Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 13.755
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita David Moyes memulihkan lagi reputasi.
Manajer West Ham United David Moyes menyalami pemainnya Jesse Lingard pada akhir pertandingan melawan Aston Villa di Villa Park, Birmingham, Inggris (3/2/2021). ANTARA/REUTERS/Pool-Laurence Griffiths/aa.
Kami kini berada pada level yg lebih baik dibandingkan terakhir kali saya di siniJakarta (ANTARA) - Memberi ruang kepada Jesse Lingard untuk kembali bersinar setelah dicampakkan Manchester United adalah salah satu polesan lain dari manajer West Ham United David Moyes yg perlahan merebut lagi status pelatih bertangan dharap setelah sebelas tahun menciptakan fondasi kuat di Everton.
Keberhasilan di Everton itu pula yg menciptakan Sir Alex Ferguson memilih dia sebagai penggantinya di Manchester United ketika pensiun pada 2013.
Tapi ternyata pindah ke klub raksasa langganan pemenang liga itu malah jadi titik balik karir Moyes.
Baca juga: Moyes harap West Ham & Antonio lebih baik lagi
1 Juli 2013 menandatangani kontrak enam tahun, 20 Juli 2014 dia dipaksa angkat kaki dari Old Trafford setelah dipecat karena menciptakan Setan Merah jadi regu medioker.
Manchester Evening News mengejeknya, "Moyes tak melatih seperti halnya pelatih United. United mendapatkan seorang manajer Everton, pelatih Everton, seorang pemain Everton & mencapai finis yg biasa Everton capai, urutan ketujuh."
Tak lama kemudian dia direkrut oleh Real Sociedad pada pertengahan musim. Kontraknya 18 bulan, namun enam bulan sebelum habis dipecat setelah Sociedad mengalami awal buruk pada musim keduanya.
Satu semester menganggur, dia direkrut oleh Sunderland. 23 Juli 2016 menandatangani kontrak, 29 April 2017 Sunderland memastikan degradasi untuk perdana kali dalam kurun sepuluh tahun. Moyes menyatakan akan tetap manajer, tetapi 22 Mei akhirnya mundur.
Enam bulan tanpa klub setelah itu, West Ham United meliriknya saat klub ini terlunta-lunta di zona degradasi. 7 November 2017 menandatangani kontrak setengah musim menggantikan Slaven Bilic yg dipecat, dia membawa West Ham perlahan bangkit & memastikan tetap di Liga Premier ketika masih menyisakan dua pertandingan lagi.
Tak kunjung mendapat kontrak baru, dia hengkang karena West Ham lebih memilih Manuel Pellegrini yg resumenya lebih mengkilat.
Tetapi West Ham memanggilnya lagi pada 29 Desember 2019 setelah Pellegrini malah menciptakan klub ini mendekat ke zona degradasi.
Untuk kedua kalinya dia menyelamatkan West Ham dari degradasi. Kali ini finis lebih baik pada urutan ke-16 dengan mengumpulkan 39 poin yg sebenarnya terbilang buruk. Tak apa, yg penting masih di divisi elite sepak bola Inggris.
Nasibnya pada musim 2020-2021 membaik. Separuh terakhir musim lalu klub ini cuma dapat memetik 20 poin dari 19 pertandingan, tetapi musim ini sudah mengemas 42 poin dari 24 pertandingan. Bahkan poin itu sudah melewati total poin yg dikumpulkan musim lalu.
Menang 3-0 dari Sheffield United, Selasa dini hari tadi, West Ham menyalip Liverpool ke urutan kelima & cuma kalah selisih gol dari urutan keempat Chelsea.
Baca juga: West Ham awali 2021 dengan pecundangi Everton di Goodison Park
Orang paling tepat
Impian West Ham seketika melambung ke musim 1985-1986 saat era John Lyall ketika untuk perdana kalinya mereka finis urutan ketiga Liga Inggris.
Moyes pun jadi dewa di mata pendukung West Ham. Kontraknya yg akan habis akhir musim ini kemungkinan akbar diperpanjang.
Ketika pemilik West Ham David Sullivan menghubungi lagi Moyes saat mencari pengganti Pellegrini pada Desember 2019 atau 18 bulan setelah pelatih asal Skotlandia ini meninggalkan The Hammers, Sullivan mengaku keliru melepaskan Moyes & menganggapnya orang paling tepat yg mengisi posisi pelatih klubnya.
Sullivan membiarkan Moyes pergi karena harap memperoleh Pellegrini yg CV-nya lebih menarik karena pernah melatih regu pemenang Manchester City & juga Real Madrid. Ternyata Pellegrini gagal.
Ketika Sullivan berubah pikiran, Moyes sebenarnya sedang didekati Everton untuk kembali melatih di Goodison Park.
Ketika Carlo Ancelotti di ambang ditunjuk jadi penerus Marco Silva di Everton, Moyes mendapatkan tawaran dari West Ham & kali ini serius sekali. Kontak terus terjalin hingga akhirnya dia sepakat melatih di London Stadium.
Salah satu langkah perdana pada era keduanya di West Ham adalah merekrut gelandang Republik Ceko Tomas Soucek dengan status pinjaman dari Slavia Prague.
Tak cuma membeli pemain berusia 25 tahun yg berperan penting dalam menciptakan The Hammers tetap di Liga Inggris, Moyes juga mendorong klubnya membeli bek sayap Vladimir Coufal. Uang sebesar 5 juta pound pun dikeluarkan. Dan terbukti kemudian, sama dengan Soucek, pembelian ini membuktikan harga tidak membohongi kualitas.
Strategi transfer Moyes pun menciptakan puas manajemen yg kian mempercayai sang manajer yg memang efisien dalam belanja dengan cuma membidik pemain-pemain yg dianggapnya dibutuhkan klubnya, bukan atas dasar evaluasi orang di luar klub.
"Yang tak akan saya beli adalah pemain yg cuma demi menyenangkan orang lain," mengatakan Moyes seperti dikutip BBC.
Pembelian Soucek sendiri mendapat pujian dari lawannya, Jose Mourinho. Pelatih Tottenham ini menyebut Moyes sudah menemukan "Marouane Fellaini baru" pada diri Soucek setelah West Ham bangkit dari tertinggal 0-3 untuk seri 3-3 melawan Tottenham pada Oktober.
Mourinho mungkin menyindir karena Soucek mengingatkan pola main lama Moyes yg menekankan umpan-umpan panjang. Tetapi Mourinho juga memuji strategi Moyes yg juga jadi faktor Sir Alex memilihnya sebagai 'The Chosen One' di Old Trafford.
Baca juga: Moyes berambisi bawa West Ham ke Eropa
Manajemen senang
Sebelas musim penuhnya di Goodison Park memang istimewa. Dua kali finis urutan kelima, sekali urutan keempat & tiga kali dinobatkan Manajer Terbaik Liga Inggris yg cuma disamai oleh Sir Alex.
Moyes juga disenangi karena mengadopsi pendekatan manajemen yg sama dengan sewaktu di Everton, yakni menghangatkan hubungan skuat dengan manajemen yg tak terjadi pada era pelatih-pelatih sebelumnya, termasuk Pellegrini.
Moyes tinggal dekat klubnya. Dia tiba di tempat latihan lebih awal & pulang paling akhir. Ketika pemain libur, dia hampir sering ada di lokasi.
Dia juga aktif terlibat dengan masyarakat sekitar klub. Rajin menghubungi penggemar selama lockdown. Dan ini semua menciptakan para pemain menyenangi pendekatan Moyes.
Hubungan dia dengan kapten Mark Noble yg merupakan kesayangan penggemar West Ham pun sangat bagus, baik di dalam maupun luar lapangan sehingga penggemar The Hammers jatuh hormat kepadanya.
Satu hal hebat dari Moyes adalah tidak pernah kehilangan kepercayaan kepada kemampuannya meskipun pernah sial bersama tiga klub sebelum The Hammers.
"Kami kini berada pada level yg lebih baik dibandingkan terakhir kali saya di sini," mengatakan dia. "Akan ada jalan bergerinjal di depan, namun saat kami memulai perjalanan di Everton, kami tak tahu hingga berapa lama. Itu jadi perjalanan hebat & sangat berhasil."
Dia harap mengulangi lagi jalan sukses bersama Everton itu. Dia sudah melupakan eranya di Old Trafford, Sociedad & Sunderland. Dia siap meretas jalan sukses bersama West Ham.
"Saya harap mengerjakan perjalanan panjang di West Ham. Saya melihat ada ruang untuk menciptakan segalanya lebih baik & saya kira yg sudah saya alami dapat menolong juga West Ham jadi lebih baik."
Tottenham, Manchester City, Manchester United & Leicester City & tiga regu lainnya sudah menanti Moyes dalam tujuh laga berikutnya.
Meski itu lawan-lawan yg berat. tak ada yg tak mungkin dalam sepak bola, apalagi era pandemi sering menciptakan kejutan. Moyes & West Ham dapat menciptakan kejutan-kejutan itu.
Baca juga: Moyes harap West Ham bawa momentum kemenangan Piala Liga ke Emirates
Baca juga: Moyes ungkap disparitas Solskjaer dengan dia saat latih MU
Berita diatas dikutip dari internet, jika David Moyes memulihkan lagi reputasi adalah spam, mohon beritahu kami.
Manajer West Ham United David Moyes menyalami pemainnya Jesse Lingard pada akhir pertandingan melawan Aston Villa di Villa Park, Birmingham, Inggris (3/2/2021). ANTARA/REUTERS/Pool-Laurence Griffiths/aa.
Kami kini berada pada level yg lebih baik dibandingkan terakhir kali saya di siniJakarta (ANTARA) - Memberi ruang kepada Jesse Lingard untuk kembali bersinar setelah dicampakkan Manchester United adalah salah satu polesan lain dari manajer West Ham United David Moyes yg perlahan merebut lagi status pelatih bertangan dharap setelah sebelas tahun menciptakan fondasi kuat di Everton.
Keberhasilan di Everton itu pula yg menciptakan Sir Alex Ferguson memilih dia sebagai penggantinya di Manchester United ketika pensiun pada 2013.
Tapi ternyata pindah ke klub raksasa langganan pemenang liga itu malah jadi titik balik karir Moyes.
Baca juga: Moyes harap West Ham & Antonio lebih baik lagi
1 Juli 2013 menandatangani kontrak enam tahun, 20 Juli 2014 dia dipaksa angkat kaki dari Old Trafford setelah dipecat karena menciptakan Setan Merah jadi regu medioker.
Manchester Evening News mengejeknya, "Moyes tak melatih seperti halnya pelatih United. United mendapatkan seorang manajer Everton, pelatih Everton, seorang pemain Everton & mencapai finis yg biasa Everton capai, urutan ketujuh."
Tak lama kemudian dia direkrut oleh Real Sociedad pada pertengahan musim. Kontraknya 18 bulan, namun enam bulan sebelum habis dipecat setelah Sociedad mengalami awal buruk pada musim keduanya.
Satu semester menganggur, dia direkrut oleh Sunderland. 23 Juli 2016 menandatangani kontrak, 29 April 2017 Sunderland memastikan degradasi untuk perdana kali dalam kurun sepuluh tahun. Moyes menyatakan akan tetap manajer, tetapi 22 Mei akhirnya mundur.
Enam bulan tanpa klub setelah itu, West Ham United meliriknya saat klub ini terlunta-lunta di zona degradasi. 7 November 2017 menandatangani kontrak setengah musim menggantikan Slaven Bilic yg dipecat, dia membawa West Ham perlahan bangkit & memastikan tetap di Liga Premier ketika masih menyisakan dua pertandingan lagi.
Tak kunjung mendapat kontrak baru, dia hengkang karena West Ham lebih memilih Manuel Pellegrini yg resumenya lebih mengkilat.
Tetapi West Ham memanggilnya lagi pada 29 Desember 2019 setelah Pellegrini malah menciptakan klub ini mendekat ke zona degradasi.
Untuk kedua kalinya dia menyelamatkan West Ham dari degradasi. Kali ini finis lebih baik pada urutan ke-16 dengan mengumpulkan 39 poin yg sebenarnya terbilang buruk. Tak apa, yg penting masih di divisi elite sepak bola Inggris.
Nasibnya pada musim 2020-2021 membaik. Separuh terakhir musim lalu klub ini cuma dapat memetik 20 poin dari 19 pertandingan, tetapi musim ini sudah mengemas 42 poin dari 24 pertandingan. Bahkan poin itu sudah melewati total poin yg dikumpulkan musim lalu.
Menang 3-0 dari Sheffield United, Selasa dini hari tadi, West Ham menyalip Liverpool ke urutan kelima & cuma kalah selisih gol dari urutan keempat Chelsea.
Baca juga: West Ham awali 2021 dengan pecundangi Everton di Goodison Park
Orang paling tepat
Impian West Ham seketika melambung ke musim 1985-1986 saat era John Lyall ketika untuk perdana kalinya mereka finis urutan ketiga Liga Inggris.
Moyes pun jadi dewa di mata pendukung West Ham. Kontraknya yg akan habis akhir musim ini kemungkinan akbar diperpanjang.
Ketika pemilik West Ham David Sullivan menghubungi lagi Moyes saat mencari pengganti Pellegrini pada Desember 2019 atau 18 bulan setelah pelatih asal Skotlandia ini meninggalkan The Hammers, Sullivan mengaku keliru melepaskan Moyes & menganggapnya orang paling tepat yg mengisi posisi pelatih klubnya.
Sullivan membiarkan Moyes pergi karena harap memperoleh Pellegrini yg CV-nya lebih menarik karena pernah melatih regu pemenang Manchester City & juga Real Madrid. Ternyata Pellegrini gagal.
Ketika Sullivan berubah pikiran, Moyes sebenarnya sedang didekati Everton untuk kembali melatih di Goodison Park.
Ketika Carlo Ancelotti di ambang ditunjuk jadi penerus Marco Silva di Everton, Moyes mendapatkan tawaran dari West Ham & kali ini serius sekali. Kontak terus terjalin hingga akhirnya dia sepakat melatih di London Stadium.
Salah satu langkah perdana pada era keduanya di West Ham adalah merekrut gelandang Republik Ceko Tomas Soucek dengan status pinjaman dari Slavia Prague.
Tak cuma membeli pemain berusia 25 tahun yg berperan penting dalam menciptakan The Hammers tetap di Liga Inggris, Moyes juga mendorong klubnya membeli bek sayap Vladimir Coufal. Uang sebesar 5 juta pound pun dikeluarkan. Dan terbukti kemudian, sama dengan Soucek, pembelian ini membuktikan harga tidak membohongi kualitas.
Strategi transfer Moyes pun menciptakan puas manajemen yg kian mempercayai sang manajer yg memang efisien dalam belanja dengan cuma membidik pemain-pemain yg dianggapnya dibutuhkan klubnya, bukan atas dasar evaluasi orang di luar klub.
"Yang tak akan saya beli adalah pemain yg cuma demi menyenangkan orang lain," mengatakan Moyes seperti dikutip BBC.
Pembelian Soucek sendiri mendapat pujian dari lawannya, Jose Mourinho. Pelatih Tottenham ini menyebut Moyes sudah menemukan "Marouane Fellaini baru" pada diri Soucek setelah West Ham bangkit dari tertinggal 0-3 untuk seri 3-3 melawan Tottenham pada Oktober.
Mourinho mungkin menyindir karena Soucek mengingatkan pola main lama Moyes yg menekankan umpan-umpan panjang. Tetapi Mourinho juga memuji strategi Moyes yg juga jadi faktor Sir Alex memilihnya sebagai 'The Chosen One' di Old Trafford.
Baca juga: Moyes berambisi bawa West Ham ke Eropa
Manajemen senang
Sebelas musim penuhnya di Goodison Park memang istimewa. Dua kali finis urutan kelima, sekali urutan keempat & tiga kali dinobatkan Manajer Terbaik Liga Inggris yg cuma disamai oleh Sir Alex.
Moyes juga disenangi karena mengadopsi pendekatan manajemen yg sama dengan sewaktu di Everton, yakni menghangatkan hubungan skuat dengan manajemen yg tak terjadi pada era pelatih-pelatih sebelumnya, termasuk Pellegrini.
Moyes tinggal dekat klubnya. Dia tiba di tempat latihan lebih awal & pulang paling akhir. Ketika pemain libur, dia hampir sering ada di lokasi.
Dia juga aktif terlibat dengan masyarakat sekitar klub. Rajin menghubungi penggemar selama lockdown. Dan ini semua menciptakan para pemain menyenangi pendekatan Moyes.
Hubungan dia dengan kapten Mark Noble yg merupakan kesayangan penggemar West Ham pun sangat bagus, baik di dalam maupun luar lapangan sehingga penggemar The Hammers jatuh hormat kepadanya.
Satu hal hebat dari Moyes adalah tidak pernah kehilangan kepercayaan kepada kemampuannya meskipun pernah sial bersama tiga klub sebelum The Hammers.
"Kami kini berada pada level yg lebih baik dibandingkan terakhir kali saya di sini," mengatakan dia. "Akan ada jalan bergerinjal di depan, namun saat kami memulai perjalanan di Everton, kami tak tahu hingga berapa lama. Itu jadi perjalanan hebat & sangat berhasil."
Dia harap mengulangi lagi jalan sukses bersama Everton itu. Dia sudah melupakan eranya di Old Trafford, Sociedad & Sunderland. Dia siap meretas jalan sukses bersama West Ham.
"Saya harap mengerjakan perjalanan panjang di West Ham. Saya melihat ada ruang untuk menciptakan segalanya lebih baik & saya kira yg sudah saya alami dapat menolong juga West Ham jadi lebih baik."
Tottenham, Manchester City, Manchester United & Leicester City & tiga regu lainnya sudah menanti Moyes dalam tujuh laga berikutnya.
Meski itu lawan-lawan yg berat. tak ada yg tak mungkin dalam sepak bola, apalagi era pandemi sering menciptakan kejutan. Moyes & West Ham dapat menciptakan kejutan-kejutan itu.
Baca juga: Moyes harap West Ham bawa momentum kemenangan Piala Liga ke Emirates
Baca juga: Moyes ungkap disparitas Solskjaer dengan dia saat latih MU
Berita diatas dikutip dari internet, jika David Moyes memulihkan lagi reputasi adalah spam, mohon beritahu kami.