Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Siapa yg tidak tahu bagaimana aksi mahasiswa jadi tulang punggung prmbubaran rezim yg saat itu dianggap sedang tidak baik-baik saja.
Djakarta 1966 pasca penembakan kepada pahlawan revolusi memicu gelombang massa untuk Bubarkan PKI, Rombak Kabinet Dwikora, Turunkan Harga. Hingga di 24 Februari 1966, pelantikan menteri baru terjadi kekacauan hingga salah satu mahasiswa FK UI Arif Rahman Hakim jadi korban.
Disinilah konflik politik terjadi & mempercepat pelengseran Presiden Sukarno. Dan terbitlah orde baru dengan surat sakti Supersemar, & ternyata berhasil meredam aksi tuntutan yg di harapkan.
Suharto pintar untuk meredam aksi para Aktivis Mahasiswa 1966 banyak yg berada di pemerintahan, seperti Abdul Gafur (Menpora), Abdul Latief (Menaker), Cosmas Batubara (Menteri Perumahan Rakyat), Mar'ie Muhammad (Menteri Keuangan), Akbar Tanjung (Menpora), & Fuad Bawazier (Menteri Keuangan).
Aktivis 66 banyak yg jadi anggota parlemen & menteri, tidak sedikit juga yg diangkat jadi duta besar. Nampaknya Suharto belajar dari pengalaman suara rakyat harus dibungkam, kalau dibiarkan bukan tak mungkin tragedi 1966 akan terjadi. Namun sepandai-pandainya membungkam suara rakyat, akhirnya terjadilah kisah Jakarta 1998.
Krisis moneter yg terjadi pada 1997 jadi aksi mahasiswa kembali menggeliat dimana sebelumnya semua aksi Mahasiswa dapat diredam, Peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) 1974 jadi bukti suara mahasiswa tak dapat berkutik dimasa orde baru.
Hingga terjadi kembali aksi yg serupa 12 Mei 1998 terjadi lagi korban dari mahasiswa Trisakti jadi martir, empat orang gugur yaitu Elang Mulia Lesmana (1978-1998), Heri Hertanto (1977-1998), Hafidin Royan (1976-1998) & Hendriawan Sie (1975-1998). Sedangkan banyak mahasiswa dari fakultas lainnya yanf luka-luka & segera dilarikan ke RS Sumber Waras.
Suasana sangat mencekam, bila anda berada di semanggi saat itu tembakan tentara berdesing menciptakan jantung serasa mau copot. Inilah yg terjadi di tahun 1998, lalu terjadilah tragedi kerusuhan yg menciptakan hari-hari Suharto semakin berat 21 Mei 1998 ia pun lengser disambut suka cita mahasiswa yg menduduki gedung DPR.
Di era reformasi, teriakan mahasiswa tidak lagi dibungkam. Bahkan siapa saja yg harap meluapkan orasinya dipersilahkan & dilindungi undang-undang.
Lantas apa solusinya?
Solusi supaya tidak ada kejadian yg serupa adalah sanggup menekan inflasi bagaimanapun caranya, walaupun sebagai pemimpin negara tidak akan dapat memuaskan banyak orang namun setidaknya ada progres yg baik untuk masyarakat.
Tak heran bila saat ini aksi massa & aksi mahasiswa dapat diredam, karena aktivis 98 banyak berada di pemerintahan saat ini. Mereka paham strategi mahasiswa dapat jadi akbar karena ada martir, maka saat ini yg terjadi aksi mahasiswa dibuat kehilangan arah.
Jejak Politik Itu Nyata HRS & Jokowi Satu Panggung
Sebagai contoh aksi mahasiswa kepada TWK KPK, pemerintah memainkan bidak yg cerdas kepada ke 57 eks KPK yg akan direkrut untuk pegawai Kepolisian. Lantas apalagi yg harap dituntut? "Kosong" mahasiswa tak ada celah untuk dapat bersuara lantang, mengkritik, karena semua celah langsung ditutup supaya aksi massa tidak berakhir jadi kudeta.
Lawan-lawan politik dimasa sekarang dirangkul, bahkan dahulu gerakan yg dapat memutihkan monas dengan 212 dimana Ahok terkena batu sandungan kini hancur satu persatu, organisasinya pun hilang tinggal nama, bahkan dianggap organisasi radikal. Namun dibuka satu persatu juga bahwa ada agenda politik yg licik dari organisasi ini, terlebih berafiliasi dengan ISIS yg dianggap cacat idiologi, kembali lagi melihat hal itu mahasiswa di zaman reformasi ini harus tau arah pasti bila harap menggoyang kebijakan istana. Karena buat wong cilik aksi mereka mudah ditebak, tujuannya untuk cari nama supaya mudah masuk Istana & gedung DPR di masa depan.
Lihat Video Diatas menit ke 14. maka senjata makan tuan
Quote:
Mahasiswa : Gerakan kami independent tidak ditunggangi
Menteri : Kalau sudah membakar, hingga ada korban memang itu tujuanmu?
Mahasiswa : Bukan, itu bukan Kami!
Menteri : That's it.
Sungguh ending yg sangat lucu!!
Namun sekali lagi selama tidak ada krisis moneter, dimana harga bahan pokok naik tinggi, ekonomi masih dapat dikendalikan maka tidak akan ada yg dapat mengambil kesempatan supaya mahasiswa dapat meruntuhkan rezim yg isinya banyak aktivis mahasiswa 98 seperti Desmond Junaidi Mahesa, Budiman Sudjatmiko, Fahri Hamzah, Adian Napitupulu, Fadli Zon & banyak lainnya.
Selama Demo dapat diakomodir dengan baik maka dijamin tiga periode dapat saja didepan mata!
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik, klik, klik
Pic : google