Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Dean Arnold Corrl yg juga diketahui sebagai Candy Man adalah seorang pembunuh berantai Amerika, bersama dengan dua anak buahnya, dia menculik, menyiksa & membunuh sedikitnya 28 orang remaja dalam rentang waktu antara tahun 1970 & 1973 di Houston, Texas. Dia lahir pada tanggal 24 Desember 1939 di Fort Wayne, Indiana, Amerika. Dia adalah putra perdana dari pasangan Mary Robinson & Arnold Edwin Corll.
Lebih Dekat Dengan Liu Yifei Aktris Pemeran Mulan
Ibunya adalah wanita yg sangat protektif, tetapi tidak dengan sosok ayahnya yg diketahui tegas & keras dalam mendidik kedua anaknya, ayahnya sering memberikan hukum kepada anaknya yg tidak patuh. Corll adalah anak yg sangat pemalu, sulit berinteraksi dengan orang lain, padahal dia sering peduli dengan kesejahteraan orang lain. Seiring berjalannya waktu kedua orang tuanya semakin sering bertengkar, sehingga mereka akhirnya memutuskan untuk bercerai ketika Dean berusia 7 tahun.
Setelah itu, ibunya menjual rumah keluarga & jadi sering berpindah tempat beberapa kali, mereka akhirnya menetap di Vidor, sebuah kota kecil di barat Texas. Lantas, Ibunya menikah lagi & dengan suami barunya, dia memulai perusahaan permen di garasi mereka. Dean ikut menolong dalam menjalankan bisnis keluarganya sejak awal & dia bekerja siang & malam setelah pulang sekolah setiap harinya.
Di sekolah, Dean terlihat sebagai siswa yg berperilaku baik & dermawan dengan biasa memberikan permen kepada teman-temannya. Bisnis keluarganya terus tumbuh & berkembang, sehingga setelah Dean lulus, keluarganya memutuskan untuk pindah rumah lagi. Tempat yg mereka pilih adalah Houston Heights, lingkungan berpenghasilan rendah di kota Houston, di mana mereka membuka toko permen kecil.
Selama masa remajanya, Dean tidak pernah menunjukkan perilaku & tingkah yg aneh, bahkan tetangga mereka mengatakan bahwa Dean adalah anak teladan, baik hati, yg suka memberi permen kepada anak-anak di lingkungan itu. Namun, semuanya berubah pada Agustus 1964, ketika dia direkrut jadi tentara Amerika. Dia menunjukkan ketidaksukaannya pada tugas-tugasnya & setelah 10 bulan bertugas dia meminta cuti, dengan alasan untuk mengurus bisnis keluarganya.
Ketika dia kembali ke Houston, dia memulai kembali pekerjaan menjalankan bisnis keluarganya, dia pindah ke apartemen di lantai dua tepat di atas tokonya. Saat itulah kepribadiannya berubah secara drastis, dia jadi pemarah & pemurung. Dengan alasan permen, Corll mulai menghabiskan lebih banyak waktu dengan para remaja.
Pada tahun 1967, dia berteman dengan David Brooks, yg berusia 12 tahun, David adalah salah satu anak yg dia beri permen. Keluarga David pada waktu itu tidak serasi & perhatian Corll segera menciptakan anak itu memandangnya sebagai sosok ayah. Niat jahat Dean muncul pada bulan September 1970. Jeffrey Konen, anak laki-laki berusia 18 tahun yg menumpang mobilnya jadi korban pertamanya.
Corll menjemput Konen & mengantarkannya pulang. Dalam perjalanan pulang, Corll memberinya permen, begitu mereka hingga di rumah Konen, Corll memukul kepalanya, menciptakannya tidak sadarkan diri. Setelah itu, Corll mengikatnya ke kursi & menyiksanya selama berjam-jam, hingga akhirnya dia mengakhiri penderitaannya dengan memukul kepalanya hingga hancur.
Dean dikejutkan oleh seseorang yg bernama Brooks di tengah aksi penyiksaan itu. Dia berhasil memanpulasi & membungkamnya, Corll menawarkan dia sebuah mobil, sebuah Chevrolet Corvette. Pengaruh Dean kepada anak itu sedemikian rupa, sehingga dia bahkan menciptakan kesepakatan dengannya, dia akan memberinya 200 dolar untuk setiap anak yg dia bawa. Brooks menerima tawaran itu & secara otomatis jadi kaki tangannya.
Pernikahan ibunya yg kedua gagal lagi & keluarga menutup perusahaan permen, jadi Corll mulai bekerja sebagai tukang listrik. Ibunya kemudian pindah ke Colorado kali ini, meskipun mereka sering berkomunikasi lewat telepon, dia tidak pernah kembali untuk mengunjungi putranya.
Pada tahun 1971, David Brooks memperkenalkan Elmer Henley kepada Dean Corll, anak tersebut juga berasal dari keluarga sederhana dengan masalah keuangan. Dean memutuskan bahwa dia dapat jadi kaki tangannya & menawarinya 200 dolar untuk setiap anak yg dia bawa ke apartemennya. Keluarga Henley sangat miskin sehingga dia menerima tawaran itu, tanpa benar-benar mengetahui tentang niat jahat Dean.
Dean mengerjakan beberapa akbar pembunuhannya selama 2 tahun berikutnya. Semua korbannya adalah remaja, di bawah usia 20 tahun, yg tinggal di pinggiran Houston Heights. Modusnya adalah menarik korbannya ke apartemennya dengan bantuan kaki tangannya. Setelah itu, dia akan menawarkan obat-obatan kepada mereka, kemudian akan mencekik atau menembak mereka & menyiksa mereka terlebih dahulu.
Corll jadi semakin kejam, dia memotong tubuh mereka & mematahkan tulang mereka dengan palu atau dia akan membungkus kepala mereka dengan kantong plastik hingga kehadapatn nafas, memperpanjang penderitaan korbannya selama berjam-jam. Begitu mereka terbunuh, dia akan memandikannya dengan jeruk nipis & menutupinya dengan lapisan plastik & mengikat ujungnya, membungkus korbannya seolah-olah mereka adalah permen. Terakhir, dia akan mengubur mereka.
Namun, semuanya tidak berjalan sesuai rencana pada 8 Agustus 1973. Henley sudah membawa seorang anak laki-laki ke rumah Corll, tetapi dia juga mengundang Rhonda Williams, teman wanitanya. Rhonda berusia 15 tahun. Corrl marah pada Henley karena membawa seorang gadis ke dalam rumahnya, tetapi dia berhasil menenangkannya. Kedua remaja itu diberikan alkohol & meminum obat-obatan hingga mereka tidak sadarkan diri. Ketika mereka sadar, mereka sudah disumpal mulutnya & dengan kedua tangan terikat.
Corll mengancam Henley dengan menodongkan pistol ke pelipisnya, tetapi anak laki-laki itu dapat menenangkannya lagi, dia berjanji akan berpartisipasi dalam menyiksa dua korban lainnya, jadi Dean akhirnya membebaskannya. Dean menawarinya pisau berburu & memintanya untuk memotong pakaian Rhonda sementara dia menyiksa anak laki-laki lainnya. Tetapi Henley menolak, merasa muak dengan penyiksaan yg dilakukan Dean, dia akhirnya mengambil pistol Dean & mengancamnya.
Mereka berdua berjuang, & pada akhirnya, Henley menembak kepala Dean, namun pelurunya tidak menembus tempurung kepalanya. Dia menembak Dean lima kali, hingga Dean meregang nyawa kehadapatn darah. Henley sendiri yg menelepon polisi & mengakui tidak cuma pembunuhan Dean Corll, tetapi juga partisipasinya dengan David Brooks dalam penyiksaan & penganiayaan lebih dari 20 remaja.
Mereka bekerjasama dengan pihak kejaksaan dengan menunjukkan letak beberapa jenazah & keduanya divonis penjara seumur hidup. Begitulah cara Dean Corll tercatat dalam sejarah sebagai salah satu pembunuh berantai paling kejam. Peringatan pada orang tua akhirnya masuk akal, yg sering memberikan pesan jangan menerima permen dari orang asing.
Ibunya adalah wanita yg sangat protektif, tetapi tidak dengan sosok ayahnya yg diketahui tegas & keras dalam mendidik kedua anaknya, ayahnya sering memberikan hukum kepada anaknya yg tidak patuh. Corll adalah anak yg sangat pemalu, sulit berinteraksi dengan orang lain, padahal dia sering peduli dengan kesejahteraan orang lain. Seiring berjalannya waktu kedua orang tuanya semakin sering bertengkar, sehingga mereka akhirnya memutuskan untuk bercerai ketika Dean berusia 7 tahun.
Setelah itu, ibunya menjual rumah keluarga & jadi sering berpindah tempat beberapa kali, mereka akhirnya menetap di Vidor, sebuah kota kecil di barat Texas. Lantas, Ibunya menikah lagi & dengan suami barunya, dia memulai perusahaan permen di garasi mereka. Dean ikut menolong dalam menjalankan bisnis keluarganya sejak awal & dia bekerja siang & malam setelah pulang sekolah setiap harinya.
Jungle Cruise, Petualangan Baru Disney Di Layar Lebar
Di sekolah, Dean terlihat sebagai siswa yg berperilaku baik & dermawan dengan biasa memberikan permen kepada teman-temannya. Bisnis keluarganya terus tumbuh & berkembang, sehingga setelah Dean lulus, keluarganya memutuskan untuk pindah rumah lagi. Tempat yg mereka pilih adalah Houston Heights, lingkungan berpenghasilan rendah di kota Houston, di mana mereka membuka toko permen kecil.
Selama masa remajanya, Dean tidak pernah menunjukkan perilaku & tingkah yg aneh, bahkan tetangga mereka mengatakan bahwa Dean adalah anak teladan, baik hati, yg suka memberi permen kepada anak-anak di lingkungan itu. Namun, semuanya berubah pada Agustus 1964, ketika dia direkrut jadi tentara Amerika. Dia menunjukkan ketidaksukaannya pada tugas-tugasnya & setelah 10 bulan bertugas dia meminta cuti, dengan alasan untuk mengurus bisnis keluarganya.
John Wick : Chapter 3, Judul Dan Makna Dibalik Parabellum
Ketika dia kembali ke Houston, dia memulai kembali pekerjaan menjalankan bisnis keluarganya, dia pindah ke apartemen di lantai dua tepat di atas tokonya. Saat itulah kepribadiannya berubah secara drastis, dia jadi pemarah & pemurung. Dengan alasan permen, Corll mulai menghabiskan lebih banyak waktu dengan para remaja.
Pada tahun 1967, dia berteman dengan David Brooks, yg berusia 12 tahun, David adalah salah satu anak yg dia beri permen. Keluarga David pada waktu itu tidak serasi & perhatian Corll segera menciptakan anak itu memandangnya sebagai sosok ayah. Niat jahat Dean muncul pada bulan September 1970. Jeffrey Konen, anak laki-laki berusia 18 tahun yg menumpang mobilnya jadi korban pertamanya.
Hotel Mumbai: Kisah Nyata Serangan Teror Di Hotel Taj 2008
Corll menjemput Konen & mengantarkannya pulang. Dalam perjalanan pulang, Corll memberinya permen, begitu mereka hingga di rumah Konen, Corll memukul kepalanya, menciptakannya tidak sadarkan diri. Setelah itu, Corll mengikatnya ke kursi & menyiksanya selama berjam-jam, hingga akhirnya dia mengakhiri penderitaannya dengan memukul kepalanya hingga hancur.
Dean dikejutkan oleh seseorang yg bernama Brooks di tengah aksi penyiksaan itu. Dia berhasil memanpulasi & membungkamnya, Corll menawarkan dia sebuah mobil, sebuah Chevrolet Corvette. Pengaruh Dean kepada anak itu sedemikian rupa, sehingga dia bahkan menciptakan kesepakatan dengannya, dia akan memberinya 200 dolar untuk setiap anak yg dia bawa. Brooks menerima tawaran itu & secara otomatis jadi kaki tangannya.
Siapa Yang Menang? Thomas Edison & Nikola Tesla Dalam Perang ACDC
Pernikahan ibunya yg kedua gagal lagi & keluarga menutup perusahaan permen, jadi Corll mulai bekerja sebagai tukang listrik. Ibunya kemudian pindah ke Colorado kali ini, meskipun mereka sering berkomunikasi lewat telepon, dia tidak pernah kembali untuk mengunjungi putranya.
Pada tahun 1971, David Brooks memperkenalkan Elmer Henley kepada Dean Corll, anak tersebut juga berasal dari keluarga sederhana dengan masalah keuangan. Dean memutuskan bahwa dia dapat jadi kaki tangannya & menawarinya 200 dolar untuk setiap anak yg dia bawa ke apartemennya. Keluarga Henley sangat miskin sehingga dia menerima tawaran itu, tanpa benar-benar mengetahui tentang niat jahat Dean.
Game of Thrones Ditulis oleh George R. R. Martin Berdasarkan Kura kura
Dean mengerjakan beberapa akbar pembunuhannya selama 2 tahun berikutnya. Semua korbannya adalah remaja, di bawah usia 20 tahun, yg tinggal di pinggiran Houston Heights. Modusnya adalah menarik korbannya ke apartemennya dengan bantuan kaki tangannya. Setelah itu, dia akan menawarkan obat-obatan kepada mereka, kemudian akan mencekik atau menembak mereka & menyiksa mereka terlebih dahulu.
Corll jadi semakin kejam, dia memotong tubuh mereka & mematahkan tulang mereka dengan palu atau dia akan membungkus kepala mereka dengan kantong plastik hingga kehadapatn nafas, memperpanjang penderitaan korbannya selama berjam-jam. Begitu mereka terbunuh, dia akan memandikannya dengan jeruk nipis & menutupinya dengan lapisan plastik & mengikat ujungnya, membungkus korbannya seolah-olah mereka adalah permen. Terakhir, dia akan mengubur mereka.
Fakta & Mitos Yang Tidak Jelas Tentang Halloween
Namun, semuanya tidak berjalan sesuai rencana pada 8 Agustus 1973. Henley sudah membawa seorang anak laki-laki ke rumah Corll, tetapi dia juga mengundang Rhonda Williams, teman wanitanya. Rhonda berusia 15 tahun. Corrl marah pada Henley karena membawa seorang gadis ke dalam rumahnya, tetapi dia berhasil menenangkannya. Kedua remaja itu diberikan alkohol & meminum obat-obatan hingga mereka tidak sadarkan diri. Ketika mereka sadar, mereka sudah disumpal mulutnya & dengan kedua tangan terikat.
Corll mengancam Henley dengan menodongkan pistol ke pelipisnya, tetapi anak laki-laki itu dapat menenangkannya lagi, dia berjanji akan berpartisipasi dalam menyiksa dua korban lainnya, jadi Dean akhirnya membebaskannya. Dean menawarinya pisau berburu & memintanya untuk memotong pakaian Rhonda sementara dia menyiksa anak laki-laki lainnya. Tetapi Henley menolak, merasa muak dengan penyiksaan yg dilakukan Dean, dia akhirnya mengambil pistol Dean & mengancamnya.
Station Nightclub, Konser Yang Berujung Perang Kembang Api
Mereka berdua berjuang, & pada akhirnya, Henley menembak kepala Dean, namun pelurunya tidak menembus tempurung kepalanya. Dia menembak Dean lima kali, hingga Dean meregang nyawa kehadapatn darah. Henley sendiri yg menelepon polisi & mengakui tidak cuma pembunuhan Dean Corll, tetapi juga partisipasinya dengan David Brooks dalam penyiksaan & penganiayaan lebih dari 20 remaja.
Bencana Kereta Gantung Cavalese, Pamer Yang Berujung Petaka
Mereka bekerjasama dengan pihak kejaksaan dengan menunjukkan letak beberapa jenazah & keduanya divonis penjara seumur hidup. Begitulah cara Dean Corll tercatat dalam sejarah sebagai salah satu pembunuh berantai paling kejam. Peringatan pada orang tua akhirnya masuk akal, yg sering memberikan pesan jangan menerima permen dari orang asing.
Referensi 1
Referensi 2
Referensi 2
KOLEKSI THREAD MENARIK
Quote:
Nebraska Asal Minuman Kool Aid
Pengalaman Aneh Jillian & Jennifer Pollock
The Witcher Serial Netflix Yang Layak Untuk Ditonton
47 Meters Down: Uncaged, Lebih Banyak Darah Menggenang
Victor Lustig, Penipu Yang Sukses Menjual Menara Eiffel
5 Hal Ini Bisa Menjadi Tanda Bagi Seseorang Untuk Golput
Child's Play Terinspirasi Dari Kisah Menyeramkan Robert Eugene Otto
Pengalaman Aneh Jillian & Jennifer Pollock
The Witcher Serial Netflix Yang Layak Untuk Ditonton
47 Meters Down: Uncaged, Lebih Banyak Darah Menggenang
Victor Lustig, Penipu Yang Sukses Menjual Menara Eiffel
5 Hal Ini Bisa Menjadi Tanda Bagi Seseorang Untuk Golput
Child's Play Terinspirasi Dari Kisah Menyeramkan Robert Eugene Otto
Hari ini 11:18