Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Devide et impera adalah Politik Pecah Belah atau Adu Domba.
Maksudnya, kombinasi strategi Politik, Militer & Ekonomi yg bertujuan mendapatkan & menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok akbar jadi kelompok-kelompok kecil sehingga mudah di taklukan. Dalam konteks lain, mencegah kelompok-kelompok kecil bersatu jadi kelompok akbar & kuat. (Wikipedia)
Bahasa
Pernahkah berpikir, mengapa bahasa dari Provinsi Aceh hingga Provinsi Bali. Memiliki bahasa yg berbeda-beda ? Pada 1947-1948 Belanda membentuk negara boneka dengan menjanjikan kemerdekaan kepada beberapa negara boneka yg sudah dibuatnya, diantaranya Negara Indonesia Timur (sekarang Papua), Negara Sumatera Timur, Negara Madura, Negara Pasundan, Negara Sumatra Selatan, & Negara Jawa Timur.
Beberapa ratusan tahun setelah kemerdekaan, rasanya politik devide et impera masih meninggalkan bekas. Dimana masing-masing daerah superior dengan bahasa & sukunya masing-masing. Yang menjadikan konflik gampang terpicu.Karena tiap daerah mempunyai bahasa spesifik untuk ke yg muda & untuk ke yg tua.
Apabila kita memakai bahasa tertentu tanpa tahu bahwa bahasa yg kita pakai sebenarnya ditujukan untuk ke kaum muda, bukannya ke kaum orang tua. Maka jelas ini akan menyinggung & menciptakan konflik. Semakin sulit untuk bersatu. Belum lagi bahasa Impor yg harus dipelajari karena 'Agama' tertentu mewajibkannya.
Dengan beragam bahasa yg berbeda-beda & berbeda-beda pula (ada tingkatannya didalam bahasa tersebut). Membuat Indonesia semakin sulit bersatu, karena terlalu beragam bahasa yg dipakai oleh warganya.
Agama
Ketika negara lain sibuk membangung negaranya, kita malah sibuk bertikai, & mirisnya dengan bangsa kita sendiri. Sangat mungkin & pasti ada orang-orang tertentu yg bermain & memiliki kepentingan dalam usaha memecah belah Indonesia & meruntuhkan Pancasila.
TS rasa Sila perdana pancasila tidak cocok diterapkan di Indonesia, karena beberapa warga Indonesia tidak semuanya mempunyai Tuhan yg Esa. Dan Hukum Agama serta hukum negara semestinya dipisah. Karena tidak semua warga Indonesia beragama mayoritas. Agama itu buatan manusia. Semua aturan-aturan yg didalamnya serta kitab sucinya merupakan buah hasil pikiran manusia.
Memang agama bertujuan untuk kebaikan, tetapi tetap semua itu berasal dari pemikiran manusia. Pasti ada kesalahan & tidakklah sempurna. Manusia itu berkembang begitu pula dengan hukum. Hukum yg baik ialah hukum negara, karena negara serta manusia itu berkembang. Toleransi & kebebasan memeluk agama di Indonesia sangatlah rendah. Sehingga gampang sekali terpicu konflik. Hanya karena seseorang menista buku-buku fiksi. Hanya karena seseorang meninggalkan agamanya.
Tujuan ?
Indonesia kaya dengan SDA. Tanah surga dimana Tongkah kayu & batu jadi tanaman. Belum mineral-mineral langka dibawah kaki kita. Sayangnya nasi sudah jadi bubur. Konflik-konflik diciptakan untuk menciptakan kita jadi terpecah belah & tidak bersatu. Sehingga Indonesia sebenarnya diributkan dengan masalah-masalah yg sepele. Lengah & membiarkan negara lain menjajah kita. Tiap-tiap daerah superior dengan bahasanya masing-masing.
Kamu tidak dapat merubah dunia, yg dapat anda rubah adalah dirimu sendiri. Gunakanlah (minimal)bahasa Indonesia di kehidupan sehari-hari. Banggalah dengan bahasa Indonesia, bahasa negerimu.
Apa yg dijajah ?
Pertama ialah Budaya & bahasa. Negara-negara lain sibuk mempromosikan budaya & bahasanya, sementara Indonesia sendiri masih bertikai & berpecah belah satu sama lain. Saat ini jepang mempromosikan budaya & bahasanya lewat Vtuber atau Anime manga. Korea dengan K-pop & K-Dramanya. Sedangkan beberapa negara lain (Amerika, Italia, German) mempromosikan budaya & bahasanya lewat video game, tv series atau movies.
Kedua ialah sumber daya alam dibawah kaki kita. Kita diributkan dengan konflik agama maupun bahasa. Sehingga kita lupa bahwa tanah yg kita pijak ini sebenarnya surga. Suatu potensi akbar untuk menumbuhkan tumbuhan-tumbuhan rekayasa genetik disini.
Ketiga ialah Sumber Daya Manusia atau SDM. Lihatlah sumber daya manusia kita. Malas & gampang sekali tersulut emosi. Membuang-buang waktu dengan Sholat 5x sehari & urusan agama. Kita terkekang mengerjakan ini itu karena masalah agama serta beragamnya bahasa. Dimana negara lain terbuka soal hal-hal tabu terkait seks, fetishme, alkohol, atheisme/nihilisme & ganja. Kita masih meributkan halalnya ini itu, Riba & sebagainya. Mempelajari bahasa provinsi lain, yg dalam jarak radius 300km saja sudah berbeda bahasanya.
Sekian.
Sumber : Pemikiran diri sendiri.
Hari ini 17:51
Maksudnya, kombinasi strategi Politik, Militer & Ekonomi yg bertujuan mendapatkan & menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok akbar jadi kelompok-kelompok kecil sehingga mudah di taklukan. Dalam konteks lain, mencegah kelompok-kelompok kecil bersatu jadi kelompok akbar & kuat. (Wikipedia)
Bahasa
Pernahkah berpikir, mengapa bahasa dari Provinsi Aceh hingga Provinsi Bali. Memiliki bahasa yg berbeda-beda ? Pada 1947-1948 Belanda membentuk negara boneka dengan menjanjikan kemerdekaan kepada beberapa negara boneka yg sudah dibuatnya, diantaranya Negara Indonesia Timur (sekarang Papua), Negara Sumatera Timur, Negara Madura, Negara Pasundan, Negara Sumatra Selatan, & Negara Jawa Timur.
Beberapa ratusan tahun setelah kemerdekaan, rasanya politik devide et impera masih meninggalkan bekas. Dimana masing-masing daerah superior dengan bahasa & sukunya masing-masing. Yang menjadikan konflik gampang terpicu.Karena tiap daerah mempunyai bahasa spesifik untuk ke yg muda & untuk ke yg tua.
Apabila kita memakai bahasa tertentu tanpa tahu bahwa bahasa yg kita pakai sebenarnya ditujukan untuk ke kaum muda, bukannya ke kaum orang tua. Maka jelas ini akan menyinggung & menciptakan konflik. Semakin sulit untuk bersatu. Belum lagi bahasa Impor yg harus dipelajari karena 'Agama' tertentu mewajibkannya.
Dengan beragam bahasa yg berbeda-beda & berbeda-beda pula (ada tingkatannya didalam bahasa tersebut). Membuat Indonesia semakin sulit bersatu, karena terlalu beragam bahasa yg dipakai oleh warganya.
Agama
Ketika negara lain sibuk membangung negaranya, kita malah sibuk bertikai, & mirisnya dengan bangsa kita sendiri. Sangat mungkin & pasti ada orang-orang tertentu yg bermain & memiliki kepentingan dalam usaha memecah belah Indonesia & meruntuhkan Pancasila.
TS rasa Sila perdana pancasila tidak cocok diterapkan di Indonesia, karena beberapa warga Indonesia tidak semuanya mempunyai Tuhan yg Esa. Dan Hukum Agama serta hukum negara semestinya dipisah. Karena tidak semua warga Indonesia beragama mayoritas. Agama itu buatan manusia. Semua aturan-aturan yg didalamnya serta kitab sucinya merupakan buah hasil pikiran manusia.
Memang agama bertujuan untuk kebaikan, tetapi tetap semua itu berasal dari pemikiran manusia. Pasti ada kesalahan & tidakklah sempurna. Manusia itu berkembang begitu pula dengan hukum. Hukum yg baik ialah hukum negara, karena negara serta manusia itu berkembang. Toleransi & kebebasan memeluk agama di Indonesia sangatlah rendah. Sehingga gampang sekali terpicu konflik. Hanya karena seseorang menista buku-buku fiksi. Hanya karena seseorang meninggalkan agamanya.
Tujuan ?
Indonesia kaya dengan SDA. Tanah surga dimana Tongkah kayu & batu jadi tanaman. Belum mineral-mineral langka dibawah kaki kita. Sayangnya nasi sudah jadi bubur. Konflik-konflik diciptakan untuk menciptakan kita jadi terpecah belah & tidak bersatu. Sehingga Indonesia sebenarnya diributkan dengan masalah-masalah yg sepele. Lengah & membiarkan negara lain menjajah kita. Tiap-tiap daerah superior dengan bahasanya masing-masing.
Kamu tidak dapat merubah dunia, yg dapat anda rubah adalah dirimu sendiri. Gunakanlah (minimal)bahasa Indonesia di kehidupan sehari-hari. Banggalah dengan bahasa Indonesia, bahasa negerimu.
Apa yg dijajah ?
Pertama ialah Budaya & bahasa. Negara-negara lain sibuk mempromosikan budaya & bahasanya, sementara Indonesia sendiri masih bertikai & berpecah belah satu sama lain. Saat ini jepang mempromosikan budaya & bahasanya lewat Vtuber atau Anime manga. Korea dengan K-pop & K-Dramanya. Sedangkan beberapa negara lain (Amerika, Italia, German) mempromosikan budaya & bahasanya lewat video game, tv series atau movies.
Kedua ialah sumber daya alam dibawah kaki kita. Kita diributkan dengan konflik agama maupun bahasa. Sehingga kita lupa bahwa tanah yg kita pijak ini sebenarnya surga. Suatu potensi akbar untuk menumbuhkan tumbuhan-tumbuhan rekayasa genetik disini.
Ketiga ialah Sumber Daya Manusia atau SDM. Lihatlah sumber daya manusia kita. Malas & gampang sekali tersulut emosi. Membuang-buang waktu dengan Sholat 5x sehari & urusan agama. Kita terkekang mengerjakan ini itu karena masalah agama serta beragamnya bahasa. Dimana negara lain terbuka soal hal-hal tabu terkait seks, fetishme, alkohol, atheisme/nihilisme & ganja. Kita masih meributkan halalnya ini itu, Riba & sebagainya. Mempelajari bahasa provinsi lain, yg dalam jarak radius 300km saja sudah berbeda bahasanya.
Sekian.
Sumber : Pemikiran diri sendiri.
Hari ini 17:51