• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Politik Demokrat Menilai Megawati Panik

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Nemesis
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Nemesis

IndoForum Activist E
No. Urut
55724
Sejak
26 Okt 2008
Pesan
9.732
Nilai reaksi
503
Poin
113
Persaingan antara dua kubu calon presiden, Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri, kian panas. Kedua kubu saling berbalas manuver.

Menyusul kritik Megawati yang menyebut pemerintahan SBY telah manjadikan rakyat seperti permainan yoyo, Partai Demokrat sebagai penyokong utama SBY segera melansir iklan politik berisi capaian pemerintah selama ini di beberapa media. Seakan menyerang balik kritikan Mega, iklan politik Demokrat tersebut menjelaskan turun-naiknya berbagai capaian pemerintah di bawah kendali SBY.

"Kami hanya ingin menyampaikan kepada publik sebagian fakta kinerja pemerintah, sekaligus memperjelas pengertian yoyo dari Ibu Mega," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum di Jakarta kemarin (29/1).

Anas menganalogikan gerakan naik-turun ''yoyo'' SBY dengan apa saja yang naik dan apa saja yang diturunkan selama SBY-JK memimpin.

Misalnya, ungkap Anas, yang naik adalah anggaran pendidikan, anggaran kesehatan, pertumbuhan ekonomi, dan produksi beras. "Sedangkan yang turun, misalnya, rasio utang, harga BBM, angka kemiskinan, angka pengangguran, dan lain-lain," jelasnya.

Dengan iklan tersebut, sindir Anas, Demokrat ingin membantu menjelaskan makna gerak naik dan turun yoyo dengan data-data. "Agar rakyat makin mengerti makna pernyataan Ibu Mega saja," tambah mantan ketua umum PB HMI itu.

Selanjutnya, dia menilai, keluarnya pernyataan Mega soal yoyo tersebut menunjukkan kepanikan presiden ke-5 RI itu. "Itu tanda nyata bahwa Ibu Mega panik dengan kebijakan pemerintah yang populis," ujarnya.

Kalimat-kalimat yang muncul dari Megawati, kata Anas, juga makin memperjelas beda antara pemerintah dan oposisi. "Jika pemerintah berusaha do something, pihak oposisi hanya do nothing" tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan tidak terlalu mempermasalahkan "serangan balik" kubu Demokrat bersama SBY yang membalas sindiran ''yoyo'' Mega. "Kan yang membiayai iklan tersebut pemerintah SBY. Jadi, biarlah masyarakat yang menilai," katanya.

Menurut Tjahjo, iklan Demokrat itu beda dengan iklan PDIP yang dibuat berdasar realitas kehidupan yang ada di masyarakat. Dan iklan itu bukan merupakan iklan yang direkayasa. "Iklan PDIP dan Ibu Mega hanya akan menunjukkan realitas kehidupan yang dihadapi masyarakat dan didukung data riil, bukan asal buat iklan. Karena masyarakatlah yang merasakan dan pengamat ahlilah yang bisa menilai kebenarannya secara objektif,'' ujarnya.

SBY Warning Petinggi TNI-Polri

Untuk persiapan pemilihan umum 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin (29/1) menerima para pimpinan TNI dan Polri. SBY meminta garansi dari TNI dan Polri untuk netral dalam pemilu dan pilpres nanti. Menurut SBY, rakyat harus dibiarkan menentukan pilihan parpolnya dalam pemilu. Dengan menjaga netralitas, TNI telah menghormati hak politik masyarakat.

''Jangan ada perintah atau fasilitas dari pejabat negara untuk mengerahkan, mengumpulkan, dan mengarahkan jajarannya. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk kepala desa yang diminta memenangkan parpol tertentu, untuk memenangkan capres tertentu, jangan melanggar sumpah jabatan,'' kata SBY di depan peserta Rapim TNI dan Rakor Polri di Istana Negara kemarin.

SBY mengungkapkan pengalaman Pemilu dan Pilpres 2004. Saat itu, kata SBY, ada oknum pejabat TNI dan Polri yang mengeluarkan instruksi kepada jajarannya untuk memilih parpol tertentu.

''Ada oknum dan forum komandan satuan di lingkungan TNI yang melarang anggotanya memilih partai X, serta mengedarkan AD/ART dari partai X tersebut. Itu terjadi lima tahun lalu, dan sudah lama saya maafkan. Barangkali tidak ada niat untuk melakukan hal seperti itu dari putra-putra terbaik bangsa dari jajaran TNI dan Polri," kata SBY.

Menjelang pemilu, para pimpinan TNI dan Polri diminta untuk tidak sembarangan memberikan pernyataan kepada publik. Apalagi, memberikan pernyataan yang bisa memperkeruh situasi politik.

Begitu juga dalam tindakan, SBY meminta TNI dan Polri berhati-hati. ''Ada petinggi TNI dan Polri yang diisukan membentuk tim sukses capres tertentu. Saya yakin informasi ini tidak benar," ujarnya.

Selain itu, SBY menegaskan, pemilu dan pilpres tidak boleh mengganggu tugas-tugas pejabat negara dan pejabat pemerintahan pusat maupun daerah. Menurut SBY, tidak ada alasan bagi pejabat pemerintahan dan pejabat negara untuk meninggalkan tugasnya gara-gara kampanye. ''Keliru, kalau ada pejabat lebih mementingkan kampanye daripada tugasnya,'' jelasnya.

Khusus kepada jajaran Polri, SBY mengingatkan agar tidak menyepelekan kondisi pemilu. Tugas Polri, lanjut SBY, mencegah dan menanggulangi benturan-benturan dan kerusakan-kerusakan itu. "Cegah terjadinya korban, utamakan pendekatan persuasif dan preventif,'' katanya.


Sumber
 
sebenarnya megawati ngapain panik.
sby baru pernah punya satu istri
megawati sekarang ama suami ke tiga. jelas lebih sakti megalah.
 
megawati ngapain panik??

orang pemilu dah ga bakal menang pake panik2an segala xp
 
tau tuh bu mega

bikin kritik yg kaga bener

yg kaya yoyo lah ,,

tape deeee /swt
 
wuaw kyknya yang paling gencar cuman pdip sama demokrat aja ya.
yang lain cuman sekedar lewat wuakakakaka
 
mega kan kaya penonton sepak bola. kalo di luar lapangan ribut bukan maen, tapi pas masuk lapangan kaya orang baru belajar maen sepak bola.
liat aja kinerja dia waktu jadi presiden, banyakan gak jelasnya. trus oknum tni & polri, baik yang masih dinas maupun purnawirawan, pada sibuk kampanye terselubung buat dukung dia.
 
WUJUDkan SEMBAKO MURAH .... SUDAH MULAI GENCAR TUH DI TIPI
 
Baca koran hr ne ga???
SBY diberitakan mengeluarkan statement TNI POLRI ada yg jadi tim sukses salah satu parpol karena SBY merasa takut pada Prabowo dan Wiranto yg notabene adalah purnawirawan TNI.....

SBY merasa ada perwira di TNI dan POLRI yg menjadi tim sukses partai gerindra pimpinan prabowo dan partai hanura pimpinan wiranto....

aduh,sby bs takut jg ya rupanya.... hahahaha

gw brsn ke batam ne trs ada kejadian kapolda kepri yg baru 5 bln menjabat udah lgsg di ganti ma org lain....

katanya seh,kapolda yg lama ntu jadi salah satu tim sukses capres saingan SBY di pemilu ntar.....

Tapi ktnya jg seh,tu kapolda terlalu aktif memberantas bos2 besar penjahat di batam yg notabene para bos itu adalah salah satu tim tim sukses SBY....
so mknya tu kapolda di gnti gr2 para bos itu ga suka ma tu kapolda... hahahaha

ribet ya politik itu.......
 
Dari dulu kok Partai Demokrat sama Partai PDI Perjuangan pada saling mengejek ya ;))
Tau deh apa jadinya kalau nanti kedua-duanya nggak ada yang menang =))
 
alah ... politik di bingungin bikin tambah pegel aja...

TAPI YANG PASTI KALO ADA SALAH SATU CALON PRESIDEN YANG MENGATAKAN PENDIDIKAN GRATIS UNTUK MASYARAKAT INDONESIA

pasti dan pasti

GAK AKAN SAYA PILIH DIA

soalnya pasti janjinya boong becg /e4
 
buset banget tu megawati,,so banget ngomongnya..padahal sendirinya saam2 payah..
jaman sekarang,,parpol tambah banyak,,tambah bingung,,padahal semua nya cuman bullshit janji doank,,golput aja mendingan ..../gg
 
gw golput aja deh..........
kecuali klo bapak gw yg nyalon br gw pilih.... hahahaha
 
megawati emang suka mengkritik padahal dulu dia juga gak bagus2 amat jadi presiden.
 
Mang bapak sama ibu ini ga pernah akur ya.. Dah berapa taun tuh padahal??
Kata dosen gw sih gini..

"Demokrasi di indonesia mang lum bisa berjalan mulus.. Penyebab utamanya
ada 2 sebenernya :

1. Kita baru belajar untuk menang.. Belum belajar untuk kalah.
Ya kayak Bapak ma ibu ini...

2. Kultur "kebapakan" kita masih kuat
Inje pak... Pokoknya kalo yang tua, apa guru tw apa yang dituakan pasti bener.
Ini ngehambat demokrasi juga.."

Yah bener.. Mari kita bebenah juga sama2.. Pelan2 akhirnya generasi kita
juga yang mesti ubah negeri ini..
 
menjanjikan sembako murah?
apakah ini sama saja membodohi org yg buta akan hal sperti ini?


sembako murah = bensin mahal
bensih murah = sembako murah = pajak mahal ???? lol kok jadi bgini -.-
 
negara kt udah kacau bgt tu......
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.