yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri meringkus empat terduga teroris di Ambon, Maluku, Minggu 9 September 2012 malam. Saat ini, para terduga teroris itu masih menjalani pemeriksaan di Polda Maluku.
"Ada empat yang dimintai keterangan Densus Polri bersama Polda Maluku yaitu S, J alias Z, B, dan I sebagai pemilik tempat penangkapan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta pada Senin 10 September 2012.
Menurut Boy, keempatnya ditangkap karena diduga terlibat dalam rangkaian pelatihan yang diselenggarakan oleh jaringan teroris. Mereka juga diduga terlibat sebagai perencana aksi terorisme di wilayah Sulawesi, termasuk Poso.
Selama operasi, tambah Boy, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti. "Dari mereka ada satu pucuk senjata api MK 3, SS1 satu pucuk, granat, pelontar dan beberapa amunisi 10.000 butir siap untuk dipakai," ujarnya.
Boy mengatakan, keempat teroris itu masih ada kaitannya dengan jaringan Solo dan Depok yang berhasil ditangkap Densus belakangan ini. Informasi keberadaan mereka didapat dari para terduga yang berhasil ditangkap sebelumnya.
"Mereka pengembangan dari yang telah terindentifikasi melakukan pelatihan, atau kegiatan perencanaan aksi teror," ungkapnya.
"Ada empat yang dimintai keterangan Densus Polri bersama Polda Maluku yaitu S, J alias Z, B, dan I sebagai pemilik tempat penangkapan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta pada Senin 10 September 2012.
Menurut Boy, keempatnya ditangkap karena diduga terlibat dalam rangkaian pelatihan yang diselenggarakan oleh jaringan teroris. Mereka juga diduga terlibat sebagai perencana aksi terorisme di wilayah Sulawesi, termasuk Poso.
Selama operasi, tambah Boy, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti. "Dari mereka ada satu pucuk senjata api MK 3, SS1 satu pucuk, granat, pelontar dan beberapa amunisi 10.000 butir siap untuk dipakai," ujarnya.
Boy mengatakan, keempat teroris itu masih ada kaitannya dengan jaringan Solo dan Depok yang berhasil ditangkap Densus belakangan ini. Informasi keberadaan mereka didapat dari para terduga yang berhasil ditangkap sebelumnya.
"Mereka pengembangan dari yang telah terindentifikasi melakukan pelatihan, atau kegiatan perencanaan aksi teror," ungkapnya.