• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Dari uang kembalian, berbuah pertolongan

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Dari uang kembalian, berbuah pertolongan



Apa yg saya tulis ini merupakan kisah yg saya alami sendiri. Kejadian ini berlangsung beberapa tahun lalu, saat saya masih bekerja di kota Surabaya. Lokasi kerja saya pada waktu itu cukup jauh dari tempat kos, kurang lebih satu jam perjalanan ke tempat kerja mengendarai sepeda motor.

Saya pulang kerja pukul 17.00 & biasanya hingga kos pukul 18.00, bahkan kadang lebih. Di jalur saya pulang kerja tepatnya di jalan Kertajaya, ada sebuah perempatan lampu merah. Setiap beberapa hari sekali saya menemui anak - anak kecil yg berjualan kerupuk, kadang dua orang tetapi kadang juga tiga orang anak di perempatan itu. Sepertinya mereka kakak beradik, dengan usia yg saya yakin mereka masih duduk di bangku sekolah dasar.

Karena cukup sering melihat mereka berjualan, pada suatu hari saya membeli krupuk dagangan mereka, ketika lampu merah masih menyala. Nyala lampu merah di perempatan itu cukup lama, seingat saya enam puluh detik lamanya. Tentu waktu yg cukup untuk transaksi jual beli dengan penjual cilik itu, tanpa mengganggu pengguna jalan yg lain.

Spoiler for Ilustrasi:
Dari uang kembalian, berbuah pertolongan


Dik, krupuk pedes e, piroan? (Dik, krupuk pedas harganya berapa?) tanyaku dengan posisi masih di atas sepeda motor.

Rong ewuan, Mas, sing krupuk pedes, (Dua ribuan, Mas, yg kerupuk pedas) jawab gadis kecil itu sambil mengacungkan dua jari membentuk huruf V.

Aku tuku telu, Dik. (Aku beli tiga, Dik) Saya menunggunya mengambilkan tiga bungkus kerupuk pedas pesananku.

Iki, Mas, (Ini, Mas) tangan kecilnya memberikan tiga plastik kerupuk dagangannya.

Iki dhuwit e, susuk e sampean simpen ae, (Ini uangnya, kembaliannya anda simpan saja) ucapku sambil menyodorkan selembar uang, yg senilai dengan sepuluh bungkus harga kerupuknya.

Matur suwun yo, Mas, (Terima kasih ya ,Mas) jawabnya dengan senyum & kembali berkumpul dengan seorang anak laki laki yg mungkin itu adiknya, karena memang wajahnya mirip.

Dua hari berselang tepatnya di akhir pekan, ada kegiatan employee gatheringuntuk semua pegawai di kantor saya. Acara setahun sekali itu, dilaksanakan di kota Malang. Kegiatan tersebut selesai malam hari, pada pukul 24.00 bus rombongan kami sudah hingga kembali di kantor sebagai titik kumpul. Semua langsung pulang ke rumah masing masing. Tetapi karena saya merupakan salah satu bagian dari panitia, maka masih belum dapat pulang karena harus mengurusi beberapa hal terlebih dahulu.

Setelah semua beres segera saya pulang mengendarai motor seorang diri di tengah malam, dengan keadaan yg cukup lelah. Naas, separuh perjalanan pulang ke kos sepeda motor saya tiba tiba mogok. Jalanan sepi nyaris tak ada orang yg lewat, bahkan agak gelap karena ada beberapa lampu penerangan jalan yg padam. Saya bingung karena tentu tidak ada bengkel yg buka jam dua dini hari. Rasa khawatir muncul kalau ada orang yg berniat buruk, maka saya nekat mendorong motor saja.

Spoiler for Ilustrasi:
Dari uang kembalian, berbuah pertolongan


Beberapa saat kemudian, ada seorang laki laki mengendarai motor bebek melintas & berhenti di depan saya. Ada rasa takut sebenarnya, kalau dia berbuat jahat karena keadaan sangat sepi.

Mogok, Mas? tanya orang itu.

Iya, Mas, jawabku.

Aku coba dorong mas. Persnelingnya masuk tiga, mesin tetap nyala, ya, katanya

Spoiler for Ilustrasi:
Dari uang kembalian, berbuah pertolongan


Saya menurutinya naik motor & dengan kaki kirinya dia mendorong bagian knalpot moto saya. Sekitar dua puluh meter berjalan, mesin motorku dapat menyala kembali! Alhamdulillah.... Saya menoleh ke belakang, samar samar saya lihat bibirnya tersenyum lebar.

Aku belok kiri, Mas, mengatakan orang itu sambil mengangkat tangan kirinya.

Matur suwun, Mas, jawabku.

Orang yg menolong itu masih di belakang saya, lalu belok kiri di sebuah perempatan & memacu kendaraannya lebih cepat, sementara saya berjalan lurus.

Lega rasanya saya mendapat pertolongan itu, kurang tahu apa jadinya pada waktu itu kalau tidak ada yg membantu. Walaupun saya tidak dapat memberi ucapan terima kasih dengan cara yg lebih baik, saya yakin Tuhan akan membalas kebaikan laki laki itu.

Saya sempat berpikir bahwa pertolongan yg saya peroleh, merupakan balasan saat saya mau sedikit berbagi kepada adik penjual kerupuk itu dari uang kembalian yg saya berikan. Suatu pelajaran yg sangat berarti bagi saya, balasan dari berbagi kepada orang lain walapun jumlahnya tidak seberapa. Dari hal itu saya semakin tahu betapa bermanfaatnya mengerjakan sedekah. Sejumlah nilai rupiah mungkin tidak seberapa bagi kita, namun dapat sangat berharga bagi orang lain.

Saya yakin banyak di luar sana yg mengalami hal yg sama dengan saya. Karena itu, jangan ragu untuk berbagi & menolong sesama semampu kita. Kebaikan sekecil apapun, Tuhan pasti akan membalasnya.




Spoiler for Cendol:
Dari uang kembalian, berbuah pertolongan

Dari uang kembalian, berbuah pertolongan
Dari uang kembalian, berbuah pertolongan
Dari uang kembalian, berbuah pertolongan
Dari uang kembalian, berbuah pertolongan
Dari uang kembalian, berbuah pertolongan
Dari uang kembalian, berbuah pertolongan
Dari uang kembalian, berbuah pertolongan
Dari uang kembalian, berbuah pertolongan
Dari uang kembalian, berbuah pertolongan




Spoiler for Sumber ilustrasi gambar:
Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3




Hari ini 04:59
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.