Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sumber Gambar
Sedang ramai diperbincangkan di sosial media salah satunya Twitter mengenai data Presiden Indonesia yg katanya berhasil diretas oleh seorang hacker beranama Bjorka. Hal ini mengundang berbagai tanggapan dari netizen.
Jika melihat dari bio Twitter-nya, Bjorka ini adalah penggun Twitter asal Polandia. Aksinya meretas data kepresidenan Indonesia itu menciptakan namanya diperbincangkan di mana-mana. Hal ini juga dapat jadi penyebab followernya bertambah.
Setelah mengklaim berhasil meretas data Presiden Indonesia, banyak pengguna Twitter yg meretweet & mention namanya di beberapa tweet mereka. Ada yg meminta untuk mencari data pembunuhan Munir, Supersemar & lain sebagainya.
Ada juga yg menyanjung-nyanjung & mendukungnya bak pahlawan. Mengapa dapat begitu? Mengapa ada rakyat suatu negara yg datanya diretas tetapi malah menyanjung si peretasnya?
Sumber Gambar
Menurut TS sendiri, hal ini dikarenakan kekesalan & rasa jengkel beberapa warga Indonesia khususnya di dunia maya kepada pemerintah. Banyak kasus & hal-hal yg mereka anggap ditutup-tutupi oleh negara.
Faktor banyaknya korupsi & lain sebagainya menciptakan sentimen antara rakyat dengan pemerintah jadi menjadi kian negatif.
Apalagi setelah adanya kabar bahwa ada jutaan data penduduk Indonesia yg bocor. Hal ini menciptakan masyarakat menganggap bahwa pemerintah tidak kompeten dalam melindungi data penduduknya.
Dan dengan adanya aksi dari Bjorka ini, banyak orang menganggap bahwa pemerintah semakin terlihat tidak kompeten dalam melindungi data negara.
Sumber Gambar
Namun wajarkah tindakan kita dalam menyanjung si peretas bak pahlawan?
Menurut TS hal ini tidak dapat dibenarkan karena memberi sentimen negatif kepada negara sendiri. Yang secara tak langsung mempermalukan negaranya sendiri. Walaupun TS dapat mengerti mengapa mereka bersikap seperti itu.
Netizen Indonesia memang jadi salah satu yg paling banyak meramaikan jagat dunia maya. Hanya sekedar mengingatkan, jangan hingga kekuatan kita di internet ini malah menciptakan hal negatif kepada diri kita sendiri.
Jangan hingga netizen kita malah dimanfaatkan oleh orang-orang luar yg cuma harap mendompleng popularitas. Walaupun kita banyak, tetapi kalau tidak dibarengi dengan kebijaksanaan maka hasilnya tidak akan baik.
Intinya, teruslah berusaha supaya dapat cakap digital. Ciptakan lingkungan digital yg nyaman untuk kita semua. Bagaimana dengan Bjorka? Kita tunggu kelanjutannya & nantikan komentar apalagi yg akan di hinggakan oleh para netizen kita.
Bagaimana menurut kalian gan? Apakah Bjorka layak diapresiasi?
Ditulis oleh Harry Wijaya
Tulisan & Narasi Pribadi