• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Dedeh Ngaku Bahagia Bisa Membunuh Anak Sendiri

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
8IxR0.jpg
Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cimahi dan Polda Jawa Barat dibuat bingung dengan kelakuan Dedeh Uum Fatimah, pelaku pembunuhan anak kandung, Aisyah Fany (2,5).

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, mengungkapkan, pihaknya, dalam hal ini tim psikolog Polda Jabar, sudah memeriksa ibu dari tiga anak itu.

“Mungkin hasil tes kejiwaaannya dua atau tiga hari lagi keluar. Biasanya hasilnya ada tiga kategori (stres), mulai dari ringan, sedang, bahkan akut,” bebernya, Jumat (14/3/2014).

Nantinya, hasil tes akan bisa menjadi bukti pendukung apakah pemeriksaan terhadap Dedeh bisa dilanjutkan atau tidak.

“Tapi tetap yang memutuskan penyidik,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Dedeh masih belum menyesali segala perbuatannya. Bahkan, dia menilai tindakannya itu merupakan ‘pengantar’ anaknya ke surga. Tidak hanya itu, pihaknya pun melihat ada beberapa kejanggalan dari sosok Dedeh.

“Janggalnya dari senyum dan ekspresi wajah pelaku. Ada kalimat yang mengatakan dia bahagia,” tukasnya.
Seperti diberitakan, Dedeh membunuh Aisyah pada Selasa 11 Maret 2014 dini hari. Ia juga sempat berusaha membunuh kakak Aisyah, Fahrul Rabani (10), sebanyak dua kali, namun gagal karena korban memberontak. Belum diketahui pasti motif pelaku menghabisi nyawa buah hatinya. Dugaan sementara, aksi tersebut dipicu tekanan ekonomi karena bisnis pelaku bangkrut hingga ia terlilit utang.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.