak beres inimah udah, gimana caranya coba..?!
Seraya saya bertanya bingung dalam hati
Aku langsung menutup jendelanya, setelah selesai saya berjalan menuju mejaku lagi, akupun duduk sambil merasa lemas di sekujur tubuh, entah harus bertindak & mengerjakan apa?! Sungguh.. Malam itu berhasil menciptakan nyaliku ciut selama beberapa lama jadi operator warnet.
Ketika saya menyadari mulai banyak kejadian yg yidak beres, akupun lantas mencoba menghubungi bosku, yg mungkin saya berfikir dia sedang menjahiliku, tanpa saya tahu bosku sesang berada dimana, akupun mencoba menghubungi tetapi tak ada jawaban, saya mencoba sekali lagi tetapi hasilnya juga sama panggilanku tidak ada jawaban, setelah saya merasa usahaku sia-sia saya mencoba menduga-duga dengan mengirim pesan.
*Pak Booss..ente di mana? Udah apa becandanya yaelah tega bener.
Isi pesan yg saya tulis & saya kirim untuk bosku
**Aku tahu bosku memang sedikit agak usil, tetapi saya juga merasa kalau semua ini bukan ulahnya, entah apa perasaanku, bingung bercampur takut**
Selesai sudah saya menulis pesan & pesan itu sudah terkirim, dengan asa ada balasan pesan, si benakku ada rasa harap turun untuk keluar dari ruangan warnet.
*Turun apa enggak yaa..turun apa enggak yaa tetapi gua takut lewatin tangganya, kalau misalkan gua turun terus gua ketemu sama itu setan nambah amsyong nih*
Gerutuku dalam hati
Akhirnya lagi-lagi saya memilih bertahan di lantai tiga yg semakin lama semakin mencekam, akupun memilih kembali ke meja operator, sambil membuka handphone & berharap ada balasan dari bosku.
Jam sudah menunjukkan pukul 03.00 Wib akupun memutar musik kembali dengan volume lebih rendah dari sebelumnya, berharap saya dapat sedikit melupakan hal yg sudah terjadi.
Ketika saya sedang menunggu balasan pesan, pandanganku tetap saya arahkan di depan layar monitor.
Tak lama saya di kejutkan oleh suara pintu balkon seperti di lempar mengpakai batu,
Jelas itu menciptakanku sangat kaget & seluruh badanku merinding hebat, cemas, takut, bingung, bimbang semua bercampur jadi satu.
Ketika suara dari pintu balkon itu hilang, masih dari arah & tempat yg sama dari pintu balkonpun kembali terdengar suara. Tapi kali ini suaranya seperti si ketuk, & saya dengar ketukan itu sebanyak dua kali, dari situ menciptakan saya semakin yakin kalau semua ini bukan ulang manusia.
Semakin merasa tegang & takut harap rasanya berlari tetapi semua rasanya tak sanggup saya lakukan, saya merasa sedang terkunci di ruangan yg kosong & tidak dapat kemana mana.
Jangankan untuk melihat sekedar melirik saja saya sudah benar-benar takut.
Tak lama berselang suara ketukan itu hilang, suara yg saya rasa aneh itu terdengar lagi dari pintu balkon, suara itu seperti telapak tangan yg di hempaskan & di pukul-pukul sebanyak 4 kali tepat ke arah kaca pintu balkon.
*DAAAARRR...DDDAARR..
*DAAARRRR...DDDAARR..
BERSAMBUNG
**Berhubung disini sudah pukul 04.18 Wib & sudah memasuki waktu sholat subuh jadi kelanjutannya ceritanya saya akan lanjutkan lagi nanti malam, & karena tangan sudah pegel karena ngetik pakai HP jadi di tunggu kelanjutan ceritanya ya gan/sist**
hammer
Jangan lupa bantu support dengan bantu share & lemparin ijo-ijonya gan/sist
Terimakasih
Assalamu'alaikum
Hari ini 04:31
Di kesempatan malam hari ini ane coba tulis cerita terbaru, semoga cerita kali ini sedikit serem ya gan/sist dari cerita sebelumnya, gimana ceritanya?
Langsung aja cekibrooooottt
Kejadian ini saya alami di pertengahan Tahun 2011 ketika saya bekerja jadi OP (Operator Warnet) di salah satu warnet, I** NET ( nama warnet) di Kota Tangerang. Daerah C****** letaknya persis di Perumahan P*** B***.
Berhadapan persis dengan Makam kuburan K**** (nama makam)
Kebetulan saat itu saya mendapat shift jaga malam, selain saya yg berjaga di warnet tempatku bekerja ada dua orang temanku juga yg bekerja, tetapi kebetulan mereka berdua sedang libur.
Dan kebetulan saya yg di percaya sebagai yg memegang kunci warnet & mengatur jadwal, karna kami bekerja bertiga, salah satunya ada keponakan si yg empunya warnet, akupun menciptakan jadwal yg saya rasa efisien, saya buat satu dua atau satu hari kerja dua hari libur.
Diwarnet tempatku bekerja tepatnya di lantai tiga, lantai dasar di buat seperti swalayan, lantai dua di buat seperti gudang untuk menaruh stock barang, & di lantai tiga sendiri barulah warnet.
Di samping warnet tempatku ada ruko yg juga dibeli oleh perusahaan D***** Pizza (nama perusahaan) & di sebelahnya lagi kebetulan sudah hampir satu tahun kosong.
Minguu malam senin tepatnya saya sedang kedapatan shift malam, seperti biasa saya di meja operator sambil membaca thread yg ada di IndoForum.
**Jadi ane dulu sebenernya udah ngaskus dari tahun 2011, cuma bikin thread ngakak cuma akunnya lupa password sama email akhirnya bikin akun baru, & baru sekarang di tahun 2020 bulan agustus ini, ane coba belajar nulis cerita-cerita horror**
LANJUT
Dulu ketika anak-anak warnet kebanyakan main PB, Ghost & sebagainya, entah kenapa saya tidak sama sekali tertarik bermain game yg kebanyakan dari mereka mainkan, paling tidak saya cuma bermain poker di FB, Kaskus & Blogger.
Dharap angin malam yg masuk dari jendela yg berada tepat di belakangku jadi teman malamku, yg saya rasa hari itu sangat sepi & cuma beberapa orang saja yg sedang bermain warnet.
Dari 20 pc cuma ada lima orang yg datang bermain malam itu, dua dari tiga AC saya mulai matikan & menutup jendela di dekat pc nomor 7 & 8, pintu balkon tak lupa saya tutup.
Sekitar pukul 23.00 wib saya mendengar dua biling yg berbunyi, menandakan waktu mereka sudah habis, mereka berduapun beranjak dari tempat duduknya sambil berjalan keluar merekapun berteriak.
*Bro..balik ya
Ucap mereka berdua sambil mengangkat tangannya ke atas
*Oke bro hati-hati
Sahutku
Setelah mereka berdua turun, saya lantas membersihkan tempat dia bermain di pc nomor 3 & 4, setelah kubersihkan dari bekas minuman, asbak roko & menata bangku, setelah selesai saya kembali ke meja operator.
Sambil merokok akupun duduk sambil memandangi arah jalan dari jendela, sambil sesekali membuka biling & mengecek situs atau permainan apa yg sedang mereka buka, kebetulan warnet di tempatku bilingnya mengpakai B** NET (nama provider).
Aku mempunyai beberapa pelanggan tetap, kadang mereka booking terlebih dahulu via telepon, tetapi entah kebetulan hari itu mereka sedang tidak datang.
Sekitar pukul 00.00 Wib saya mendengar lagi suara biling berbunyi, & dua biling lagi-lagi berakhir, mereka beranjak sambil berjalan & menyapaku.
*Ayo Bro duluan
Ucap mereka berdua
*Yoii..Broo
Sahutku
Tinggal satu orang yg tersisa, tepat pukul 00.45 Wib bunyi bilingpun terdengar lagi, kebetulan itu dari Pc nomor 9 yg kebetulan di pakai oleh temanku, terkadang dia sering membuka paket malam, tetapi hari itu dia cuma bermain 2 jam saja, namanya sebut saja Irlay (nama di samarkan) Irlay tak langsung pulang dia menghampiriku & duduk sebentar seraya mengajakku berbincang.
*Lu masih jaga ?
Ucap Irlay
*Masihlah dul kan sampe pagi
Sahutku sambil menatap layar monitor
*Yaelah mau jagain apaan lu enggak ada yg maen, tutup aja udah.
Ucap Irlay sambil menyalakan sebatang rokok yg diambilnya dari rokok milikku.
*Yaudah sini aja lu temenin gua.
Sahutku
*Bukain biling ya hehe.
Ucapnya sambil bercanda
*Iya..yaudah maen sana nanti gua bukain biling.
Balasku sambil berjalan mengambil minuman F**** ( nama minuman softdrink ) yg saya ambil dari sokes yg ada di depan samping pintu kamar mandi
*Enggak aahh nanti pagi gua mau anter bokin (pacar) ngelamar kerja, mayan cuy daerah BSD bahaya kalo gua begadang.
Ucapnya sambil berdiri & beranjak untuk pamit pulang
*Balik duluan yaa gua. Hati-hati di temenin setan aahahaha.
Ucap Irlay sambil menakut-nakutiku
*Elu setan..hahah
Sahutku meledek
Ketika Irlay pulang keadaan menjadi, sepi hening cuma terdengar suara musik yg saya putar dengan volume rendah.
Akupun bingung mau mengerjakan apa?
Akhirnya saya memutuskan untuk membersihkan semua PC & membenarkan bangku, keyboard & lain-lain, tak selesai hingga di situ akupun melanjutkan menyapu semua ruangan.
Setelah saya rasa sudah selesai, akupun lanjut ketempatku, saat saya melihat jam tepatnya pukul 01.20 Wib, akupun cuma lanjut membalas pesan mesenger, membuka blog & kaskus.
Tak lama berselang waktu sudah menunjukkan pukul 01.30 Wib, tiba-tiba saya merasakan tubuhku merinding seolah-olah disamping kiriku ada sesuatu yg berdiri.
Akupun mencoba tidak menghiraukan & lanjut ke layar monitorku, disaat itu saya mencoba membuka jendela yg berada di pc nomor 7 & 8, akupun memilih untuk mematikan AC, dua jendelapun sudah terbuka.
Sekitar 15 menit seakan saya merasakan ruangan itu benar-benar sepi & hening dari jalan rayapun cuma beberapa kendaraan yg melintas.
Tepat pukul 02.00 Wib, saya mendengar suara orang yg berjalan menaiki anak tangga.
Suaranya benar-benar jelas, saya berfikir saat itu akan ada orang yg datang untuk bermain warnet,
Suara langkah kaki itu terdengar sangat jelas & berhenti tepat di depanku sekitar jarak 2 meter dari meja operator & anak tangga yg mengarah masuk ke warnet.
*Aaahh..sudahlah mungkin itu cuma perasaanku saja.
Batinku saat itu
Sekitar 5 menit berselang lagi-lagi saya mendengar suara langkah kaki itu lagi, & terus terdengar berjalan hingga di bagian tengah anak tangga, sambil kutatap layar monitor, saya sempat melirik ke arah tangga itu, saya menunggu sekitar 1 menit tetapi suara langkah kaki itupun tidak terdengar lagi & tidak ada orang yg datang.
Disela saya mengintip dari balik layar monitorku, justru saya merasa seperti ada seseorang yg sedang mengintipku juga, tetapi lagi-lagi saya tidak menghiraukan, walaupun kenyataan saya sudah mulai tidak nyaman dengan keadaan pada malam itu.
Sempat harap turun ke bawah tetapi badanku rasanya sangat amat berat untuk sekedar mengangkat kali saja rasanya berat, seperti ada sesuatu yg menahanku.
Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 02.15 Wib, degan sangat terpaksa & melawan rasa takut saya memberanikan ke kamar mandi untuk buang air kecil, kamar mandi letaknya tepat berada di samping meja operator dengan pintu yg menghadap ke pc terakhir yaitu pc nomor 20 berdekatan dengan sokes.
Pc nomor 18, 19, 20 kalau malam tiba sekitar pukul 22.00 Wib lampu sengaja saya matikan, cuma lampu tengah saja yg kubiarkan menyala jadi ruangan beberapa agak gelap, selesai buang air kecil akupun kembali ke meja operator.
Aku mencoba duduk tenang sambil berusaha melupakan hal yg baru saja terjadi,
Alunan musik slow rock barat tahun 90'an pun masih saya putar dengan volume rendah sambil mengerjakan aktifitas lagi di layar monitorku, membalas komentar & pesan-pesan dari mesenger.
Ketika dimana saya sedang asik & mencoba melupakan hal itu justru saya mendengar dari arah tangga seperti ada seseorang yg memanggilku.
*ndrong...
Suara itu seperti suara laki-laki yg suara itu asing & tidak pernah saya dengar sebelumnya.
**Gondrong adalah nama panggilanku karna waktu itu rambutku gondrong & hingga saat ini style rambutku masih tetap panjang atau gondrong sekitar se dada**
Sontak suara itu menciptakan saya kaget, dengan rasa penasaran saya berusaha menoleh ke kanan & ke kiri, berharap benar ada orang yg memanggilku.
Disaat saya berusaha memlncari sumber suara tersebut saya mematikan musik yg sedang saya putar, suara itupun tiba-tiba memanggilku lagi, suaranya halus tetapi sedikit seperti berteriak, saya bingung menjelaskan dibagian ini
*GONDROOONG.!!!
Aku sempat terdiam & coba menjawab.
*Hooyyy...Siapa itu..?!
Dua kali saya berucap & sedikit berteriak, suara itu justru menghilang, akupun memberanikan diri untuk memutuskan melihat ke bagian tangga, dari atas saya coba melihat kearah bawah, memperhatikan beberapa menit tetapi anehnya yg saya temukan cuma kegelapan di bagian tangga.
Entah siapa yg mematikan lampu tangga itu?! Karena setahuku lampu itu tidak pernah di matikan sebelum mentari terbit tetapi entahlah...ulah siapa yg mematikan lampu itu.
Ketika itu saya berniat untuk menyalakan lampunya tetapi karena tombol lampunya ada di bagian tengah bawah dekat tangga besi (sebelum tangga lantai dari luar ada tangga besi yg terhubung masuk ke dalam warnet) baru satu anak tangga saya injak tetapi akupun ragu untuk turun ke bawah karena saya merasa yg sedikit seperti ruangan yg hampa sunyi & sepi.
Akhirnya kuputuskan untuk kembali saja ke meja operator, musik sengaja kubiarkan mati, berharap kalau ada suara-suara lagi saya dapat mendengarnya dengan jelas.
Kucoba lihat kembali jam dilayar monitorku, di mana saat itu jam sudah menunjukkan pukul 02.30 Wib, yg saya rasa sudah kondusif & tidak ada lagi suara-suara yg entah dari mana asalnya.
Sekitar pukul 02.40 Wib saya mendengar kaca jendela dekat pc nomor 7 & 8 itu seperti ada yg melempar sesuatu dengan batu kecil.
*Traakk..
Suara yg saya dengar seperti suara yg mengenai bagian kacanya.
**Karna posisi jendela itu membukanya dari bawah & kalau di buka akan seperti bentuk segitiga atau bagian kacanya miring beberapa derajat & ada bagian cor-coran beton yg sedikit menjorong ke depan yg di pakai untuk memasang nama ruko tersebut**
Dari suara orang berjalan, suara memanggil hingga suara lemparan ke kaca, semakin menciptakan saya tidak nyaman & sangat risih, bingung antara bertahan di ruangan atau turun kebawah?!
Pada akhirnya akupin memutuskan untuk kembali le meja operator, tak lama berselang saya duduk, saya mulai di kejutkan lagi oleh suara lemparan baru, & dimana saya menemukan batu itu masuk ke ruangan warnet & sangat mustahil & sangat mustahil, kalau memang ada seseorang yg melempar batu hingga dapat masuk hingga ke dalam ruangan, karna melihat bangunan & posisi kaca ketika di buka saja rasanya sangat tidak mungkin batu itu dapat masuk ke ruangan di tambah ada bagian beton untuk pamplet nama ruko, posisi jendelapun terhalang oleh penghalang pembatas dari pc ke pc.
**Sekedar informasi posisi pc warnetnya leter U & setiap PC dibuat seperti ruangan kota & ada pembatas seperi sekat lagi di bagian depannya jadi yg bermain warnet kalau mau main warnet harus miring masuknya, yaa dapat di bilang safety warnetnya jadi mereka ngerasa nyaman karna tertutup di tambah pembatas antara pc lumayan tinggi yg dimana kalau posisiku berdiri saja hampir sebatas bahu hampir leher kalau posisi kita duduk mengpakai bangu yaa paling tidak cuma rambutnya saja yg terlihat**
**BENTAR GAN/SIST ANE MINUM SAMBIL NGUDUD DULU, PEGEL JUGA KALO NGETIK PAKE HP NGGA SELESAI-SELESAI PERASAAN**
Aku mencoba mencari batu yg saya dengar jatuh tepat di lantai, akupun menemukan batu itu persis berada di pc nomor 3 sedikit menjorong kedalam tepat di kali bangku, akupun mencoba mengambil batu itu, ukuran batu itu kecil kira-kira seukuran kelereng yan biasa di pakai anak-anak bermain kelereng.
*Waaaahh..enggak beres inimah udah, gimana caranya coba..?!
Seraya saya bertanya bingung dalam hati
Aku langsung menutup jendelanya, setelah selesai saya berjalan menuju mejaku lagi, akupun duduk sambil merasa lemas di sekujur tubuh, entah harus bertindak & mengerjakan apa?! Sungguh.. Malam itu berhasil menciptakan nyaliku ciut selama beberapa lama jadi operator warnet.
Ketika saya menyadari mulai banyak kejadian yg yidak beres, akupun lantas mencoba menghubungi bosku, yg mungkin saya berfikir dia sedang menjahiliku, tanpa saya tahu bosku sesang berada dimana, akupun mencoba menghubungi tetapi tak ada jawaban, saya mencoba sekali lagi tetapi hasilnya juga sama panggilanku tidak ada jawaban, setelah saya merasa usahaku sia-sia saya mencoba menduga-duga dengan mengirim pesan.
*Pak Booss..ente di mana? Udah apa becandanya yaelah tega bener.
Isi pesan yg saya tulis & saya kirim untuk bosku
**Aku tahu bosku memang sedikit agak usil, tetapi saya juga merasa kalau semua ini bukan ulahnya, entah apa perasaanku, bingung bercampur takut**
Selesai sudah saya menulis pesan & pesan itu sudah terkirim, dengan asa ada balasan pesan, si benakku ada rasa harap turun untuk keluar dari ruangan warnet.
*Turun apa enggak yaa..turun apa enggak yaa tetapi gua takut lewatin tangganya, kalau misalkan gua turun terus gua ketemu sama itu setan nambah amsyong nih*
Gerutuku dalam hati
Akhirnya lagi-lagi saya memilih bertahan di lantai tiga yg semakin lama semakin mencekam, akupun memilih kembali ke meja operator, sambil membuka handphone & berharap ada balasan dari bosku.
Jam sudah menunjukkan pukul 03.00 Wib akupun memutar musik kembali dengan volume lebih rendah dari sebelumnya, berharap saya dapat sedikit melupakan hal yg sudah terjadi.
Ketika saya sedang menunggu balasan pesan, pandanganku tetap saya arahkan di depan layar monitor.
Tak lama saya di kejutkan oleh suara pintu balkon seperti di lempar mengpakai batu,
Jelas itu menciptakanku sangat kaget & seluruh badanku merinding hebat, cemas, takut, bingung, bimbang semua bercampur jadi satu.
Ketika suara dari pintu balkon itu hilang, masih dari arah & tempat yg sama dari pintu balkonpun kembali terdengar suara. Tapi kali ini suaranya seperti si ketuk, & saya dengar ketukan itu sebanyak dua kali, dari situ menciptakan saya semakin yakin kalau semua ini bukan ulang manusia.
Semakin merasa tegang & takut harap rasanya berlari tetapi semua rasanya tak sanggup saya lakukan, saya merasa sedang terkunci di ruangan yg kosong & tidak dapat kemana mana.
Jangankan untuk melihat sekedar melirik saja saya sudah benar-benar takut.
Tak lama berselang suara ketukan itu hilang, suara yg saya rasa aneh itu terdengar lagi dari pintu balkon, suara itu seperti telapak tangan yg di hempaskan & di pukul-pukul sebanyak 4 kali tepat ke arah kaca pintu balkon.
*DAAAARRR...DDDAARR..
*DAAARRRR...DDDAARR..
BERSAMBUNG
**Berhubung disini sudah pukul 04.18 Wib & sudah memasuki waktu sholat subuh jadi kelanjutannya ceritanya saya akan lanjutkan lagi nanti malam, & karena tangan sudah pegel karena ngetik pakai HP jadi di tunggu kelanjutan ceritanya ya gan/sist**
Jangan lupa bantu support dengan bantu share & lemparin ijo-ijonya gan/sist
Terimakasih
Assalamu'alaikum