Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Halo agan agan semua, balik lagi dengan ane PCJAMES. Akhirnya ane punya waktu kosong & luang untuk kembali berkicau di KASKUS. Agan-agan semua udah pada libur (beneran) belum, ya meskipun liburan juga gadapat kemana-mana karena sekarang berbagai kota akbar ditutup lagi jalanannya. Di thread ini ane harap kembali bercerita soal pengalaman ane di kampus ane.
Berbagai hal & orang-orang baru ane temui di sini, & banyak dari tipe orang seperti teman teman ane yg belum pernah ane temui sebelumnya. Berbagai hal & orang baru yg ane temui di sini menciptakan ane terkagum & kaget. Maka dari itu, berikutDeretan Hal "Mengagetkan" Yang Ane Temui Selama Berkuliah di ITB.
1. Banyak Orang Yang Sangat Jenius Di Seluruh Pelajaran MIPA
Hal perdana mungkin merupakan hal yg sangat biasa & biasa ada di ITB. Namun untuk ane yg datang dari SMA biasa-biasa saja, yg bahkan cuma 2 orang (termasuk ane) yg dapat masuk ITB (Khusus Fakultas2 Teknik), hal tersebut sangat mengagetkan. Dengan soal ujian yg "dosen bilang" dibuat lebih sulit daripada soal OSN, masih sangat banyak teman ane yg dapat mendapat nilai bagus bahkan mendapat indeks A di semua mata kuliah. Bahkan, banyak teman ane yg pakar bukan cuma di satu bidang. Sebagai contoh, ada teman ane yg sangat pintar Matematika, namun juga sangat pintar Biologi. Ada juga teman ane yg sangat pintar Fisika namun juga sangat pintar Kimia. Karena menurut ane, dapat menguasai dua bidang yg bertolak belakang itu amazing. Oh iya, di fakultas ane juga ada banyak anak pemenangmedali perunggu, perak, hingga emasdi Olimpiade Sains Nasional Fisika & Matematika.
2. Banyak Juga Anak Teknik ITB Yang Pintar Dalam Bidang Sosial, Politik, Ekonomi, & Seni
Hal kedua adalah hal yg paling mengagetkan untuk ane & menciptakan ane insecure parah. Saat ane masuk ITB, ane kira bakal banyak orang yg jenius di science namun ga paham soal social. Namun ane salah besar, & ane insecure karena ini. Banyak teman ane yg soal pengetahuan & nilai sangat jenius di pelajaran MIPA yg notabene hitungan, tetapi mereka juga sangat paham tentang sosial, politik, sejarah, bahkan ekonomi, mereka benar-benar paham & bukan poser yg ikut-ikutan. Banyak dari mereka yg juga sangat hebat berdiplomasi & berepengetahuan tinggi soal geografi, nah rata rata mereka tergabung dalam Model United Nations.
Apalagi di UKM ane yaitu Majalah Ganesha. Ane kira isi nya mirip-mirip ane yaitu anak-anak yg suka & mahir di bidang sosial tetapi nyasar di ITB. Ane salah besar. Mereka adalah anak-anak yg sangat pintar di MIPA, bahkan beberapa dari mereka punya IPK TPB hingga 4 & juga medalis OSN, tetapi juga sangat hebat pengetahuannya dalam bidang sosial. Sementara juga ada beberapa teman ane dari teknik juga yg sangat mahir dalam desain grafis & video editing.Sumpah ane bener-bener kaget, sampe semua rumpun yg dikuasai anak IPS juga diembat anak ITB.Maka dari itu, gak kaget kalau lulusan ITB banyak kerja di posisi tinggi di bidang non IPA. Sebagai contoh, petinggi dari Deloitte, EY, & KPMG yg merupakan accounting firms juga diisi oleh alumni Teknik ITB & masih banyak lagi.
3. Teman Seangkatan Tidak Individualis & Apatis, Senior Kampus Juga Ramah & Semena-Mena
Berikutnya soal pergaulan. Bersyukurnya, selama di ITB ane dapat dapat berkat berupa banyak mendapat teman akrab (bukan sekedar kenalan) dari hampir semua fakultas. Ketika dapat berteman dengan mereka, bahkan mendapat support dari mereka ane cukup kaget.Stereotipe apatis & individualisnya ITB bener-bener terpatahkan. Seumur hidup dari SD - SMA, ane gapernah mendapat teman teman sebaik di ITB. Bukan cuma teman dekat ane, bahkan sampe teman teman online & teman kelas biasa juga tidak apatis. Untuk individualis mungkin benar namun dari sisi "kejujuran" dalam mengerjakan ujian di mana kita gak ada bagi-bagi jawaban.
Selain itu soal senior juga ane cukup kaget. Awalnya ane kira cuma beberapa senior yaitu senior di UKM ane yg anti senioritas, karena mereka gamau angkatan bawah manggil mereka "kak". Namun, setelah ane berkenalan dengan berbagai senior. Baik kakak yg ospek ane hingga atasan ane di organisasi & kepanitiaan, mereka semua baik, ramah, banyak menolong ane jadi teman sharing, & tidak ada senioritas yg semena-mena. Mereka juga hampir semua enggan dipanggil kak. Bahkan banyak sekali atau hampir semua kerjaan & posisi yg ane dapat di kampus merupakan buah dari rekanan ane dengan senior senior. Kalau ditanya apakah ada senior rese & julid? tentu ada, tetapi mereka biasanya cuma koar di twitter & jumlahnya sangat dikit ketimgang yg baik yg ane kenal.
4. Sudah Biasa Bertebaran Berita "Duka" di Akun Socmed ITB & Bertebaran Menfess Suicidal Thoughts di Base Twitter ITB (Unofficial)
Berikutnya dari sisi menyeramkan nya gan. Mungkin hal ini juga sudah keluar kemana-mana & memperkuat stereotype ITB itu serem. Yap, di OSKM angakatan 2019 juga, dosen menampilkan jumlah mahasiswa ITB yg keluar & meninggal. Selain itu juga instagram resmi ITB termasuk sering mengabarkan kabar duka atas kepergian mahasiswa ITB (sempat dalam satu pekan tersiar kabar meninggalnya 3 mahasiswa ITB). Selain itu, di base twitter itb atau itbfess juga mayan sering bertebaran menfess "suicidal thoughts" atau keharapan bunuh diri mahasiswa disini karena stress mereka. Tapi beruntung mahasiswa ITB lain supportif & sering menenangkan mereka melalui komen.
Sekian gan tulisan dari ane. Ane juga penasaran nih pengalaman yg agan agan punya selama berkuliah, khususnya agan agan yg dari ITB juga. Ane penasaran hal mengagetkan apa yg agan temui selama di ITB. Sekian tulisan ane, good bye and have a nice day gan.
Berbagai hal & orang-orang baru ane temui di sini, & banyak dari tipe orang seperti teman teman ane yg belum pernah ane temui sebelumnya. Berbagai hal & orang baru yg ane temui di sini menciptakan ane terkagum & kaget. Maka dari itu, berikutDeretan Hal "Mengagetkan" Yang Ane Temui Selama Berkuliah di ITB.
1. Banyak Orang Yang Sangat Jenius Di Seluruh Pelajaran MIPA
Hal perdana mungkin merupakan hal yg sangat biasa & biasa ada di ITB. Namun untuk ane yg datang dari SMA biasa-biasa saja, yg bahkan cuma 2 orang (termasuk ane) yg dapat masuk ITB (Khusus Fakultas2 Teknik), hal tersebut sangat mengagetkan. Dengan soal ujian yg "dosen bilang" dibuat lebih sulit daripada soal OSN, masih sangat banyak teman ane yg dapat mendapat nilai bagus bahkan mendapat indeks A di semua mata kuliah. Bahkan, banyak teman ane yg pakar bukan cuma di satu bidang. Sebagai contoh, ada teman ane yg sangat pintar Matematika, namun juga sangat pintar Biologi. Ada juga teman ane yg sangat pintar Fisika namun juga sangat pintar Kimia. Karena menurut ane, dapat menguasai dua bidang yg bertolak belakang itu amazing. Oh iya, di fakultas ane juga ada banyak anak pemenangmedali perunggu, perak, hingga emasdi Olimpiade Sains Nasional Fisika & Matematika.
2. Banyak Juga Anak Teknik ITB Yang Pintar Dalam Bidang Sosial, Politik, Ekonomi, & Seni
Hal kedua adalah hal yg paling mengagetkan untuk ane & menciptakan ane insecure parah. Saat ane masuk ITB, ane kira bakal banyak orang yg jenius di science namun ga paham soal social. Namun ane salah besar, & ane insecure karena ini. Banyak teman ane yg soal pengetahuan & nilai sangat jenius di pelajaran MIPA yg notabene hitungan, tetapi mereka juga sangat paham tentang sosial, politik, sejarah, bahkan ekonomi, mereka benar-benar paham & bukan poser yg ikut-ikutan. Banyak dari mereka yg juga sangat hebat berdiplomasi & berepengetahuan tinggi soal geografi, nah rata rata mereka tergabung dalam Model United Nations.
Apalagi di UKM ane yaitu Majalah Ganesha. Ane kira isi nya mirip-mirip ane yaitu anak-anak yg suka & mahir di bidang sosial tetapi nyasar di ITB. Ane salah besar. Mereka adalah anak-anak yg sangat pintar di MIPA, bahkan beberapa dari mereka punya IPK TPB hingga 4 & juga medalis OSN, tetapi juga sangat hebat pengetahuannya dalam bidang sosial. Sementara juga ada beberapa teman ane dari teknik juga yg sangat mahir dalam desain grafis & video editing.Sumpah ane bener-bener kaget, sampe semua rumpun yg dikuasai anak IPS juga diembat anak ITB.Maka dari itu, gak kaget kalau lulusan ITB banyak kerja di posisi tinggi di bidang non IPA. Sebagai contoh, petinggi dari Deloitte, EY, & KPMG yg merupakan accounting firms juga diisi oleh alumni Teknik ITB & masih banyak lagi.
3. Teman Seangkatan Tidak Individualis & Apatis, Senior Kampus Juga Ramah & Semena-Mena
Berikutnya soal pergaulan. Bersyukurnya, selama di ITB ane dapat dapat berkat berupa banyak mendapat teman akrab (bukan sekedar kenalan) dari hampir semua fakultas. Ketika dapat berteman dengan mereka, bahkan mendapat support dari mereka ane cukup kaget.Stereotipe apatis & individualisnya ITB bener-bener terpatahkan. Seumur hidup dari SD - SMA, ane gapernah mendapat teman teman sebaik di ITB. Bukan cuma teman dekat ane, bahkan sampe teman teman online & teman kelas biasa juga tidak apatis. Untuk individualis mungkin benar namun dari sisi "kejujuran" dalam mengerjakan ujian di mana kita gak ada bagi-bagi jawaban.
Selain itu soal senior juga ane cukup kaget. Awalnya ane kira cuma beberapa senior yaitu senior di UKM ane yg anti senioritas, karena mereka gamau angkatan bawah manggil mereka "kak". Namun, setelah ane berkenalan dengan berbagai senior. Baik kakak yg ospek ane hingga atasan ane di organisasi & kepanitiaan, mereka semua baik, ramah, banyak menolong ane jadi teman sharing, & tidak ada senioritas yg semena-mena. Mereka juga hampir semua enggan dipanggil kak. Bahkan banyak sekali atau hampir semua kerjaan & posisi yg ane dapat di kampus merupakan buah dari rekanan ane dengan senior senior. Kalau ditanya apakah ada senior rese & julid? tentu ada, tetapi mereka biasanya cuma koar di twitter & jumlahnya sangat dikit ketimgang yg baik yg ane kenal.
4. Sudah Biasa Bertebaran Berita "Duka" di Akun Socmed ITB & Bertebaran Menfess Suicidal Thoughts di Base Twitter ITB (Unofficial)
Berikutnya dari sisi menyeramkan nya gan. Mungkin hal ini juga sudah keluar kemana-mana & memperkuat stereotype ITB itu serem. Yap, di OSKM angakatan 2019 juga, dosen menampilkan jumlah mahasiswa ITB yg keluar & meninggal. Selain itu juga instagram resmi ITB termasuk sering mengabarkan kabar duka atas kepergian mahasiswa ITB (sempat dalam satu pekan tersiar kabar meninggalnya 3 mahasiswa ITB). Selain itu, di base twitter itb atau itbfess juga mayan sering bertebaran menfess "suicidal thoughts" atau keharapan bunuh diri mahasiswa disini karena stress mereka. Tapi beruntung mahasiswa ITB lain supportif & sering menenangkan mereka melalui komen.
Sekian gan tulisan dari ane. Ane juga penasaran nih pengalaman yg agan agan punya selama berkuliah, khususnya agan agan yg dari ITB juga. Ane penasaran hal mengagetkan apa yg agan temui selama di ITB. Sekian tulisan ane, good bye and have a nice day gan.
Hari ini 18:35