• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Di Balik Pintu Kayu Tua

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Di Balik Pintu Kayu Tua


Suasana desa itu sering tenang, seakan waktu berjalan lambat. Daun-daun kering berguguran di sepanjang jalan tanah yg retak-retak, & suara jangkrik jadi musik malam yg tak pernah henti. Di ujung desa, berdirilah sebuah rumah tua dengan pagar kayu yg sudah lapuk dimakan usia. Tak banyak orang berani mendekat, kecuali satu orang**Reza**, pemuda perantau yg kembali ke kampung halaman setelah tujuh tahun bekerja di kota.

Rumah itu dulunya milik **Kakek Harun**, kakeknya Reza yg diketahui tertutup & penuh misteri. Setelah kematian kakeknya dua bulan lalu, rumah itu kosong. Tapi anehnya, **lampu di ruang tamu kadang menyala sendiri di malam hari**, & ada suara kursi bergeser padahal tak ada siapa pun di dalamnya.

Reza, yg diketahui rasional & tidak percaya hal mistis, memutuskan tinggal di rumah itu selama beberapa pekan sambil menyelesaikan naskah novel yg sedang ia tulis.

Malam perdana berjalan tenang. Tapi malam kedua, sekitar pukul dua dini hari, Reza mendengar ketukan lembut di pintu dapur. Ia membuka pintu, namun tak ada siapa-siapa. Ia mengira itu angin. Tapi ketukan itu kembali malam berikutnya. Kali ini lebih keras. Dan disertai bisikan:
*"Kunci itu di belakang lukisan."*

Reza terbangun dengan keringat dharap. Ia merasa itu cuma mimpi. Tapi saat pagi tiba, entah mengapa ia terdorong membuka lukisan akbar kakeknya yg tergantung di ruang kerja. Di baliknya, benar sajaterdapat celah kecil & di dalamnya ada **sebuah kunci besi tua** berwarna hitam keperakan.

Rasa penasaran mulai menggantikan rasa takut. Ia menyusuri seluruh rumah, mencari pintu yg cocok dengan kunci tersebut, hingga akhirnya ia menemukan sebuah **pintu kecil di balik lemari tua di ruang belakang**, tertutup debu tebal & sarang laba-laba.

Dengan tangan gemetar, Reza memasukkan kunci. Bunyi *klik* terdengar, pintu pun terbuka, menguak ruang bawah tanah yg gelap & lembap. Ia menyalakan senter ponselnya & perlahan turun.

Ruang itu seperti perpustakaan rahasia. Tumpukan buku, catatan tangan, & peta-peta tua berserakan. Di tengah ruangan, ada satu meja dengan buku akbar yg terbuka. Tinta hitam pekat menuliskan sesuatu dalam bahasa kuno, namun di bagian bawah halaman ada tulisan latin:

> *"Siapa yg menemukan ruang ini, adalah penjaga berikutnya. Ilmu ini bukan untuk kekayaan, tetapi untuk kebenaran."*

Reza mulai membaca. Ia menemukan fakta bahwa kakeknya selama puluhan tahun meneliti sejarah leluhur merekatentang penjaga desa yg menyegel kekuatan gelap di dalam hutan. Ada perjanjian kuno, mantra-mantra, & petunjuk yg membawa Reza ke satu titik penting:

**Ada sesuatu yg akan bangkit kembali, & cuma garis darah Harun yg dapat menahannya.**

Semua ini terasa mustahil. Tapi keesokan malamnya, suara ketukan itu kembali. Tapi kali ini bukan dari dapur, melainkan dari **dalam lemari** tempat pintu rahasia itu berada.

---
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.