Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Developer video game ternama, Bungie, baru-baru ini menang gugatan dari penjual cheat Destiny 2. Mereka menerima uang ganti rugi Rp 178 miliar. (Foto: Steam)
Jakarta - Developer video game ternama, yakni Bungie, baru-baru ini menang gugatan dari penjual cheat Destiny 2. Mereka berhak menerima uang ganti rugi hingga ratusan miliar rupiah.
Bungie mengklaim bahwa perangkat lunak yg diberi nama VeteranCheat itu, sudah merusak kenikmatan bermain Destiny 2 & mengurangi potensi pendapatan di dalam game. Akhirnya mereka meminta ganti sebesar USD 12 juta atau sekitar Rp 178 miliar.
Ditambah tuntutan senilai USD 2 ribu atau sekitar Rp 29 juta, untuk masing-masing dari 5.848 cheat yg sudah diunduh oleh pemain, sebagaimana detikINET melansirnya dari IGN, Jumat (19/5/2023).
Diketahui kalau cheat itu hasil disebarkan Mihai Claudiu-Florentin, penjual cheat asal Rumania. Bila gamer mengpakai program tersebut, maka memungkinkan pemain mendapatkan keuntungan & merugikan mereka yg jadi lawan.
Nantinya pemain biasa membidik lawan dengan lebih akurat. Selain itu, mengpakai cheat ini, dapat memberikan penglihatan yg tidak biasa, karena pemain dapat memantau lawan meskipun ada di balik dinding.
"Pengadilan menemukan bahwa keputusan default dimasukkan dengan tepat untuk mendukung Bungie untuk semua kecuali klaim CPA," bunyi putusan resmi.
Sebenarnya ini bukan gugatan perdana Bungie terkait perangkat lunak yg merusak sportivitas permainan. Mereka sebelumnya juga pernah mengajukan tuntutan hukum kepada sejumlah individu, seperti AimJunkies, LaviCheats, & Elite Boss Tech, dengan beberapa akbar dimenangkan oleh Bungie.
Berdasarkan informasi yg diungkapkan oleh wakil penasihat hukum Bungie, james Barker, bahwa perusahaan setidaknya menghabiskan minimal USD 2 juta atau sekitar Rp 29,7 miliar untuk keamanan game, dalam upaya mengatasi masalah kecurangan ketika bermain.
Meski ada game yg mentolerir penggunaan cheat seperti GTA, tetapi Bungie bertekad untuk menjaga supaya permainan yg mereka kembangkan bebas dari kecurangan. Tindakan tidak terpuji ini dalam bermain game belum ilegal menurut hukum.
Sumber : Detik.com
Hari ini 18:50