• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Demonstran Anggap Hati Nurani SBY-Boediono Mati

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
EMgSs.jpg

SOLO — Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan ratusan pemuda yang menyebut diri Aliansi Rakyat dan Mahasiswa Solo (Alarm), Jumat (21/6/2013), ditandai kegagalan mereka menurunkan foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dam Wakil Presiden Boediono.

Massa yang berangkat dari Kompleks Stadion Sriwedari memaksa masuk Kantor Pengadilan Negeri Solo yang telah dijaga puluhan aparat Polresta Solo. Mereka berupaya mencari foto SBY-Boedono yang dianggap telah mati hati nuraninya.

“SBY dan Boediono sudah mati hati nuraninya, mari kita turunkan foto keduanya di gedung pengadilan ini,” teriak koordinator aksi, Budi Subarjo.

Niat mereka menurunkan foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono dalam Gedung Pengadilan Negeri tak tertunaikan. Mereka tak berjasil menemukan foto presiden dan wakil presiden di pengadilan itu.

Massa yang mengatasnamakan rakyat Indonesia itu pun keluar dari gedung pengadilan lalu mencoba menurunkan bendera Merah Putih di halaman kantor pengadilan. Sejumlah aparat kepolisian pun langsung maju mencegah tindakan itu. Kedua pihak sempat bersitegang karenanya. Pada akhirnya keinginan pengunjuk rasa tak kesampaian.

Arak-arakan pemuda itu selanjutnya meneruskan perjalanan ke arah Gladak. Di persimpangan jalan itu mereka membakar ban bekas. Tatkala pada akhirnya mereka mencoba membakar foto SBY, polisi lagi-lagi sigap merangsak ke barisan pengunjuk rasa.

Kapolresta Solo Kombes Asjima’in yang turun langsung ke lapangan sempat berdialog dengan perwakilan massa. “Saya harap rekan-rekan menjaga ketertiban. Demo boleh, tapi jangan sampai menggangu ketertiban,” tegas dia.

Aksi menolak kenaikan harga BBM juga terjadi di Kantor DPRD Solo Jumat siang. Dalam aksi tersebut, mereka membawa boneka pocong sebagai simbol kesengsaraan rakyat.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.