• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Datuk Khong (Khong Hu Cu)

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
Mau tanya nih, dari kecil, saya sering diajak ke Pek Khong Hoi setiap malam jumat - kamis malam, bawa pisang dan kembang untuk sembahyang Datuk. Entah itu datuk Hitam atau Datuk Putih. Diikuti dengan bakar kemenyan. Tidak hanya di Pek Khong Hoi, di tempat-tempat lain juga sering hal ini dilakukan.

Sepertinya ini tradisi dari aliran Khong Hu Cu. Cuman muncul lagi pertanyaan, apa di Cina (RRC) ada Datuk Khong juga? Datuk kan bahwa Indonesia.

Mohon penjelasannya.
 
Setahuku di Malaya ada tradisi spt itu..

btw sy sdiri msh bingung apakah itu berasal dari tradisi Kong hu cu ato bkn.. ada sajen2, kemenyan dsb..terkadang ada yg melalui perantara seorang medium. memang sih datuk yg dipanggil melalui seorang medium yg dlm keadaan "trans" menyebut dirinya Kong Co. tp kyknya lebih mirip dari Taoisme deh..
tp blh percaya boleh ga, datuk2 yg dipanggil yg kyk gitu tidak jamin 100% kl yg dipanggil adalah para dewa2.. malah bs lebih buruk dr dewa..

maksudnya yg kayak gini nih 8-X
ato yg kayak gini >:)

yg jelas bkn yg ky gini :D

:D
tp biarpun begitu mereka tetap mendengar permohonan tiap2 org serta menolong org sesuai kapasitas mereka.. bila memang karma org yg memohon mendukung / tdk ada halangan biasanya cepat terkabul atau akan terkabul..
perihal terkabul atau tdk yg jelas sudah banyak yg mengalaminya sendiri..

yak kl mnurutku sich ini berasal dr tradisi asli Taoisme (ato KongHuCu) lalu setelah Budhisme msk nusantara, kemudian ikut tercampur dgn tradisi ritual disini yg memang sudah terbiasa mengunakan bahan kemenyan sbg salah satu mediannya.
Untuk RRC, saya pernah bertanya kpd saudara saya yg telah banyak pergi ke klenteng2 vihara di cina, mnrtnya blm melihat ada yg menggunakan pisang ato kemenyan sbg medianya..
krn secara simbolis kemenyan bknlah aroma tubuh sang Budha.
 
@ atas, makin bingung yah bro....
Dulu, sampai ada yang cari normor buntut lewat Datuk-Datuk di klenteng-klenteng.
 
Sebenarnya masalah ke 2 filsafat ini Konghucu dan Tao. sangatlah berbeda walo masih ada sedikit yg mengerti.

Konghucu asalnya hanya filsafat yg mengajarkan bagaimana menghormati orang tua dan sebagainya dan tidak ada hubungannya dengan yg namanya ritual ritual.

Tao Sendiri pun aslinya adalah ajaran untuk mengusir / memusnahkan makhluk halus. Tetapi skr sepertinya tercampur oleh Agama Hindu yg merantau dari India jadi ada yg namanya "Tepekong" dalam arti memasukan roh dewa kedalam dirinya dan belum tentu yg masuk itu Dewa.

Tetapi kalo di ajaran Agama Buddha. makhluk halus itu tidak boleh di usir paksa atau dimusnahkan. karena mereka sama saja halnya seperti manusia. Karena pada asalnya Mereka itu adalah manusia.
 
@ LomX
balik lagi ke Datuk Khong, yang ini apa dong?
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.