• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Declan Rice, dirigen penampilan padu West Ham United

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
13.887
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Declan Rice, dirigen penampilan padu West Ham United.

Declan Rice, dirigen penampilan padu West Ham United


Gelandang bertahan West Ham United Declan Rice saat pertandingan Liga Europa melawan KRC Genk di Stadion London, Stratford, 21 Oktober 2021. (MI News via Reuters Connect/MI News)

Kita tak boleh jatuh seandainya harap jadi regu besarJakarta (ANTARA) - Bercatatan hampir sama dengan pemenang bertahan Manchester City, West Ham jadi salah satu regu Liga Inggris terseksi untuk dicermati.

Meskipun tak begitu banyak berbelanja pada bursa transfer lalu dengan cuma mengeluarkan 74,5 juta euro, jauh lebih rendah dibandingkan dengan Arsenal, duo Manchester, & Chelsea yg mengeluarkan minimal 120 juta euro, West Ham yg musim lalu finis urutan keenam tampil mengesankan sejauh ini.

Pelatih David Moyes jelas jadi otak di balik sukses ini. Namun pemain-pemain berkarakter yg bermain dalam atmosfer kolektivitas tinggi adalah juga faktor akbar di balik perjalanan mengesankan The Hammers ini.

Baca juga: West Ham tajamkan rekor lawatan setelah hantam Aston Villa

Dalam klub ini juga ada segelintir pemain istimewa yg sejak tahun-tahun lalu sudah jadi perhatian banyak orang. Dan di antara yg paling menonjol adalah Declan Rice.

Gelandang ini bukan cuma bagian instrumental dalam sistem permainan West Ham, namun juga bagian vital dalam sukses timnas Inggris mencapai final perdana pada turnamen besarnya dalam kurun 55 tahun terakhir sewaktu Euro 2020 empat bulan lalu.

Rice juga konstan dibidik tim-tim akbar seperti Manchester United yg kelimpungan mempermak titik lemah skuadnya di lapangan tengah.

Sorotan kepada Rice semakin kencang setelah gelandang bertahan ini tampil inspiratif saat West Ham menggasak 4-1 Aston Villa dalam pertandingan liga Minggu malam kemarin.

Dia tak cuma jadi jangkar di tengah, tetapi tampil cemerlang dengan turut memasukkan sebuah gol.

Dalam usia 22 tahun 290 hari, Rice jadi pemain Liga Inggris termuda yg mencetak gol & sekaligus assist.

Dia bahkan sudah dianggap sebagai gelandang paling komplit di Liga Inggris saat ini.

Bayangkan, hingga 10 pertandingan perdana Liga Inggris, Declan Rice jadi satu-satunya pemain Liga Premier musim ini yg sukses menciptakan 10 sapuan, berhasil dalam 10 tekel, 10 kali berhasil mencegat operan lawan, 10 kali memenangi duel bola atas, 10 kali menciptakan peluang, 10 kali sukses menggiring bola melewati lawan (take on), & 10 kali menyentuh bola di kotak penalti lawan.

"Dia adalah gelandang serba dapat terbaik di Liga Premier," mengatakan analis senior sepak bola Inggris John Giles yg pada akhir 1950-an & awal 1960-an pernah membela Man United.

Dibandingkan dengan gelandang Manchester City Kevin de Bruyne misalnya, Rice lebih baik, dalam hal bagaimana mengendalikan tempo permainan, yg di antaranya terlihat dalam dua laga terakhir West Ham; melawan City dalam Piala Liga & menghadapi Villa dalam pertandingan liga.

"Dia bertahan dengan baik, menyerang dengan baik, mengolah bola dengan baik," sambung John Giles.

Manajer David Moyes setali tiga uang. "Bisa dibilang dia adalah salah satu pemain tengah muda terbaik di Eropa, kalau bukan yg terbaik."

Baca juga: Manchester United targetkan transfer Declan Rice musim panas mendatang


Konsisten

Rice konsisten tampil baik, bahkan dari waktu ke waktu meningkatkan kualitas permainannya & kematangannya dalam membaca permainan untuk kemudian mengatur tempo pertandingan.

Itu karena dia pembelajar yg baik & berada di lapangan untuk semakin baik dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya, dari turnamen ke turnamen.

Dan itu sudah diketahui lama oleh pelatih West Ham sebelumnya, Manuel Pellegrini.

"Dia terus berkembang dalam setiap pertandingan yg dia mainkan karena dia berkembang dalam setiap sesi latihan. Dia sering berusaha belajar, dia sering berusaha meningkat, dia sering mendengar," mengatakan Pellegrini.

Tetapi sekalipun dibesarkan oleh West Ham United, Rice bukanlah produk klub ini.

Dia juga justru jebolan akademi muda Chelsea yg dia masuki sejak usia tujuh tahun & dia tinggalkan saat usia 14 tahun hingga terkenal di West Ham.

Wajar kalau Chelsea kini juga membidiknya sehingga pada bursa transfer nanti bukan cuma duo Manchester yg bakal memburu pemain ini.

Wakil kapten West Ham ini juga pernah jadi rebutan timnas Republik Irlandia & Inggris.

Pernah bermain bersama timnas U16 Irlandia karena membawa darah Irlandia dari kakek neneknya, Rice tiga kali memperkuat timnas senior Irlandia pada 2018.

Inggris kemudian berhasil meyakinkan Rice supaya membela Three Lions hingga mengerjakan debut kala melawan Republik Ceko pada 2019 hingga jadi bagian penting saat Inggris bertualang dalam Euro 2020.

Lama menempati posisi bek tengah selama karir juniornya, Rice kemudian dipasang sebagai gelandang bertahan dalam regu utama West Ham namun sebagai pemain cadangan.

Manajer West Ham saat itu, Slaven Bilic, sudah melihat potensinya. Bilic harap mempercepat Rice masuk regu inti, tetapi karena alasan taktis bek tengah jarang dapat diganti, maka Bilic memasang Rice di lini tengah.

Debut bermain penuhnya terjadi pada Agustus 2017. Setelah menyelesaikan musim 2017-2018 di mana gonta ganti jadi stater & cadangan, Rice akhirnya tak tergantikan sebagai pemain inti sejak awal musim 2018-2019.

Baca juga: MU akan rekrut Declan Rice musim depan


Efisien

Pada 2019 dia dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Liga Inggris. Kini, Rice jadi gelandang bertahan tak tergantikan dalam skuad The Hammers & Three Lions.

Ini karena Rice jadi gelandang yg menciptakan keseimbangan baik untuk West Ham maupun Inggris. Dia tahu kapan mesti turut melancarkan serangan, tetapi juga pandai membaca potensi bahaya dari serangan lawan.

Dia piawai dalam mencari & mendapatkan ruang yg tepat untuk memposisikan dirinya dengan tepat pula. Tidak itu saja, kemampuannya dalam membaca permainan sungguh mengesankan, padahal usianya masih terbilang amat muda.

Namun, seperti saat menggebuk Aston Villa, dia bukan gelandang yg boros bermanuver, sebaliknya bergerak sangat efisien.

Begitu berada pada posisi alaminya, dia lebih suka memberikan bola kepada pemain yg lebih kreatif atau mempertahankan bola selama mungkin dengan cara mengumpannya ke belakang atau ke samping.

Dia tak begitu suka bertualang. Tapi manajer-manajer menyukai konsistensi dia & kecerdasannya dalam menciptakan keseimbangan pada tim.

Selain dominan dalam duel bola-bola atas, dia juga agresif dalam merebut bola. Tapi dia mengerjakannya dengan cerdas sehingga jarang mengerjakan pelanggaran yg tidak perlu. Ini karena menit bermain yg tinggi yg bahkan jarang sekali diganti yg menciptakannya dapat terus mengembangkan keterampilan di lapangan, termasuk dalam mencuri bola dari lawan.

Senantiasa disiplin menjaga lini yg jadi tanggung jawabnya, Rice tampil stabil & juga sadar posisi, serta kokoh termasuk saat memenangkan perebutan bola. Namun sekalipun dia piawai menutup area manuver lawan, dia bukan pemain yg lincah.

Disiplin, konsistensi, kepiawaian memposisikan diri & kepandaian membaca permainan adalah di antara nilai plus gelandang ini.

West Ham mungkin regu yg paling kompak saat ini sehingga dapat membalikkan semua ramalan kala melawan tim-tim bertabur bintang seperti saat menyingkirkan Manchester City dalam Piala Liga.

Namun sulit memisahkan performa ciamik West Ham belakangan ini dari kiprah apik gelandang bertahannya ini.

Pujian sudah sering dialamatkan kepada pemain ini, tetapi ini pula yg menciptakan degup hirarki klub & manajer West Ham mengencang karena dengan itu pula Declan Rice semakin gencar digoda klub-klub seperti Manchester United yg menempatkan Rice sebagai buruan utamanya.

Tapi untuk sementara, mungkin hingga akhir musim ini, West Ham dapat tetap bersama Rice. Ini karena, usai laga melawan Villa itu, Rice mengeluarkan tantangan kepada West Ham supaya berubah jadi regu elit di Inggris & Eropa.

"Kita tak boleh jatuh seandainya harap jadi regu besar," mengatakan dia.

Ternyata Rice mengharapkan West Ham semakin kuat & besar. Dan dia harap jadi bagian penting dalam transformasi itu.

Baca juga: MU & Chelsea mesti keluarkan 80 juta pound untuk beli Declan Rice

Berita diatas dikutip dari internet, jika Declan Rice, dirigen penampilan padu West Ham United adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.