• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Danau Sentani Papua Mengering, Benda Purbakala Bermunculan

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Danau Sentani Papua Mengering, Benda Purbakala Bermunculan


Benda purbakala bermunculan di Danau Sentani Papua

MATA INDONESIA, JAKARTA-Benda-benda purbakala peninggalan megalitik bermunculan di Danau Sentai, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Hal itu terjadi, karena kondisi danau yg mulai surut karena musim kemarau.

Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto menyebutkan benda-benda megalitik ini sebelumnya sempat dikhawatirkan hilang atau tergeser posisinya akibat banjir bandang yg melanda Sentani pada Maret 2019.

Biasanya saat kondisi permukaan air Danau Sentani sedang pasang, tinggalan-tinggalan air ini cuma terlihat samar-samar berada dalam air.

Benda-benda pubakala itu terlihat di Pulau Asei, pulau kecil di tengah Danau Sentani bagian timur. Tinggalan menhir yg sebelumnya berada di dalam air, sekarang nampak terlihat jelas, bahkan ukirannya nampak terlihat jelas sekali.

Selain itu juga papan batu di Tanjung Warakho, Kampung Doyo lama, air danau surut, menjadikan papan batu ini tampak terlihat jelas di permukaan tanah tepi danau. Posisinya juga tepat berada di posisi semula, tidak bergeser.

Sejumlah menhir juga terlihat jelas di perairan Pulau Mantai. Dua buah menhir berukuran akbar yg dipercaya oleh masyarakat Sentani bagian barat sebagai laki-laki & perempuan dewasa, katanya.

Tidak jauh disampingnya, mengatakan dia terdapat 10 batu menhir berukuran lebih kecil yg dipercaya sebagai anak-anaknya. Menhir-menhir ini diketahui sebagai Ainining Duka atau batu beranak.

Menhir atau masyarakat Kwadeware menyebutnya batau rejeki atau batu marew juga nampak terlihat jelas di pinggir Pulau Mantai, berjarak sekitar 10 meter sebelah selatan batu beranak.

Pada masa lalu tinggalan megalitik ini berkaitan dengan kepercayaan pada roh nenek moyang atau kekuatan supranatura, katanya.


Sumber:

Danau Sentani Papua Mengering, Benda Purbakala Bermunculan

Hari ini 10:24
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.