Nemesis
IndoForum Activist E
- No. Urut
- 55724
- Sejak
- 26 Okt 2008
- Pesan
- 9.732
- Nilai reaksi
- 503
- Poin
- 113
Setelah mereda selama beberapa hari, hubungan Megawati dengan SBY kembali memanas. Kemarin (13/2), di hadapan pengusaha, Megawati melancarkan kritik kepada SBY. Menurut dia, kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih buruk daripada saat dirinya menjabat presiden.
''Yang kita butuhkan saat ini adalah ketahanan pangan. Kita membutuhkan bibit unggul. Tapi, bibit unggul yang betulan, bukan unggul-unggulan,'' ujarnya saat menyampaikan visi pembangunan ekonomi PDIP dalam acara Pengusaha Bertanya Partai Menjawab.
Dalam acara itu kemarin, Mega didampingi, antara lain, Sekjen DPP PDIP Pramono Anung serta anggota tim pakar Megawati, yakni Imam Sugema dan Hendrawan Suprapto.
Pernyataan Mega itu lagi-lagi dialamatkan kepada pemerintah. Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, SBY meluncurkan padi bibit unggul Supertoy yang mampu panen lebih cepat daripada padi biasanya.
Tak cukup sampai di situ, Mega pun mengkritik kebijakan mengenai pembangunan infrastruktur pemerintahan SBY. Menurut dia, sejak pemerintahan SBY, pembangunan infrastruktur tak banyak berkembang. ''Itu jelas berbeda dari saat saya menjabat dulu. Jalur pantura saya bangun karena itu merupakan sendi ekonomi,'' tegasnya.
Padahal, kata dia, infrastruktur sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Tanpa pembenahan sektor itu, pertumbuhan ekonomi takkan banyak meningkat. ''Kalaupun meningkat, itu kan hanya mengarang-ngarang angka,'' ungkapnya lantas disambut tepuk tangan peserta diskusi.
Akibatnya, ujar Mega, kondisi ekonomi Indonesia terancam. Dia mencontohkan nilai tukar rupiah yang pernah ambruk hingga Rp 13.500. Depresi nilai rupiah bahkan sampai 30 persen. Jauh di bawah India dan Eropa sebesar 28 persen. ''Itu adalah kondisi terburuk selama sepuluh tahun ini,'' katanya. Hal serupa menimpa pasar saham. ''IHSG sampai jatuh hingga 1.100 sekian,'' ujarnya.
sumber
''Yang kita butuhkan saat ini adalah ketahanan pangan. Kita membutuhkan bibit unggul. Tapi, bibit unggul yang betulan, bukan unggul-unggulan,'' ujarnya saat menyampaikan visi pembangunan ekonomi PDIP dalam acara Pengusaha Bertanya Partai Menjawab.
Dalam acara itu kemarin, Mega didampingi, antara lain, Sekjen DPP PDIP Pramono Anung serta anggota tim pakar Megawati, yakni Imam Sugema dan Hendrawan Suprapto.
Pernyataan Mega itu lagi-lagi dialamatkan kepada pemerintah. Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, SBY meluncurkan padi bibit unggul Supertoy yang mampu panen lebih cepat daripada padi biasanya.
Tak cukup sampai di situ, Mega pun mengkritik kebijakan mengenai pembangunan infrastruktur pemerintahan SBY. Menurut dia, sejak pemerintahan SBY, pembangunan infrastruktur tak banyak berkembang. ''Itu jelas berbeda dari saat saya menjabat dulu. Jalur pantura saya bangun karena itu merupakan sendi ekonomi,'' tegasnya.
Padahal, kata dia, infrastruktur sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Tanpa pembenahan sektor itu, pertumbuhan ekonomi takkan banyak meningkat. ''Kalaupun meningkat, itu kan hanya mengarang-ngarang angka,'' ungkapnya lantas disambut tepuk tangan peserta diskusi.
Akibatnya, ujar Mega, kondisi ekonomi Indonesia terancam. Dia mencontohkan nilai tukar rupiah yang pernah ambruk hingga Rp 13.500. Depresi nilai rupiah bahkan sampai 30 persen. Jauh di bawah India dan Eropa sebesar 28 persen. ''Itu adalah kondisi terburuk selama sepuluh tahun ini,'' katanya. Hal serupa menimpa pasar saham. ''IHSG sampai jatuh hingga 1.100 sekian,'' ujarnya.
sumber