• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Densus 88 Sita Rekening Rp 1 Miliar

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
nxZjz.jpg


Tim Densus 88 Antiteror menggeledah gerai ponsel di Jalan Angkrek, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (22/3/2012) siang. Polisi mengangkut satu buah central processing unit (CPU), buku tabungan, serta slip penarikan dan penyetoran uang.
"Dari buku tabungan itu nilai uangnya di atas Rp 1 miliar. Transaksi pemasukan dan pengeluaran uang juga banyak," kata seorang anggota polisi yang ikut dalam penggeledahan, Kamis.

Penggeledahan dilakukan menyusul tertangkapnya terduga teroris atas nama Arli. Densus membawa Arli dan terus berada di dalam mobil mikrobus warna silver dengan kaca mobil yang tertutup kaca film hitam tidak tembus pandang.

Arli merupakan jaringan teroris Harry Kuncoro, adik ipar Dulmatin, yang sedang menjalani proses persidangan tindak pidana terorisme di PN Jakarta Barat awal Maret ini.

Kapolres Sumedang Ajun Komisaris Besar Eka Satria Bhakti mengatakan, operasi itu dilakukan Densus 88 Antiteror. "Itu kegiatan Densus 88 dan mereka menggeledah tempat kontrakan terduga teroris yang sudah ditangkap duluan. Penjaga gerai ponsel itu dibawa untuk dimintai keterangan," kata Kapolres saat dihubungi melalui ponselnya.

Lokasi Penggerebekan Ternyata Sudah Diintai Sebelumnya

Plus Celullar yang didatangi Densus 88, Kamis (22/3/2012), ternyata sudah diintai beberapa hari sebelumnya. Hal itu baru diketahui pada waktu penggerebekan saat penghuni rumah mengenali petugas yang menyamar.

Menurut warga yang tinggal di sebelah gerai, Utun Sukarna, beberapa hari sebelumnya ada petugas berbaju preman datang ke rumahnya dan meminta keterangan sekaligus identitas penghuni rumah termasuk ruko yang disewa. Saat itu, petugas yang menyamar ditemui Omoh, ibu Utun yang berusia 70 tahun.

Pada saat anggota Densus 88 mendatangi Plus Celullar, ternyata Omoh masih mengenali orang yang sebelumnya datang ke rumahnya. "Bapak yang kemarin datang ke sini, bukan?" ujar Omoh yang ditirukan Utun, Jumat (23/3/2012).

Saat itu, Utun dan segenap penghuni rumah berada si teras untuk dimintai keterangan sementara penunggu gerai, Catur, sudah dibawa pergi di sebuah mobil.

Utun mengatakan, lontaran Omoh ternyata tidak disangka oleh para petugas. Dia mendengar sebagian dari mereka bergumam heran bahwa nenek setua itu masih ingat dengan wajah petugas.kompas
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.