• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Darurat harga cabe bagi petani Indonesia

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
YTfD.jpg
Anjloknya harga jual cabe merah dalam pelbagai varian di Jakarta yang merupakan barometer harga nasional, seperti untuk cabe merah Rp 6.000 per kilogram. Padahal, biasanya bahan masakan pedas ini dijual di kisaran Rp 12.000-Rp15.000 per kilo dinilai bermasalah oleh pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan rendahnya harga cabe berbahaya buat petani. Harga yang rendah ini, akan segera dia bahas bersama menteri teknis terkait.

Anda bayangkan harga di pasar Induk Rp 6.000 per kilo, berarti pedagang belinya Rp 5.475 per kilo. Jadi dari petani paling tinggi hanya Rp 3.000, itu ongkos petiknya pun tidak cukup, ujarnya selepas lawatan ke pasar, Jumat (27/6).

Sampai sekarang, belum diketahui mengapa harga jual produk-produk hortikultura anjlok. Cabe rawit merah mengalami hal serupa, anjlok Rp 6.000 dari harga normal per kilogramnya. Penurunan tajam juga dialami cabe hijau besar yang turun Rp 7.000 per kilo, dari harga normal di kisaran Rp 18.000 sampai Rp 20.000 per kilo.

Selain cabe dari pelbagai jenis, komoditas lain seperti bawang putih juga terlihat turun. Dari pekan lalu dijual Rp 14.000 per kilo, bawang putih kini hanya laku paling banter Rp 10.000 per kilo.

Isu anjloknya harga cabe, menurut CT, akan jadi fokus utama rapat koordinasi sepulang dari pasar. Kita akan melakukan rapat agar imbal hasil petani sesegera mungkin bisa diangkat. Kalau harga jelek pada sekarang, maka petani tidak akan menanam kembali, dan tahun berikutnya harga akan melonjak jauh dari sebelumnya, ungkap menko.

Turunnya minat petani cabe bila memang terjadi pada musim panen 2014, akan membuat tingkat importasi meningkat pada tahun depan. Untuk mengatasinya, CT mengingatkan perlunya otoritas perdagangan mengembangkan resi gudang, pemberian lemari pendingin buat petani cabe, serta didukung kementerian pertanian untuk membekali mereka memproses hasil panen agar tahan lama.

"Masalah pemerintah bukan kenaikan harga. Turunnya harga yang berlebihan sehingga membuat imbal hasil petani jadi bermasalah juga menjadi perhatian kita," kata CT.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.