• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Debu Luar Angkasa Bisa Menurunkan Suhu Bumi

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Roaud.jpg
CALIFORNIA - Ilmuwan dari Strathclyde University di Skotlandia mengatakan, sekumpulan debu di luar angkasa mampu menjadi "perisai" yang melindungi bumi dari terpaan sinar matahari. Dengan demikian, material luar angkasa tersebut bisa membantu menurunkan suhu bumi.

Dilansir MSN, Senin (1/10/2012), sebagai antisipasi efek global warming, ilmuwan di Skotlandia kini menyarankan solusi dengan memanfaatkan debu luar angkasa. Debu ini terbentuk dari asteroid yang hancur dan bisa bertindak sebagai tabir sinar matahari yang mengarah ke bumi.

Perubahan iklim yang disebabkan efek global warming, menjadikan suhu bumi menjadi naik. Solusi yang dapat dilakukan seperti mengurangi emisi gas rumah kaca, serta solusi lain yang menuai kontroversi terkait manipulasi iklim dengan proyek rekayasa skala besar bernama geoengineering.

Ketimbang mengantisipasi perubahan iklim dengan berfokus pada samudera atau atmosfer bumi, beberapa peneliti menyarankan proyek geoengineering ini yang dampaknya dapat mempengaruhi keseluruhan planet. Misalnya, proyek yang bertujuan mengurangi jumlah radiasi matahari pada bumi.

Satu proposal untuk melindungi bumi dari matahari yakni menempatkan "cermin raksasa" di luar angkasa. Akan tetapi, masalah utama pada konsep ini ialah perlunya menggelontorkan biaya yang besar.

"Saya ingin menjelaskan bahwa saya tidak pernah menyarankan proyek geoengineering yang ditempatkan untuk mengurangi emisi karbon. Kami memerlukan waktu untuk menemukan solusi terkini untuk mengantisipasi perubahan iklim bumi," kata ilmuwan Russell Bewick dari Strathclyde University.

Ia mengatakan, awan debu bukan merupakan solusi yang permanen, tetapi paling tidak ini dapat mengimbangi efek perubahan iklim untuk waktu tertentu.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.