yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Sekelompok debt collector pagi ini bentrok dengan penjaga sebuah rumah di Jalan Kemang Timur Raya Nomor 90B, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Akibat bentrok ini, 27 orang diamankan polisi.
Peristiwa bentrok sendiri bermula saat 11 orang debt collector mendatangi rumah tersebut. Ketika ingin bertemu dengan pemilik rumah, mereka dihadang oleh 16 penjaga rumah itu.
"Dugaannya masalah tagih utang. Jadi ada 11 orang yang mau tagih utang ke rumah ini," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hermawan di lokasi kejadian, Senin 23 Juli 2012.
Dijelaskan Hermawan, selain mengamankan 27 orang, pihaknya juga mengamankan senjata tajam dan satu besi panjang yang diduga dimiliki oleh debt collector tersebut. Belum ada yang menjadi korban akibat peristiwa tersebut, polisi, kata dia, langsung mengamankan mereka.
Rumah yang menjadi lokasi bentrokan itu berpagar putih-coklat. Pagar rumah tingginya sekitar 1,5 meter. Rumah bertingkat dua. Seorang pembantu rumah tangga yang sempat keluar dari rumah itu mengatakan rumah ditempati oleh majikannya bernama Araf.
"Araf namanya, saya enggak tahu apa-apa. Setahu saya pagi-pagi ada belasan orang datang ke rumah buat jaga-jaga," ucap perempuan berambut ikal diikat, pembantu rumah tangga rumah itu yang enggan disebutkan namanya.
Seorang saksi mata bernama Yusuf, 36, menceritakan keributan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Awalnya kelompok penagih ditemui di pagar oleh kelompok penjaga rumah. Keributan beberapa kali terjadi dengan bahasa sebuah daerah.
Hingga akhirnya pertikaian langsung terjadi dengan senjata tajam. Sepengamatannya kelompok yang bertikai adalah laki-laki dewasa, mayoritas berkulit gelap, dan postur tubuh yang berbeda-beda.
"Awalnya cuma bertengkar mulut saja. Kayaknya pakai bahasa daerah, tapi saya enggak tahu bahasa mana. Setahu saya rumah itu biasanya sehari-hari dijaga sama 4 satpam, 3 dari 4 itu berkulit gelap," papar Yusuf, seorang sekuriti di perkantoran sekitar.
Sepengetahuannya, penghuni rumah itu adalah orang yang baru mengontrak. Namun ia mengaku tidak mengetahui nama pihak yang mengontrak rumah itu. "Saya juga enggak tahu siapa pemilik rumahnya. Setahu saya itu rumah dikontrakkan," ujarnya.
Peristiwa bentrok sendiri bermula saat 11 orang debt collector mendatangi rumah tersebut. Ketika ingin bertemu dengan pemilik rumah, mereka dihadang oleh 16 penjaga rumah itu.
"Dugaannya masalah tagih utang. Jadi ada 11 orang yang mau tagih utang ke rumah ini," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hermawan di lokasi kejadian, Senin 23 Juli 2012.
Dijelaskan Hermawan, selain mengamankan 27 orang, pihaknya juga mengamankan senjata tajam dan satu besi panjang yang diduga dimiliki oleh debt collector tersebut. Belum ada yang menjadi korban akibat peristiwa tersebut, polisi, kata dia, langsung mengamankan mereka.
Rumah yang menjadi lokasi bentrokan itu berpagar putih-coklat. Pagar rumah tingginya sekitar 1,5 meter. Rumah bertingkat dua. Seorang pembantu rumah tangga yang sempat keluar dari rumah itu mengatakan rumah ditempati oleh majikannya bernama Araf.
"Araf namanya, saya enggak tahu apa-apa. Setahu saya pagi-pagi ada belasan orang datang ke rumah buat jaga-jaga," ucap perempuan berambut ikal diikat, pembantu rumah tangga rumah itu yang enggan disebutkan namanya.
Seorang saksi mata bernama Yusuf, 36, menceritakan keributan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Awalnya kelompok penagih ditemui di pagar oleh kelompok penjaga rumah. Keributan beberapa kali terjadi dengan bahasa sebuah daerah.
Hingga akhirnya pertikaian langsung terjadi dengan senjata tajam. Sepengamatannya kelompok yang bertikai adalah laki-laki dewasa, mayoritas berkulit gelap, dan postur tubuh yang berbeda-beda.
"Awalnya cuma bertengkar mulut saja. Kayaknya pakai bahasa daerah, tapi saya enggak tahu bahasa mana. Setahu saya rumah itu biasanya sehari-hari dijaga sama 4 satpam, 3 dari 4 itu berkulit gelap," papar Yusuf, seorang sekuriti di perkantoran sekitar.
Sepengetahuannya, penghuni rumah itu adalah orang yang baru mengontrak. Namun ia mengaku tidak mengetahui nama pihak yang mengontrak rumah itu. "Saya juga enggak tahu siapa pemilik rumahnya. Setahu saya itu rumah dikontrakkan," ujarnya.