Berbagai jajak pendapat memang menempatkan Mitt Romney sebagai pemenang debat pertama pemilihan presiden Amerika Serikat 2012 melawan incumbent Barack Obama yang berlangsung Rabu malam (Kamis, Wita) di University of Denver.
Tetapi, secara keseluruhan, debat edisi perdana di antara tiga seri yang diagendakan itu –dalam bahasa New York Times– ”tak ubahnya seminar oleh seorang konsultan bisnis atau guru besar”.
Sebab, sembari berulang-ulang menegaskan bahwa kebijakan mereka bakal mendongkrak taraf hidup kalangan kelas menengah, Romney maupun Obama tak menjelaskan secara komprehensif bagaimana tujuan itu bisa dicapai. Di podium, mereka lebih sibuk beradu argumentasi tanpa mampu mengoneksikan ide mereka ke warga Amerika Serikat (AS) yang akan memberikan suara pada 6 November.
Walhasil, polling yang dilakukan CNN/ORC International, CBS News, dan Google memang menempatkan Romney sebagai pemenang debat yang dimoderatori jurnalis senior Jim Lehrer tersebut. Namun, tetap saja itu bukan jaminan kandidat dari Partai Republik tersebut bakal melenggang menuju Gedung Putih.
Tetapi, secara keseluruhan, debat edisi perdana di antara tiga seri yang diagendakan itu –dalam bahasa New York Times– ”tak ubahnya seminar oleh seorang konsultan bisnis atau guru besar”.
Sebab, sembari berulang-ulang menegaskan bahwa kebijakan mereka bakal mendongkrak taraf hidup kalangan kelas menengah, Romney maupun Obama tak menjelaskan secara komprehensif bagaimana tujuan itu bisa dicapai. Di podium, mereka lebih sibuk beradu argumentasi tanpa mampu mengoneksikan ide mereka ke warga Amerika Serikat (AS) yang akan memberikan suara pada 6 November.
Walhasil, polling yang dilakukan CNN/ORC International, CBS News, dan Google memang menempatkan Romney sebagai pemenang debat yang dimoderatori jurnalis senior Jim Lehrer tersebut. Namun, tetap saja itu bukan jaminan kandidat dari Partai Republik tersebut bakal melenggang menuju Gedung Putih.